Halo nama ku Yuna, aku pernah mengalami kejadian yang menurut ku tidak masuk akal. Baiklah langsung saja ku ceritakan...
Hari Sabtu pukul 6 pagi aku berangkat ke sekolah bersama dengan mba Lisa kakak kelas ku, karena aku sebagai anggota OSIS harus mencontohkan etika yang bagus.
Kami sampai di sekolah dengan keadaan sekolah yang masih sepi dan juga rada gelap di karenakan sekolahan ku di kelilingi oleh pepohonan.
Tiba di kelas mba Lisa, dia langsung membersihkan kelas dikarenakan hari ini jadwal piketnya. Tanpa di duga tiba-tiba saja perut ku sakit, panggilan dari alam telah mendatangi ku. Akupun segera berjalan menuju toilet, namun ternyata tidak ada air jadi aku mengambil air dari sumur mba pikoh penjual di kantin sekolah.
Saat aku sudah berdiri di depan toilet, aku segera memasuki toilet nomor satu. Hal ini ada alasannya tersendiri, karena letak toilet menjorok ke dalam dan semakin besar nomor toilet semakin minim pencahayaan pasalnya tidak ada lampu di toilet. Wajar saja karena sekolah ku termasuk rintisan dan baru ada dua angkatan.
Next..
Akupun segera masuk ke dalam toilet, sebelahnya aku sudah membaca doa guna menghindari sesuatu yang kemungkinan besar terjadi.
Belum sampai 1 menit suara ketokan pintu terdengar.
Tok..tok..tokk
Akupun terdiam sebentar, lalu aku sedikit meninggikan suara.
"Siapa..!!"
Namun nihil tidak ada yang menjawab pertanyaan ku.
Bulu kudukku langsung berdiri, akupun membuka pintu dan menengok ke arah kanan dan kiri. Namun tidak ada seseorangpun di sana, akupun langsung lari ke kelas mba Lisa.
"Ada apa Yun?" Terkejut karena aku lari dengan tergesa-gesa.
"M-mba..! Mba tadi ke toilet gk?!"
"Ngk kok, kan aku lagi piket"
"Terus siapa yang ngetok pintu toilet tadi mba?!!"
"Aku gk tau Yun, masa sih ada yang ngetok. Orang gk ada siswa lain yang udah berangkat, hmm coba tanya mba pikoh"
Akupun langsung lari ke kantin mba pikoh.
"Mba... Mba tadi ke toilet gk?!"
"Ngk Yun, orang mba lagi goreng bakwan mana sempet ke toilet"
"Loh.. terus siapa yang ngetok pintu toilet tadi mba?!!"
Aku duduk termenung, menerka kemungkinan besar yang aku alami barusan.
Mba pikoh yang melihat ku seperti orang yang bingung langsung menceritakan kejadian yang serupa.
Ternyata aku orang kedua yang pernah di ganggu di tolet, orang pertama merupakan kakak kelas ku yang bernama Setiawan. Dia pernah terkunci di dalam toilet saat ingin membuang hajatnya, padahal pintu masih bagus dan tidak ada orang di sana. Akhirnya satu sekolah panik dan berusaha mendobrak pintunya, namun nihil pintu tidak dapaydi buka.
Akhirnya para guru melafazkan berbagi macam Doa lalu mendobrak pintunya lagi, akhirnya pintu berhasil di buka namun kalian tahu apa yang terjadi di dalam sana.
Di dalam sana Setiawan sudah lemas dan tidak berdaya, para guru langsung membawa Setiawan ke UKS.
Akupun merinding mendengar cerita mba pikoh, ternyata aku termasuk orang yang beruntung bisa keluar dari toilet dalam keadaan masih sehat.
Setelah kejadian itu akupun tidak berani ke toilet lagi, cukup sekali dan tidak untuk kedua kalinya.
Sekian~