Hai kenalin namaku Iris Langley, aku akan menceritakan kisahku ketika aku masih remaja, dimana tiba-tiba aku menjadi "sensitive" akan hal disekitarku.
Aku ingat, pertama kali semua kejadian ini bermula ketika aku mendapatkan haid/menstruasi pertamaku saat SMP, ketika itu entah mengapa, aku merasa selalu ada yang memperhatikanku. Contohnya saja ketika aku lupa menutup rapat pintu kamar.
Saat itu sekitar pukul 08:00pm (malam), hari itu kebetulan aku sangat mengantuk, dan aku tidak menutup pintu kamarku dengan rapat, jadi ada selah sedikit yang membuat cahaya masuk dari luar kamar. Ketika aku tertidur tiba-tiba aku terbangun dan menatap keselah pintu yang tidak tertutup rapat itu, aku melihat 2 bolah mata hitam sedang memperhatikanku.
Aku kaget, lalu langsung menutup wajahku dengan selimut, dalam hatiku "apa itu barusan? Kan Mama masih belum pulang, ga mungkin kan ada oranglain?!". Asal kalian tahu, aku hanya tinggal berdua saja dengan Mamaku, dan saat itu dia sedang pergi dan belum pulang. Lalu ketika aku mengintip untuk melihat apakah itu, tapi ternyata sudah tidak ada apa-apa, aku langsung bangun dan menutup rapat pintu kamarku, dan berpikir positive bahwa itu hanya halusinasiku saja. itu salah satunya.
Lalu pernah juga ketika pulang sekolah, kebetulan saat itu aku sedang sendiri dirumah. Seperti kebanyakan anak sekolah pada umumnya ketika sampai rumah, mereka pasti hanya membuka seragamnya saja tanpa mengganti baju. Saat itu aku hanya mengenakan tenktop putih dan celana strit hitam.
Saat itu aku merasa lapar dan berinisiatif untuk memasak mie, karna sedang sendiri saat itu mielah yang ada dipikiranku. Ketika aku sedang mengaduk mie yang sedang dimasak, aku menengok kesebelah kiri. Lalu kau tahu apa yang terjadi??
Yap, aku melihat sosok perempuan yang ku kenal berdiri didekat pintu kamar Mamaku, perempuan itu memakai persis baju yang aku pakai saat itu, tanktop putih dan celana strit hitam. Dan dia menengok ke arahku tanpa ekspresi, dan muka itu adalah muka ku. Ya bisa kau bayangkan? Anak SMP yang baru pulang kelaparan memasak mie lalu diperlihatkan sosok yang mirip dengan dirinya??...
Sekujur tubuhku merinding, kita bertatapan beberapa detik, lalu perempuan yang menyerupaiku itu membuang mukanya lalu hilang menembus tembok.
Aku yang mematung berdiri karena terkejut. Lalu sadar bahwa yang ku lihat bukan manusia, aku lari kedepan teras rumah dengan perasaan takut dan cemas. Detak jantungku berdetak sangat cepat, aku masih mencerna apa yang aku lihat. Pasalnya saat itu masih sekitar pukul 01:30pm.
"Masa iya, masih siang gini sudah diliatin hantu?! Yang bener aja!!" Dalam hatiku bertanya-tanya
Bahkan sangking panik dan takutnya, aku sampai lupa bahwa aku sedang memasak mie, mie yang ku masak menjadi terlalu lembek bahkan airnya saja sampai habis mengering. Bisa kau bayangkan berapa lama aku berdiam diri di depan teras rumahku?...
Yang tadinya lapar pun mendadak hilang, bahkan mie yang barusan ku masak tidak kumakan.
Pernah juga saat itu aku kerumah lama ku untuk mengambil beberapa baju yang tertinggal disana. Saat aku masuk ke kamarku tiba-tiba entah kenapa sekujur tubuhku merinding, aku bergegas merapikan bajuku dan keluar.
Aku berbicara pada Mamaku bahwa aku tiba-tiba merinding ketika masuk ke dalam kamar, oh iya aku sering menceritakan apa yang ku alami ke pada Mamaku, untungnya dia selalu mendengarkan dan tidak menggapku mengada-ngada.
Ketika aku bilang begitu, Mama ku selalu berkata..
"Jangan takut sama rumah sendiri, berdo'a aja sama Allah, kita kan ga ganggu juga. Omelin aja kalo ada yang ganggu-ganggu, jangan takut!."
Walaupun begitu, ternyata Mamaku bertanya kepada temannya yang punya indra ke 6 katanya, emang ada sosok perempuan di kamarku, emmm... lebih tepatnya mba kun lah. Tapi katanya sih dia tidak menganggu.
Hari-hariku pun berjalan seperti biasa, walaupun aku bukan indigo yang punya indra ke 6 tetap saja tidak nyaman rasanya ketika kita menjadi sensitive, bisa merasakan dan kadang melihat sekelebat hal-hal yang sangat aku hindari. Tapi aku mulai terbiasa dan cuek.
Sampai semua itu mulai hilang ketika aku berumur 18 atau 19 tahun. Saat itu aku langsung bekerja setelah lulu SMA, aku menjadi admin di salah satu baby shop, saat itu ruanganku dilantai 2, seperti biasa ketika aku masuk absen, aku langsung keatas.. dan aku memang selalu datang lebih awal, saat itu baru OB dan aku saja yang baru datang.
Aku ingat betul ketika aku naik keatas, dibelakangku OB naik bersama denganku, aku masuk keruanganku dan dia masuk kepantry tepat disamping ruanganku.
Aku duduk dibangku ku dan menyalakan komputer, didepan komputerku adalah kaca tembus pandang yang bisa melihat keruangan lain, salah satunya orang yang lewat untuk masuk ke pantry disebelah ruanganku dan saat aku duduk OB ini terlihat masuk kepantry.
Sambil menyalakan komputer lalu memasukan password, aku bermain dengan kursiku sambil berputar kiri dan kanan.
Walaupun aku fokus ke komputer tetapi ekor mata kita tetap bisa melihat kan kalo didepan ada yang lewat. Dan saat itu aku melihat OB itu masuk keruangan depan.
Dalam hati ku "Oh mungkin mau bersihin ruangan itu kali."
Seperti yang kubilang aku sambil memainkan kursi kekanan dan kekiri, disebelah kananku terdapat layar cctv.
Ketika aku melihat kelayar cctv, aku melihat dia sedang membersihkan lantai bagian bawah, ya dia ada di lantai 1. Jadi sepertinya ketika dia habis dari pantry dia turun kebawah bukan ke ruangan lain, atau jangan jangan sedari awal dia memang ada dibawah.
Beberapa bulan kemudian, saat istirahat kerja aku akan turun kebawah. Sebelum tangga kebawah itu ada sofa untuk customer menunggu. Jadi saat mau turun kebawah aku bisa melihat sofa itu, namun entah mengapa aku melihat ada kepala, seperti sedang tidur di senderan sofa. Jadi yang terlihat hanya bagian rambut atas, dan aku ingat dengan jelas kepala itu memiliki 1 pusar rambut atau unyeng-unyeng.
Namun karna mungkin aku sudah menginjak umur 18 atau 19 tahun, pemikiranku menjadi lebih realistis. Pikirku mungkin aku hanya lelah, dan salah lihat saja.
Tapi lucunya bebepa hari kemudian aku melihat kepala itu lagi, sama persis dengan yang saat itu aku lihat, aku yang sudah turun satu tangga langsung mundur lagi karna penasaran, dan benar saja tidak ada siapa-siapa disitu.
Singkat cerita, teman satu ruanganku sedang membahas hal horror yang dia alami, keteman ku yang satunya, jadi ternyata teman seruanganku ini dia indigo, tapi dia sempat ditutup mata batinnya oleh mertuanya. Lalu setelah mertuanya meninggal mata batin itu terbuka lagi, tapi dia bilang tidak sejelas dulu.
Dia bercerita bahwa kemarin dia lupa membawa outernya, teman ku ini selalu menggantung outernya disenderan tempat kursi kerjaku. Teman ku ini paling anti kalo sudah pulang dan sepi ngambil barang yang ketinggalan, karna dia pernah diperlihat kan sosok besar dan jahat ditempat kerjanya yang lama. Namun, saat itu hujan dan dia kedinginan lalu dia memutuskan untuk keatas sendiri. Mengambil outernya yang dia taruh di senderan kursi kerjaku.
Dilantai atas kalau sudah jam 06:00pm sudah sepi bahkan mungkin sekitar jam 07:00pm lampu sudah dimatikan, jadi dia keatas sendirian saat lampu sudah pada mati. Ketika dia masuk keruangan kerja kita dia kaget bukan main karna ternyata rungan kita dipakai mereka berkumpul. Bahkan di kursi kerjaku dia bilang ada gadis cantik yang sedang duduk disitu.
Dan ketika temanku ingin mengambil outer yang menggantung di kursiku, perempuan yang duduk disitu, yang tadinya menyender dia sedikit bangun supaya temanku bisa ngambil outernya. Sambil dia mengambil outernya dia bilang...
"Aduh maaf ya ganggu, saya mau ambil ini aja, ini lampunya saya nyalain aja yah biar terang." Dia sambil menyalakan lampu. Semenjak itu ruanganku tidak pernah di matikan lampunya, agar tidak jadi tempat mereka untuk berkumpul.
Nah karena kebetulan sedang cerita horror aku nyeletuklah, "Mba waktu itu aku ngeliat OB masuk keruangan itu tapi pas aku liat cctv dia lagi dibawah." Oh iya kebetulan saat itu OBnya masih baru dan masih memakai baju putih celana hitam jadi pas saat itu aku lihat dia masuk keruangan depan, aku hanya melihat baju putihnya.
Dan aku bilang "Aku ngeliat bajunya doang sih putih masuk ke ruangan itu."
Dengan santainya temanku ini bilang
"Oh rungan yang tengah itu yah? Iya emang ada itu perempuan pake baju putih disitu, tapi baik ko, mungkin cuman mau ngasih tahu aja dia disitu."
Dalam hatiku "Yaa.. gausah ngasih tahu juga, aku kan takut."
Terus aku bilang lagi "Aku juga ngeliat ada kepala, tapi rambutnya doang yang diliatin di sofa situ."
Terus dia jawab lagi dengan santai "Oh iya itu ada tinggi gede berbulu, dia dari kamar mandi situ, tapi ga ganggu ko pengen kenalan kali." Sambil senyum meledek
Dalam hatiku "Ya kenalan sampe 2 kali gitu males juga, siapa yang mau."
Pokonya itu menjadi pengalaman yang tak terlupakan, dan itu mungkin cerita terakhirku merasakan sesuatu yang berbeda. Karena semakin dewasa pemikirin kita jadi lebih realistis. Dan kesensitivan ku pun menjadi hilang seiring logika yang sering ku pakai.
Aku kalau mendengar suara apapun itu, selalu berpikir mungkin itu binatang. Jadi entah bagaimana aku bisa hidup normal kembali seperti biasa. Yang jelas berpikirlah rasional, mereka memang ada tapi kita punya kehidupan kita masing-masing.
~Untuk kalian jangan pernah takut akan hal seperti itu, sesungguhnya derajat kita sebagai manusia lebih tinggi dari pada makhluk lain yang Allah ciptakan.