Ojek daring dari dunia lain dan putri kerajaan
Catatan: Ini hanyalah pre-release dari judul cerita "Ojek Daring dari Dunia Lain" dan berikut adalah prolog + alpha version dari bab 1 nya.
Kemungkinan saat final version akan memiliki banyak perubahan nama tokoh, tempat dan lokasi.
•••
Indri terbangun di sebuah kamar yang mewah dan megah. Dia melihat sekelilingnya dengan bingung dan takjub. Dia tidak mengenali tempat ini sama sekali. Dia merasa seperti berada di dalam mimpi.
Dia mencoba mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Dia ingat dia sedang mengendarai sepeda motornya di jalan raya. Dia ingat dia sedang mengantarkan pesanan makanan kepada pelanggan. Dia ingat dia sedang berharap bisa hidup di dunia lain yang lebih baik.
Tiba-tiba, dia melihat sebuah mobil yang melaju kencang dan melanggar lampu merah. Mobil itu hampir menabraknya, tapi dia berhasil menghindarinya dengan refleks cepat. Namun, dia tidak menyadari bahwa ada kereta api yang sedang melintas di depannya.
Dia mendengar bunyi klakson yang keras dan mendesak. Dia menoleh ke arah sumber suara itu. Dia melihat kereta api yang besar dan panjang mendekatinya dengan cepat. Dia tidak punya waktu untuk menghindar atau berhenti.
Dia merasakan tubuhnya terhempas oleh benturan yang dahsyat. Dia merasakan tulang-tulangnya patah dan organ-organ dalamnya hancur. Dia merasakan darahnya membasahi pakaiannya dan aspal jalan. Dia merasakan nyawanya tercabut dari tubuhnya.
Dia merasa hidupnya berakhir.
Namun, ternyata itu bukan akhir dari segalanya. Saat dia terbangun, dia menemukan dirinya berada di dunia fantasi yang berbeda. Dunia yang penuh dengan sihir dan teknologi, di mana dia menjadi seorang ojek daring dari dunia lain.
Indri tidak tahu apa yang terjadi atau mengapa dia bisa reinkarnasi di dunia fantasi ini. Yang dia tahu hanyalah bahwa dia sekarang berada di tubuh Arini Elisea Elysia, seorang anak bangsawan yang memiliki segalanya.
Arini adalah putri dari Duke Elysia, salah satu keluarga bangsawan terpandang di kerajaan Elysia. Dia juga adalah sepupu sekaligus pemimpin cabang perusahaan Tiga Beruang di kota Livia, perusahaan pengiriman barang, makanan, dan penumpang yang dimiliki oleh sepupunya, Alinea.
Arini cantik, pintar, kaya, dan berbakat. Dia memiliki banyak teman dan penggemar yang mengaguminya. Namun, ada satu hal yang tidak diketahui oleh siapa pun. Arini sebenarnya telah meninggal karena dibunuh oleh seseorang yang iri padanya.
Siapa pembunuhnya dan apa motifnya? Apakah ada hubungannya dengan kecelakaan Indri di dunia modern? Apakah ada rahasia lain yang disembunyikan oleh dunia fantasi ini? Bagaimana Indri bisa beradaptasi dengan kehidupan barunya sebagai Arini? Bagaimana Indri bisa menemukan jati dirinya sebagai ojek daring dari dunia lain?
Semua pertanyaan itu akan terjawab dalam cerita ini
– Bab 1 -
Indri tidak pernah menyangka bahwa hidupnya akan berubah drastis setelah dia terbangun di dunia baru. Dunia yang penuh dengan fantasi dan teknologi, di mana dia menjadi seorang ojek daring dari dunia lain. Dunia yang penuh dengan petualangan dan bahaya, dimana dia harus menghadapi monster, musuh, dan rahasia lainnya.
Indri berlari sekuat tenaga menuju gua yang menjadi markas raja iblis. Dia tidak peduli dengan luka-luka yang menghiasi tubuhnya atau darah yang mengucur dari bibirnya. Dia hanya peduli dengan satu hal: menyelamatkan dunia ini dari kehancuran.
Di belakangnya, dia bisa mendengar suara-suara teman-temannya yang berteriak dan berjuang melawan pasukan raja iblis yang mengejar mereka. Dia bisa merasakan kekhawatiran dan kecemasan mereka. Tapi dia juga bisa merasakan kepercayaan dan dukungan mereka. Mereka percaya bahwa Indri bisa melakukannya. Mereka percaya bahwa dialah satu-satunya harapan mereka.
Indri tiba di depan pintu gua yang terbuat dari besi tebal. Dia melihat sebuah panel di samping pintu yang membutuhkan sebuah kode untuk membukanya. Dia mengeluarkan artifak berbentuk smartphone dari saku celananya dan menekan beberapa tombol di layarnya.
“Rin, tolong bantu aku buka pintu ini!” Indri berteriak kepada seorang gadis yang ada dalam layar artifak tersebut.
“Baik, tunggu sebentar yah..” Suara tersebut terdengar dari artifak itu. Gadis itu adalah asisten pribadi digital Indri, semacam kecerdasan buatan dimana fitur itu adalah kemampuan terhebat dari artifak yang bentuknya merupakan dan tidak lain tidak bukan adalah smartphone nya dari dunianya yang lama. Gadis itu bisa berkomunikasi dengan Indri melalui ponsel itu dan memberikan bantuan atau saran kepadanya.
“Udah bisa kebuka belum?” Indri bertanya dengan tidak sabar.
“Gak bisa, ada kata sandinya. Tapi tenang aja, aku punya petunjuknya.” Gadis itu menjawab.
“Apa petunjuknya?” Indri meminta.
“Petunjuknya adalah: nama orang yang paling kamu suka dan kamu cintai di dunia ini.” Gadis itu mengatakan.
Indri terdiam sejenak. Dia bingung dengan petunjuk itu. Nama orang yang paling dia sukai dan dia cintai di dunia ini? Siapa itu? Apakah itu pangeran yang tampan dan baik hati? Apakah itu kesatria yang gagah dan setia? Apakah itu pahlawan yang cerdas dan lucu? Atau apakah itu sahabat sejatinya, ataukah malah.… mantannya dari dunia asalnya?
Indri tidak bisa berfikir dengan jernih. Dia tidak begitu yakin akan perasaanya sendiri. Dia menyukai dan mencintai semua orang yang ada di dunia itu dengan cara yang berbeda-beda. Tapi dia tahu bahwa dia harus memilih satu nama untuk membuka pintu itu. Karena jika tidak, dia tidak akan bisa masuk ke dalam gua dan menghadapi raja iblis, orang yang mengirimkan Indri ke dunia ini dengan menggunakan artifaknya.
Indri mengambil napas dalam-dalam dan memutuskan untuk memasukkan nama yang pertama kali terlintas di pikirannya. Dia mengetik nama itu di layar artifaknya dan menekan tombol enter.
“Nama yang kamu masukkan adalah: …” Suara gadis itu terdengar dari artifak itu, namun namanya terlihat samar, entah mengapa.
Indri menunggu dengan tegang. Apakah nama itu benar? Apakah pintu itu akan terbuka?
Tiba-tiba, pintu itu berbunyi dan terbuka dengan sendirinya. Indri melihat sebuah cahaya redup dari dalam gua. Dia bisa merasakan aura jahat yang keluar dari sana.
Dia tahu bahwa raja iblis ada di sana. Dia tahu bahwa dia harus menghadapinya. Indri memasuki gua dengan hati-hati. Dia tidak tahu apa yang akan menunggunya di sana.
Dia tidak tahu apakah dia bisa kembali hidup-hidup. Tapi dia tahu bahwa dia harus melakukannya. Karena itu adalah takdirnya.
Dia melihat sosok pria yang duduk di atas takhta batu di tengah gua.
Pria itu memiliki rambut hitam panjang dan mata merah menyala. Wajahnya tampan tetapi dingin dan kejam.
Di tangannya, dia memegang sebuah cincin yang berkilauan. Cincin itu adalah artifak utama yang bisa menghubungkan dunia ini dengan dunia lain dan menyerap energi dari semua makhluk hidup di dalamnya.
Pria itu menoleh dan menatap Indri dengan tatapan penuh emosi.
Dia tersenyum lembut dan berkata: “Akhirnya kamu datang, Indri. Aku sudah menunggumu selama berabad-abad.”
Indri merasa ngeri mendengar suara pria itu. Dia mengenali suara itu.
Suara itu adalah suara orang yang pernah dia cintai di dunia asalnya.
Suara orang yang pernah menjadi suaminya di dunia asalnya.
Suara orang yang sekarang menjadi raja iblis di dunia ini.
“Namaku adalah…” namun namanya samar tidak terdengar sama sekali oleh Indri.
Indri hanya bisa menatap pria itu dengan takut dan bingung.
Itu adalah suara dari orang yang pernah ia kenal di dunia terdahulu.
Tapi apakah benar sosok itu dia?
Mungkinkah orang yang kini duduk di singgasana, dengan aura kelam yang menciptakan teror selama berabad-abad lamanya merupakan suami yang pernah sungguh ia cintai?
– bersambung –