#fiksi
#aksi
#zankokutaka
Inilah dunia yang kita tempati. Tempat yang diciptakannya segala sesuatu itu biner atau berpasangan, dimana siang ada malam, gelap ada terang, senang ada sedih, jantan ada betina, dan juga kebaikan ada kejahatan. Kejahatan adalah bentuk dari keadilan itu sendiri. Dari kejahatan lah terlihat kebaikan dari yang baik. Polisi tidak akan ada tanpa penjahat. Tidak ada yang jadi hakim jika tidak ada kriminal. Tidak ada pula eksekutor tanpa adanya seorang pembunuh. Manusia sudah diciptakan nafsu dan itu tidak dapat dielakkan. Namun, kejahatan tetaplah kejahatan. Tidak akan bisa sebuah kejahatan itu didiamkan begitu saja. Maka dari itulah diperlukan seorang pahlawan yang akan menghentikan kejahatan. Dan dari sinilah berawal berdiri nya sebuah organisasi yang dipercaya umat manusia. Di bawah birunya langit sore, seorang dengan rambut violet, dan mempunyai benang diantara kedua kelopak mata nya berjalan di pinggir kota Hamamatsu. Dia memasukkan kedua tangannya di saku celananya lantaran kini tengah musim gugur.
“Huuh” keluhnya “Membosankan sekali. Dasar manusia, mereka berbuat kejahatan, namun bertanggung jawab saja tidak mau. Dan yang lebih parahnya mereka padahal lemah”
Seketika dia melihat di dekat sebuah vending machine, seorang nenek-nenek yang hanya ingin mengganjal perut dengan roti yang ada disana diambil oleh seorang preman berbadan besar dan terlihat ada jahitan di pipinya.
“Hey nek kau kan sudah tua, jadi tidak perlu makan roti ini lagi” ucap si preman itu
“Hey, kembalikan rotiku” kata nenek itu.
“Lupakan rotinya, berikan saja padaku”
Sial memang. Nenek itu belum tentu orang yang mampu dan mungkin koin yang dia pakai itu koin terakhir. Dasar biadab.
“Hey, badan besar” ucap pria berambut violet itu “ kau pernah diajari sopan santun? ”
“Apa maumu, jahitan aneh? Ini bukan urusanmu” sela preman itu
“Tidak ada, hanya memberikan yang perlu dikembalikan”
Si preman itu pun mulai melayangkan sebuah pukulan tepat berada di wajah pria itu. Namun, pria itu dapat menghindari serangan itu dengan sempurna tanpa menyentuh nya sedikitpun. Padahal, mata pria itu direkat erat dengan wol merah dan sangat mustahil dapat menghindar sesempurna itu.
Mengetahui itu, sang preman pun mengganti dengan tangan satunya secara menyilang kembali melanyangkan tinju dan sama saja, refleks dari pria itu begitu begitu cepat. Kini gantian yang memukul preman itu adalah sangat pria dengan gaya uppercut di wajah nya. Sontak preman itu pun tidak bisa berbuat apapun. Sementara si preman belum jatuh, dia pun melayangkan satu genggam pukulan tepat di hulu hati si preman dengan pukulan uppercut. Bola mats preman itu kemudian berbalik dan mulutnya mengeluarkan busa. Dan tidak ada lagi tanda kehidupan dari sang preman. Dia sudah tewas di tempat gara-gara pertarungan itu. Nenek yang melihat itu pun panik karena melihat si preman itu mati. Ternyata ada polisi yang melihat kejadian itu dan banyak mobil polisi pun berdatangan kepada pria itu. Pria itu tidak dapat berbuat apa-apa. Dia ingin sekali lari, namun tidak tahu harus lari kemana. Tak lama kemudian seorang bermata hijau, mempunyai badan seperti anak kecil, memakai jubah putih dan sorban putih membawa lari si pria berambut violet. Mereka lari dan dikejar oleh banyaknya mobil polisi. Ketika kejar-kejaran berlangsung, pria kecil itu pun melihat ada sebuah gang. Mereka berdua pun bersembunyi di gang itu. Gerombolan mobil polisi tadi tidak ada yang sadar dimana kedua pria itu berada. Mereka melewati gang persembunyian mereka berdua begitu saja tanpa menyadari mereka berdua dimana.
“Alhamdulillah, mereka tidak menyadari dimana kita berada” ucap pria kecil itu
“Terimakasih banyak untuk mu. Kenapa kau melakukan.......” belum selesai bicara si pria kecil mendesis isyarat untuk diam.
“Jangan berisik, nanti ketahuan”
“Kau hanya mencari masalah dengan membantuku.”
“Lagian kau ceroboh sekali, kenapa kau malah membunuhnya?”
“Aku sebenarnya hanya ingin melumpuhkan nya, namun malah begini. Lagian kan dia yang salah”
“Kau tidak tahu ya? Dimana pun kau berada, kalau kau menghajar orang sampai mati kau akan diganjar hukuman. Dan yang lebih hebat nya tidak ada pengecualian untuk bela diri.”
“Dasar makhluk hina”
“Ya manusia memanglah makhluk yang berada didalam kerugian”
“Termasuk dirimu?”
“Kecuali yang berbuat baik dan saling memberi nasihat. Itupun entah dimana lagi akan kau temukan, termasuk saudara seimanku itu sendiri.”
“Harusnya aku tidak menghina mu. Padahal kan kau juga manusia.”
“Maksudmu kau bukan manusia?”
“Iya, ehm... Aku alien dari planet lain. Namaku ZEP-74-76. Namun, orang bumi memanggilku Shinigami.”
“Oh........ Baiklah. Namaku sebenarnya Abdullah bin Imran bin Yakhuzah, namun orang Jepang dari aku masih anggota Yoshofuku, aku dipanggil dengan Hikaru.”
“Senang bertemu dengan mu”
“Tunggu, aku akan mencarikan jalan aman menuju stasiun terdekat.”
Setelah mereka berhasil menuju kereta api terowongan bawah tanah, mereka berdua pun bercerita.
“Hikaru-san” ucap Shinigami “kau sempat bilang kau anggota sebuah kelompok, apa namanya itu, sangat aneh dan apa yang kalian lakukan di kelompok itu?”
“Oh, Yoshofuku. Itu anggota penjaga yang menjaga keamanan sekitar dari kejahatan malam”
“Semacam pahlawan?”
“Mungkin, tapi sebenarnya berlebihan. Menarik sekali, kau tidak pernah tahu organisasi ini?”
“Sama sekali tidak. Lagian aku mendarat di bumi baru semalam”
“Padahal kami penyelamat terkenal di Jepang ini melebihi polisi maupun kelompok anti politik Jepang”
“Lalu, apa yang terjadi pada kalian?”
“Kami memutuskan bubar karena kami dipaksa melawan para Yakuza. Padahal menurut ku, mereka orang yang baik. Bukan melawan rakyat kecil, namun para pembesar. Dan kau tahu, aku yang mempunyai kebijakan untuk bubar, padahal ketua nya bukan aku. Di luar itu juga, karena kami juga punya kesibukan juga, seperti aku yang melanjutkan S2 dan meninggal nya istri ketua kami itu.”
“Aku hanya ingin menyarankan bagaimana kita menemui ketuamu itu?”
“Untuk apa?”
“Kita buat organisasi pahlawan juga. Kalau dipikir-pikir ini bagus untuk masyarakat karena tahu ada pahlawan di sekitar mereka dan tentu mereka merasa sangat damai setelah mereka tahu itu”
“Terserah mu”
“Kenapa terserah ku? Kau tidak ingin”
“Aku juga masih merasa aneh membuat sebuah kelompok lagi”
“Aku berjanji ini bukan sekedar kelompok. Kita juga akan mengkader para pahlawan muda menjadi pahlawan di masa kelak. Karena kita akan berhenti, namun tidak dengan kejahatan. Maka dari itu aku mohon agar kau mau. Kau tidak berpikir kalau kita menjadi pahlawan dan mengkader para pahlawan betapa damainya dunia ini?”
“Kau nampaknya berhasil membujukku. Namun, seperti nya besok aku harus jaga kedaiku. Dia tinggal dan mempunyai perguruan dojo di bagian tenggara hutan bunuh diri. Namanya adalah Ryuken Arashi dan nama dojo nya Shiratori.”
“Oh ya, aku tinggal dimana?”
“Mungkin kau bisa tinggal di penginapan murah atau begini saja, walaupun kau alien, gimana kau menjadi tokoh agama?”
“Baiklah, kulihat banyak dari masyarakat negara ini menganut agama Shinto, maka aku akan tinggal di kuil”
Dan kereta api pun berhenti di stasiun Tokyo dan mereka pun berpisah.
Keesokan harinya, Shinigami sudah berada di hutan yang dimaksud Hikaru. Dia mulai sedikit merinding. Walaupun tempat itu hijau, namun disitu merupakan tempat bunuh diri terbesar di Jepang.
“Aneh sekali, seingatku manusia takut orang mati kerena mereka percaya bakalan menjadi hantu. Namun kenapa mantan ketua Yoshofuku tidak ketakutan sama sekali?” ucap sendiri Shinigami
Dia pun mulai berjalan dan melihat sekitar hutan itu. Dan ketika ingin menyusuri tempat itu lebih jauh, dia bertemu sesosok gadis cantik sedang duduk menyilang. Dia memegang pergelangan kakinya dan tersenyum ke arah Shinigami. Wajahnya manis sekali, namun wajahnya terlalu putih sehingga terlihat pucat.
(Inilah yang disebut hantu? Menyeramkan juga, ya)
Ucap Shinigami dalam hati melihat sosok itu. Dia pun kembali memberanikan diri melihat kedua kalinya gadis itu dengan seksama.
“Selamat datang” ucap gadis itu
“Eh, maaf. Bolehkah aku tahu dimana Shiratori?”
Gadis itu kemudian menunjuk sebuah gubuk dan satu-satunya tempat tinggal manusia di sekelilingmu hutan angker itu.
“Baik, Terima kasih”
Shinigami pun menuju depan gubuk itu. Dia pun mulai mengetuk pintu batako itu. Tak lama kemudian keluar seorang pria berusia senja berambut panjang ikal beruban dan berjanggut tipis.
“Permisi tuan, ingin bertemu Ryuken Arashi.”kata Shinigami
“Wah tepat sekali, aku orangnya. Ada apa memanggilku?” tanya kembali pria yang sudah dapat dikonfirmasi sebagai Arashi itu.
“Aku ingin bicara dengan mu”
“Kalau begitu masuklah”
Mereka pun bersama ke ruang tamu yang ada di gubuk itu dan di atas tatami sudah ada Hikaru yang semalam membawa dirinya kabur.
“Selamat pagi, Shin-chan” sapa Hikaru
“Heee... Kau juga datang?”
“Terkejut ya? Aku menyuruh istriku menjaga kedai.”
“Tidak kusangka kau akhirnya datang juga”
“Ngomong-ngomong, apa yang ingin kalian bicarakan?” tanya Arashi pada keduanya
“Aku harap kita bisa bekerja sama” ucap Shinigami
“Terus?”
“Kau dulu adalah ketua Yoshofuku dan itu merupakan hal hebat ketika negara ini ada penjaga nya, walaupun hanya di malam hari. Namun, aku ingin agar sekali lagi kau buat organisasi semacam itu bersamaku. Aku tidak akan meraup keuntungan, justru ini untuk kesejahteraan kita semua. Maukah kau?”
“Boleh saja, kau mempunyai tujuan mulia untuk menjaga tempat ini menjadi aman. Pasti kubantu kok. Hikaru juga sudah banyak bercerita tentang mu. Dia memang patut dijuluki wonderkid oleh orang-orang ketika dia masih Yoshofuku.”
“Omong-omong, tadi ada gadis berbanding merah duduk di tengah hutan menunjukkan jalan kesini. Itu siapa?”
“Salah satu anak muridku sudah berkeluarga. Dia adalah salah satunya. Namanya Kaze Yuzura. . Dimana kau jumpa dia? Dia sudah meninggal setahun yang lalu”
“Terus, itu siapa?”
“Adiknya yang berumur 3 tahun. Namanya Kaze Suzura. Dia bisa menduplikat jiwa dikarenakan mempunyai indra kedua belas.”
“Kenapa tidak menduplikat jiwa raja atau Ksatria saja, mana tahu itu berguna untuknya. Ayo datangi dia sekarang?”
“Kalau ingin menjumpai nya di rumah nya saja. Harus dengan jasadnya, sia-sia berbicara dengan arwah nya.”
Mereka pun sampai di rumah Suzura. Arashi mengetuk pintu rumah.
“Kizura, kau ada di rumah?” ucap Arashi
Dan seseorang pun menyambut Arashi yang berada didepan pintu. Dia berbadan atletis tapi ringan. Inilah ciri khas didikan Shiratori, berbadan atletis tapi tidak dipenuhi otot. Itu amat memudahkan mereka untuk bergerak dan melepaskan jurus yang diajarkan oleh Arashi.
“Ah, Arashi sensei” sumringah nya “sudah lama tidak jumpa. Silahkan masuk”
Mereka pun duduk di tatami yang telah tersedia di ruang tamu. Didepan mereka disajikan pula ocha untuk mereka minum.
“Resep ocha keluargamu tidak pernah gagal” ucap Arashi
“Iya terimakasih” senyum Kizura “Sensei ada perlu apa? Kenapa mendadak sekali menemui ku?”
“Aku ingin sekali bertemu dengan Suzura. Dia masih tidur, kan?”
“Ah, iya. Dia berbeda dengan anak yang lain. Dia dasar tukang tidur. Kalau kau ingin menemui nya tunggu sebentar lagi. Nn racikan ku selalu berhasil membangunkannya”
Kizura sebenarnya tahu Suzura ada indra kedua belas, tapi dia tetap sulit menerima anaknya tukang tidur di usia yang masih muda dan seingatnya usia itu masih susah disuruh tidur. Dan ia, secara kepribadian, Kizura suka anak rewel.
Kizura mengambil sebuah permen kecil dan meletakkan nya di toples. Dan secara ajaib, seorang anak dengan pipi merah dan rambut turun dengan sweater mendatangi ayahnya dan para tamu. Wah manisnya Suzura saat baru bangun tidur semanis permen yang akan ia makan.
“Ayah...” ucap Suzura “ayah buat pelmen ya?”
“Kau benar. Kalau mengantuk tidur lagi saja”
“Tidak kok, kalau ada pelmen mustahil tidul lagi.”
“Wah lihat siapa anak manis”
“Tentu saja aku, aku mau”
“Nah”
Kizura menyiapkan permen ke anaknya yang masih kecil dan manis sekali. Suzura pun melahap permen pemberian ayahnya dan mencoba merasakan manisnya permen persik buatan ayahnya.
“Manisnya.Ayah hebat soal buat pelmen” kata Suzura
“Katakan Hi pada paman – paman ini” kata Kizura
“Selamat siang, paman, petuah agung”
“Selamat siang” jawab Arashi yang dipanggil “petuah agung” itu.
“Hey anak manis, mau kuajak ke suatu tempat?” ucap Shinigami
“Ke mana paman?”
“Ke perpustakaan”
“Pelustakaan, sungguh?!! ”
“Tentu saja. Ayo kita ke perpustakaan.”
Mereka pun ke perpustakaan terdekat dari rumah keluarga Kaze. Mereka pun menuju ruang anak-anak karena tujuan utama mereka adalah Suzura yang merupakan anak-anak. Mungkin ketika dewasa banyak sekali cerita dewasa yang bisa menjadi referensi , namun itu tetap saja tidak cocok untuk anak-anak seperti Suzura. Maka dari itu perlu bacaan yang sesuai dengan dirinya.
Cerita anak-anak tentunya tidak sedikit yang berbobot kesatria sehingga masa kecil manusia di bumi begitu menggugah. Namun, Shinigami tidak begitu mengerti cerita apa yang cocok untuk anak-anak.
“Sial, aku tidak tahu cerita yang bagus untuk anak-anak.” keluh Shninigami
“Mungkin Hansel dan Gretel bagus , soal nya mengisahkan tentang rumah manisan. Dia kan suka permen” ucap Arashi
“Ketua” ucap Hikaru “aku malah takut dia shock karena hal itu. Jadi kuharap cerita lain yang tidak terlalu bikin trauma”
“Kalau begitu kau saja yang cari”
“Tidak bisa, aku juga ingin membaca di perpustakaan ini”
Hikaru pun pergi naik tangga untuk menuju lantai kedua karena disana banyak buku berat.
“Dasar kutu buku. Baiklah, akan kubacakan satu persatu buku disini dan dia harus bertema kesatria.”
Suzura hanya duduk tanpa tahu membaca. Wajar saja, usianya masih 3 tahun dan untuk cerita seperti itu perlu dibacakan.
Arashi mendatangi Suzura membawa buku berjudul “Wulan”. Bukannya suka, Suzura malah menggerutu karena masak seorang pria diselamatkan wanita? Bukannya terbalik?
Mengetahui itu, ArashiR memberi banyak cerita, namun ditolak oleh Suzura dengan mengeluh cerita itu membosankan.
Ini titik dimana Arashi jenuh mencarikan cerita untuk Suzura. Namun, mata Suzura terpatri oleh sebuah buku berbahasa Inggris dengan ilustrasi seorang pria mengangkat pedang diatas batu. Buku itu bertuliskan “King Arthur and the round table”
“Keren”takjub Suzura
“Maaf, bisa cari buku lain, aku.....”
“Tenang” potong Shinigami “Ryuken san boleh istirahat. Biar aku yang membacakannya untuk Suzura”
Dia pun mulai membacakan cerita itu dan terlihat mata Suzura berbinar-binar mendengar cerita raja Arthur. Shinigami lancar sekali menerjemahkan buku bahasa Inggris itu ke bahasa ibu mereka, bahasa Jepang.
Ketika cerita itu selesai. Suzura malah mengeluh sekaligus merengek karena cerita itu cepat habis. Kalau diceritakan kompleks, bisa-bisa dia tidur nantinya. Lagian yang dibacakan oleh Shinigami untuk anak-anak yang belajar bahasa Inggris. Dan buku aslinya sangat tebal.
“Ayo celitakan lagi” keluh Suzura
“Maaf”senyum Shinigami “Aku tidak bisa. Ceritanya sudah habis”
“Baca lagi, baca lagi, baca lagi”
Dan Suzura merengek dan menangis karena Shinigami berhenti menceritakan kisah apik raja Arthur.
Di tempat lain, Hikaru berasa di ruang referensi. Di sana banyak buku berjejer rapi. Hikaru ingin membaca buku yang berbau Misteri dan Distorsi. Dan tepat di sebelah nya ada seorang gadis berambut pirang, berkata biru dan memakai topi penyihir. Dia tengah mengambil buku tentang misteri hutan belantara.
“Kau menyukai buku misteri, yya”
“Tidak, aku hanya ingin mencari referensi untuk meningkatkan sihirku”
“Sihir kau bilang? Kau emang tahu sihir”
“Peringkat platinum” menunjuk sesuatu yang dia kalung ini “sekarang kau tahu kan kemampuan ku?
“Tidak, aku bahkan tidak tertarik mengetahui sihir mu”
“Kejam,orang lain berharap aku mengeluarkan sihirku namun kau malah tidak tertarik sama sekali?”
“Yah, aku takut sihirmu membahayakan orang atau kau salah gunakan”
“Maka dari itu aku mengkhianati aliansi”
“Kalau boleh tahu siapa namamu?”
“Usagi Mouri, di Rumania aku dikenal dengan nama Alicia Moore”
“Salam kenal, aku akan membuat sihirmu berguna.”
Dan secara kebetulan, Shinigami dan Arashi jumpa dengan Hikaru di lorong yang sama.
“Hey, Hikaru apa kabar. Itu siapa, seperti nya bukan orang Jepang” ucap Shinigami
“Kenapa repot-repot bertanya padaku? Tanya saja sendiri pada dirinya. Kau sendiri apa yang kau lakukan? ” tanya kembali Hikaru
“Mencari buku Raja Arthur yang lebih besar. Dia ngotot minta buku raja Arthur yang lain.”
“Ruang fiksi berada disebelah, kau lihat saja sendiri”
“Tunggu dulu” ucap Usagi “Kau bilang sihirku bakal berguna? Bagaimana? Siapa kalian yang percaya diri mengatakan seperti itu?”
“Kalau ingin bicara nya enak, duduk saja, jangan berdiri .”
Mereka pun duduk dan membahas tentang mereka yang ingin membuat kubu pahlawan dan juga menawarkan Usagi bergabung dengan mereka.
“Baik aku bergabung. Sudahkah kalian membuat nama?”
“Pakai nama lama organisasi saja, Yoshofuku” saran Shinigami
“Tidak, nama aneh. Walaupun aku yang beri nama itu entah kenapa kini aku muntah mendengar nama itu.”
“Mungkin the Heroes cocok” saran Usagi
“Membosankan. Kesan hebat tidak dapat ditimbulkan. Mungkin cari dengan nama ganas seperti hewan buas” saran Hikaru
“Hewan buas, wild Rayon(Lion) mungkin?” saran Ryuken
“Tidak, singa cukup untuk penguasa. Tidak dengan kita. Kita memposisikan diri sederajat dengan orang dalam layanan kita itu saja yang mana artinya hewan lain”
“Kalau diingat-ingat, lambang negara Amerika kan elang. Bagaimana dengan kata kunci elang? ”
Ide bagus Usagi itu mendapat respon positif dari Hikaru.
“Iya, soal elang bukan saja Amerika, Mesir pun meletakkan lambang elang yang konon bermakna ketulenan dan ini juga mengingatkan ku pada cerita Amr bin Ash dari Mesir dan itu bertemakan Toleransi”
Dan kemudian, Arashi mulai angkat bicara.
“Elang pun bisa setiap saat memburu. Mempunyai pengawasan yang tajam tanpa dua nya”
“Namun kuharap agar namanya lebih ganas” saran Shinigami
“Zankokutaka(elang yang kejam), gimana?” saran Hikaru
“Baiklah, dengan ini kita sepakat Zankokutaka adalah nama kita.