Aku tidak tahu berapa kali aku sudah bereinkarnasi. Aku hanya tahu bahwa setiap kali aku mati, aku akan terlahir kembali sebagai orang lain, di tempat dan waktu yang berbeda. Aku tidak pernah ingat kehidupan-kehidupanku sebelumnya, kecuali saat aku menulis. Ya, menulis adalah satu-satunya cara bagiku untuk mengingat siapa aku sebenarnya.
Aku selalu menulis tentang reinkarnasiku yang paling menyebalkan. Reinkarnasi yang membuatku menderita dan menyaksikan penderitaan orang lain. Reinkarnasi yang membuatku merasakan rasa sakit, ketakutan, kesedihan, dan kemarahan yang luar biasa. Reinkarnasi yang membuatku membenci dunia ini.
Seperti reinkarnasiku di Hiroshima saat terjadi bom atom. Aku terlahir sebagai anak laki-laki yang ayahnya adalah tentara Jepang. Aku melihat ayahku melakukan harakiri, bunuh diri dengan menusuk perutnya sendiri, karena tidak mau menyerah kepada Amerika. Aku melihat ibuku yang juga ikut melakukan harakiri di samping ayahku, karena tidak mau hidup tanpa suaminya. Aku digendong oleh paman dan bibiku yang berusaha menyelamatkan aku dari kota yang hancur. Tapi akhirnya kami semua mati karena ledakan nuklir yang terlalu besar. Aku merasakan panas yang membakar kulitku, tulangku, dan organku. Aku merasakan rasa sakit yang tak tertahankan, dan kemudian abu.
Atau reinkarnasiku di Indonesia saat baru merdeka. Aku terlahir sebagai anak perempuan yang ibunya adalah pelacur dari PKI, Partai Komunis Indonesia. Aku dibunuh saat lahir oleh tentara-tentara anti komunis yang menyerbu markas PKI. Aku tidak sempat melihat wajah ibuku, atau mendengar suara tangisannya. Aku hanya merasakan pisau yang menusuk dadaku, dan kemudian darah.
Atau reinkarnasiku di Kamboja saat terjadi genosida. Aku terlahir sebagai anak laki-laki yang keluarganya adalah petani miskin. Aku dibunuh oleh Khmer Merah, kelompok komunis radikal yang menguasai negara itu. Aku tidak sempat menikmati masa kecilku, atau berharap masa depan yang lebih baik. Aku hanya merasakan tembakan yang menghujani tubuhku, dan kemudian lubang.
Dan masih banyak lagi reinkarnasi-reinkarnasiku yang lain. Semuanya menyebalkan dan mengerikan. Semuanya membuatku bertanya-tanya, apa tujuan hidupku? Apa kesalahanku? Apa yang harus kulakukan?
Aku tidak pernah mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaanku itu. Aku hanya terus bereinkarnasi, tanpa tahu kapan akan berhenti. Aku hanya bisa berharap bahwa suatu hari nanti, aku akan mendapatkan reinkarnasi yang panjang dan bahagia. Reinkarnasi yang akan memberiku makna dan kepuasan.
Tapi harapan itu sepertinya tidak akan pernah terwujud. Karena sekarang, aku sedang mengalami reinkarnasiku di Indonesia lagi. Reinkarnasi yang seharusnya lebih nyaman dan damai dari reinkarnasi-reinkarnasiku sebelumnya. Tapi ternyata tidak.
Aku terlahir sebagai anak laki-laki yang berprofesi sebagai penulis di umur 14 tahun ini. Meski kurang terkenal sih hehe soalnya dari sekian banyaknya reinkarnasi ini adalah yang pertama aku menulis novel. Novel tentang reinkarnasiku yang paling menyebalkan.
Tapi novel itu tidak laku di pasaran. Tidak ada yang mau membaca kisah-kisah tragis dan mengerikan itu. Mereka lebih suka membaca kisah-kisah romantis dan lucu yang menghibur mereka. Mereka tidak peduli dengan sejarah dan kenyataan yang pahit.
Aku merasa kesal dan kecewa. Aku merasa tidak dihargai dan tidak dimengerti. Aku merasa tidak ada gunanya menulis novel itu. Aku merasa tidak ada gunanya hidup di dunia ini.
Aku melihat sekelilingku. Aku melihat Indonesia yang sekarang. Aku melihat banyak masalah yang terjadi di negara ini. Korupsi, sampah, pemalsuan ijazah, nepotisme, penipuan, dan lain-lain. Aku melihat banyak orang yang egois dan bodoh. Aku melihat banyak orang yang menghancurkan hasil perjuangan para pahlawan yang sudah berjuang mati-matian demi kemerdekaan.
Aku merasa sedih dan marah. Aku merasa tidak tahan dan tidak sabar. Aku merasa ingin mengakhiri hidupku. Aku merasa ingin bereinkarnasi lagi.
Tapi aku tidak bisa. Karena reinkarnasi ini adalah reinkarnasiku yang terakhir.
Aku tahu itu karena aku mendengar suara yang mengatakan padaku:
"Ini adalah reinkarnasimu yang terakhir. Kamu tidak akan bereinkarnasi lagi setelah ini. Kamu harus menerima hidupmu apa adanya, dan berusaha memperbaikinya. Kamu harus mencari tujuan hidupmu, dan berusaha mencapainya. Kamu harus menemukan makna hidupmu, dan berusaha memenuhinya."
Suara itu adalah suara yang selalu menggema di dalam tidurku
Dan sekarang, aku takut.