Belumnya muncul cahaya matahari. kau bahkan sudah menghangatkan tubuh ini, sambil menaikan tubuhmu yang begitu hangat.
Suami " Sayaaang apakah sudah pagi? " sambil memelukku dari belakang dengan suara yang berat.
" iya sayang. hanya saja matahari belum turun, pergilah mandi agar tidak tergesa gesa pergi kerja nanti " sambil menyelimuti bayi mungil kita.
Pelukanmu makin erat kau menarik selimut lebih tinggi lagi. Terasa kau memasukkannya
" emm, sayang "
perlahan kau gerakan aku tersenyum karna bayi kita juga mulai bangun karna mungkin dia merasa badannya terguncang tapi kau masih tetap melanjutkan.
suara bayi kita mulai membesar karna kita tidak mengharukannya
" sayangg, anak kita suda bangun " sambil memegang erat tanganmu
" i..iyaaa sayaang beri aku waktu lagi " ucapmu agak terbata.
Usainya, kita langsung beranjak ke kamar mandi. aku bersih bersih dan kamu mandi
setelahnya aku deluan bergegas karna putra kecil kita suda bangun.
Sambil menyiapkan sarapan, kau menggendong putra kita.
" Sayang mungkin hari ini aku lembur " Ucapmu sambil mencium leher belakangku
" iyaa saayang "
Selsai itu kau berangkat pergi kerja setelah sarapan bersama.
Aku yang sibuk mengurus putra kecil kita juga membereskan seisi rumah dll.
hingga pesan darimu ( sayang aku sudah di kerjaan) hanya aku baca dari luar whatsapp.
hingga sore tiba aku kerjaan rumah baru selesai, tinggal lagi menjaga putra kita.
Malam pun tiba, suara mobilmu sudah terdengar kalau kau sudah sampai rumah.
*mengetik pintu*
" Saayang "
aku yang sedang mengasihi tidak bisa bangun untuk membukakan pintu.
" Maaf sayang Aku dikamar, pintu nya tidak terkunci " *sambil berteriak*
" pasti lagi nyusuin, kasian istriku "
*gumammu*
setelah selesai menidurkan putraku, aku langsung menghampiri mu yang duduk di meja makan.
"Saayang! "
"Iyaa sayang, kemarilah " *berdiri*
belum sempat aku mendekatimu, kau lebih dulu merangkul pinggang ku
"Ahh! " *ucapku kaget*