PERINGATAN JIKA KALIAN KURANG SUKA KEKERASAN MAKA URUNGKAN NIAT UNTUK MEMBACA CERPEN INI!!!
Sekarang dan disini aku berdiri menatap ke tiga teman yang sangat berharga bagiku sedang saling membunuh. Masing masing dari mereka membawa senjata yang berbeda lalu mulai menyerang secara bersamaan.
Di apartemen kecil yang dipenuhi oleh darah juga obat obatan, aku menatap mereka dengan terkejut sehingga membuat tubuhku tidak bisa bergerak.
Mereka berteriak sangat keras tapi wajah mereka dipenuhi oleh kegembiraan seakan akan merekalah yang akan menang, mereka tertawa, mereka menyeringai, mereka menikmatinya.
...................
Namaku Kyoko aku mempunyai tiga orang teman yang sangat berharga bagiku, mereka sangat perhatian juga pengertian kami berempat sudah seperti saudara kandung yang melewati segalanya bersama.
Sato adalah seorang lelaki yang keren dia sangat tampan, pintar, juga baik hati. Lalu kishi adalah seorang lelaki yang periang dia sangat hebat dalam olahraga juga orang yang selalu menyemangatiku. Terakhir adalah Ayaka gadis perempuan yang sangat akrab denganku, dia manis, imut juga ceria jika sesuatu terjadi padaku dia yang akan datang duluan.
Kami berteman dari kecil, dahulu mereka bertiga memiliki keluarga yang tidak sehat sehingga itu menggangguku, jadi aku mencoba menyelamatkan mereka. Pada akhirnya aku berhasil menyelamatkan mereka dari neraka itu dan aku mengulurkan tanganku pada mereka, aku berjanji akan menjaga mereka dan tidak akan membiarkan mereka menangis lagi.
Singkat cerita kami selalu bersama dari sekolah dasar sampai sekarang sekolah menengah atas, karena kami merasa sudah bisa mandiri kami ingin tinggal sendiri dan menyewa 2 apartemen yang cukup bagi kami.
Karena Sato, Kishi ,dan Ayaka memiliki bakat yang hebat mereka cepat populer dikalangan para siswa, aku pun kebingungan berapa banyak orang yang mereka tolak. Tapi aku senang melihat mereka yang bahagia dan tidak menangis seperti dulu.
Keseharian kami sangatlah menyenangkan, kami belajar bersama, makan bersama juga bermain bersama, hal biasa yang akan dilakukan anak SMA. Walau mereka sangat populer bukan berarti aku tidak punya teman lain, aku juga punya beberapa teman yang cukup akrab di sekolah terkadang kami berbicara bersama, tapi sebagian waktuku banyak di gunakan untuk berbicara bersama Sato, Kishi, dan Ayaka.
Tapi... pada suatu hari, ada seorang lelaki yang menembakku dan menyatakan cintanya padaku dibelakang sekolah, aku terkejut karena lelaki itu adalah orang yang aku suka bernama Ryoma. Karena aku ingat bahwa ibuku melarangku untuk pacaran di usia segini aku pun menolaknya tapi aku mengatakan padanya aku akan menerimanya saat sudah lulus nanti. Dia pun paham dan menggangguk juga berkata "aku akan menunggu".
Aku senang dengan Ryoma yang menyatakan cintanya padaku itu juga membuatku bersemangat sehingga aku bercerita pada Ayaka.
Keesokan harinya di sekolah aku melihat Ryoma yang terjatuh dari gedung sekolah lantai 2, aku terkejut dan panik. Ryoma terluka parah dan menyebabkannya koma.
Banyak rumor yang bilang dia ingin bunuh diri karena di tolak olehku, padahal kemarin dia baik baik saja, tapi ini aneh.
Seiring berjalannya waktu banyak orang yang menyukaiku juga banyak juga orang yang menggangguku, tapi beberapa jam kemudian orang tersebut tiba tiba terluka ataupun kecelakaan.
Aku merasa ini adalah hal aneh jadi sepulang sekolah aku memutuskan untuk cerita pada Sato, Kishi, dan Ayaka. Aku takut malapetaka menghampiriku. Tapi dengan senyuman yang hangat mereka berkata bahwa semuanya akan baik baik saja, mereka akan selalu melindungiku apa pun yang terjadi.
Aku pun memutuskan untuk tidak murung lagi dan memulai hariku seperti biasanya. Suatu hari ada lelaki yang menyatakan perasaannya padaku tapi kutolak dengan baik baik, sesudah itu aku berniat mencari Sato untuk mengajaknya eskul bersama. Setelah aku menemukannya dia sedang berbicara dengan Kishi, karena penasaraan aku mencoba sedikit menguping.
"Siapa orang yang menyukai Kyoko?"
"Anak kelas 3-4"
"Begitu ya... cepat beritahu Ayaka, kita habisi orang itu, agar tidak mendekati Kyoko kita"
"Baiklah Sato"
Pembicaraan yang singkat itu membuatku terkejut dan takut, sebenarnya apa yang akan mereka lakukan? Apa maksudnya menghabisi? Apa maksudnya Kyoko kita?.
Aku yang ketakutan langsung pergi dari tempat itu, tatapan mereka saat membahas orang tadi sangat menakutkan seolah seolah mereka akan membunuh orang itu.
Beberapa saat kemudian aku melihat orang tadi tertabrak mobil meski tidak meninggal tapi di sekitarnya terdapat Sato, Kishi, juga Ayaka. Aku tidak bisa berkata kata dan memutuskan untuk pulang dan bertanya pada mereka.
Dirumah saat kami akan makan bersama aku sempat menyinggung tentang orang tadi dan juga pembicaraan antara Sato dan Kishi.
Kishi yang sedang makan lahap kemudian mendengar itu, dia pun berhenti makan diikuti oleh yang lain, mereka menatap ke arahku dengan tatapan aneh yang aku bingung bagaimana menjabarkannya.
"Kyoko kau mendengar semuanya?"
"I-iya, apa maksud dari 'Kyoko kita?'"
"Kami hanya sedang melindungimu, karena anak tadi terkenal jahat"
Padahal aku dengar dia lelaki yang baik hati.
"Oh.. be benarkah? Ada sesuatu yang ingin ku tanyakan pada kalian"
"Apa? Katakanlah"
Mereka bicara dengan suara pelan tapi lembut yang malah membuatku takut.
"Apa banyak orang yang tiba tiba terluka dan kecelakaan, sesudah mengganggu atau menyatakan perasaannya padaku, adalah ulah kalian?"
Mendengar itu senyuman mereka hilang, lalu tersenyum jahat.
"Iya kami yang melakukannya"
"Ke-kenapa?"
"Itu sangat simpel, KAMI TIDAK INGIN KAU DIGANGGU ATAU DIDEKATI OLEH YANG LAIN, KAMI HANYA INGIN DIRIMU YANG BERSIH!"
Pernyataan itu membuatku terdiam dan ketakutan. Tatapan mereka berubah, senyum mereka mengerikan, aku tidak dapat bergerak, dengan sedikit keberanian aku berkata lagi.
"Ke-kenapa kalian lakukan ITU??!!, itu hal yang berbahaya, bagaimana kalau korban nya meninggal?"
Sato berdiri lalu memegang pundakku.
"Kyoko dengar, kami semua sangat mencintaimu, kami tidak akan melepaskanmu, kami akan selalu berada di sisimu, kami hanya menginginkan dirimu seorang".
"Itu tidak mengubah fakta bahwa kalian sudah melukai orang, kenapa kalian kejam?"
"Kejam? Kami tidak kejam kok Kyoko, kami melakukan hal yang benar untuk membalas cintamu!"
"A-apa? Itu bukanlah hal yang benar!"
"Benar atau tidak itu bukanlah masalah, karena kami yang melakukannya. Jadi Kyoko, karena kau sudah tahu tentang ini, jangan coba coba kau bilang pada yang lain"
"Tidak, aku akan melaporkannya pada polisi!!"
Aku bergegas mengambil ponselku tapi naasnya mereka menyadarinya dan mengambil ponselku, lalu mengambil sebuah tali yang tujuannya adalah untuk mengikatku.
"Le-lepaskan, apa yang kalian lakukan?"
"Tenanglah Kyoko, kau akan aman disini"
Mereka semua tersenyum dengan wajah tanpa bersalah dan mengikatku di atas kursi. Wajahnya menyeramkan seakan ingin menerkamku, aku merasakan tekanan yang kuat dan tidak bisa bergerak, yang kupikirkan sekarang hanyalah bagaimana caraku bisa keluar dari sini.
Beberapa detik kemudian, mereka mulai menyatakan perasaan mereka padaku, mereka bilang mereka mencintaiku lebih dari siapa pun, mereka ingin hanya akulah yang menjadi milik mereka. Kata kata cinta juga kasih sayang mereka membanjiri aku dengan itu, tatapan seolah olah terobsesi padaku, aku tak bisa menghentikannya.
Mereka mengancamku jika aku bilang hal ini pada orang lain maka mereka akan mulai membunuh orang lain, mereka tidak ragu kalau harus mengotori tangan mereka hanya demi aku ada di genggaman mereka.
Hari demi hari aku tidak punya pilihan lain selain menuruti perkataan mereka, diluar aku harus bersikap biasa saja, tapi saat sudah pulang ke rumah, mereka mulai melakukan hal yang tidak lazim juga terkadang melakukan kekerasan secara verbal padaku. Cintanya telah membuat mereka menjadi gila, saat hanya ada kami berempat, mereka langsung kehilangan akal dan mengucapkan kata kata cinta.
"Kyoko, kami mencintaimu, dengarlah kami, lihatlah kami, janganlah berpaling pada siapa pun, kau hanya menyayangi kami kan? Kyoko?"
"Kyoko.. katakanlah bahwa kau juga mencintai kami kan? Katakanlah bahwa kau tidak akan pergi kan?"
Hari hari hanya itulah yang mereka ucapkan sembari mendekati wajah mereka ke arahku seolah olah hanya ada mereka di dunia ini. Disaat aku sedikit melawan mereka langsung mengikatku dan mencekoki ku dengan obat tidur yang dicampur cairan lain sehingga membuatku kehilangan kesadaran.
Mereka merusak tubuhku dari luar maupun dari dalam, mereka terus memaksaku menjadi yang mereka inginkan.
Saat aku terbangun dari hal tadi, aku sudah merasakan tubuhku sangatlah sakit juga bajuku yang agak terbuka, aku bisa melihat banyak kamera di kamar, beberapa menit kemudian mereka datang, lalu memulai hal biasa yang mereka lakukan. Berharap aku kapok untuk tidak melawan.
"Katakanlah sesuatu Kyoko..."
Suara lirih tapi menakutkan
"A-aku tidak bisa membenci kalian, a-aku sangat menyayangi kalian!!"
Seolah ingin aku mengatakan itu mereka memberikan vidio beberapa temanku yang akan di dorong dari gedung.
Lalu berhenti setelah aku mengucapkan kata kata itu pada mereka.
......................
Disinilah aku beridiri memandangi ketiga sahabatku yang saling membunuh. Alasannya adalah...
"MAJU KALIAN BERDUA!!!, KYOKO BILANG DIA MENCINTAI KITA, AYOK SALING MEMBUNUH, MEREKA YANG BERTAHANLAH YANG PANTAS MENDAPATKAN KYOKO!!!!"
"HAHAHHA... INI MENYENANGKAN, AKULAH YANG AKAN MENANG, KYOKO AKAN MENJADI MILIKKU"
"DASAR KALIAN INI PRIA BODOH, KYOKO LEBIH MENCINTAIKU, AKU YANG AKAN MENDAPATKANNYA"
perkataannya yang diiringi dengan suara tawa, seringainya yang menakutkan, dan caranya menyerang dengan senjata.
Diantara gelapnya ruangan yang di penuhi darah, aku melihat sebuah cahaya yang terpancar di balkon rumah. Aku mengikuti cahaya itu yang seakan menarikku. Aku sudah tidak bisa menghentikan mereka dengan kata kata.
Dengan tangan yang terikat kebelakang, kaki yang pincang, aku menuju ke balkon. Saat sampai, aku membelakangi pagar balkon seraya berkata dengan suara yang lemah.
"Sato,Kishi, dan Ayaka, maafkan aku. Aku telah membuat kalian menjadi seperti ini. Aku menyayangi kalian aku ingin kalian bebas jadi, lupakanlah aku yang berdosa ini."
Mereka berhenti saat aku memanggil nama mereka, aku tersenyum ke arah mereka, aku akhirnya paham, ini semua adalah salahku yang terlalu memberikan kasih sayang yang berlebih pada mereka. Mereka terbutakan oleh tindakanku yang terlalu baik pada mereka.
Setelah aku melihat mereka berhenti, aku mulai menutup mataku, lalu menjatuhkan diriku ke belakang balkon, dan... terjatuh. Suara terakhir yang kudengar adalah mereka yang memanggil namaku.
"Kyoko!!!!!"
Ini adalah akhir yang terbaik.
..........................
Halo guysss namaku ZulBlanc selaku author, ini adalah cerpen pertamaku, terima kasih telah membaca, juga cerpen ini belum lengkap jadi akan dilengkapi oleh novel yang rencananya akan dibuat.
Sekali lagi terimakasih ADIOS!!