Dia merasakan kesunyian walaupun sedang berada di tengah-tengah keramaian. Dia yang selalu merasa sendiri hingga terkadang dia sampai tidak memahami dirinya sendiri.
Duduk sendiri sembari menatap lurus kedepan, menatap iri kepada sekumpulan remaja yang sedang asyik bercanda ria.
Ya, mereka terlihat bahagia.
Tapi kenapa disini dia duduk sendiri tanpa teman?
Tapi terkadang dia juga menikmati kesendiriannya itu, bebas melangkah kemana pun dia mau.
Namun di saat tertentu, dia takut dengan kesendiriannya itu.
Dia bisa menikmati kesendiriannya, tapi di saat bersamaan dia juga merasa tersiksa dengan hal itu. Apalagi di saat dia ingin berkeluh kesah, tapi tidak ada tempat untuknya berbagi.
Selain itu dia tidak mudah menemukan kenyamanan dengan orang lain, selalu ada perasaan canggung yang membuatnya tidak bisa terbuka dengan orang lain.
Hingga suatu hari, dia bertemu dengan orang yang bisa memberikannya perhatian dan juga rasa nyaman yang dia dambakan selama ini. Perasaan menyayangi dan mencintai pun perlahan tumbuh, dia bisa menikmati hari-harinya dengan penuh canda dan tawa bersamanya.
Dia menemukan banyak kesamaan dengan orang tersebut, bahkan sebagian keinginan dan mimpi mereka berdua tentang hidup ini pun sama.
Semakin lama dia semakin ketergantungan dengannya, walaupun hubungan dia dengannya tak luput dari yang namanya berantem dan ngambek tapi pada akhirnya selalu berbaikan kembali, dan hal itu membuat keduanya semakin mengenal karakter satu sama lain.
Waktu terus berlalu, dia sudah melupakan kesendirian yang dulu menjadi temannya.
Hingga waktu perpisahan pun tiba. Ya, dia menjadi orang ketiga di dalam hubungan orang lain.
Walau terasa susah untuk kembali terbiasa sendiri, tapi mau tidak mau dia harus merelakan orang tersebut.
Dia sadar, dia tidak berhak atas diri orang itu.
Dia harus mengikhlaskan perpisahan tersebut.
Rasa cinta dan sayang satu sama lain masih tetap tersimpan di dalam hati mereka masing-masing.
Bukankah cinta tidak harus memiliki?
Bersyukur dan saling menghargai, bukankah itu yang terpenting?
Waktu tetap berjalan seperti biasa.
Selamat datang kembali, kesendirian.
Coretan gabut .