Aku tidak tahu berapa kali aku sudah bereinkarnasi. Aku hanya tahu bahwa setiap kali aku mati, aku akan terlahir kembali sebagai orang lain, di tempat dan waktu yang berbeda. Aku tidak pernah ingat kehidupan-kehidupanku sebelumnya, kecuali saat aku menulis. Ya, menulis adalah satu-satunya cara bagiku untuk mengingat siapa aku sebenarnya.
Aku selalu menulis tentang reinkarnasiku yang paling singkat. Reinkarnasi yang hanya berlangsung beberapa detik, atau bahkan kurang dari itu. Reinkarnasi yang tidak memberiku kesempatan untuk hidup, untuk mencintai, untuk bermimpi. Reinkarnasi yang membuatku merasa kosong dan hampa.
Seperti reinkarnasiku yang pertama. Aku terlahir sebagai bayi yang meninggal saat dilahirkan. Aku tidak sempat melihat wajah ibuku, atau mendengar suara ayahku. Aku hanya merasakan sakit yang luar biasa, dan kemudian gelap.
Atau reinkarnasiku yang kedua. Aku terlahir sebagai anak perempuan yang dibunuh oleh tentara saat perang. Aku tidak sempat bermain dengan teman-temanku, atau belajar di sekolah. Aku hanya merasakan ketakutan yang mencekam, dan kemudian darah.
Atau reinkarnasiku yang ketiga. Aku terlahir sebagai anak laki-laki yang tenggelam saat berenang di sungai. Aku tidak sempat menikmati alam yang indah, atau menjelajahi dunia. Aku hanya merasakan sesak yang menyiksa, dan kemudian air.
Dan masih banyak lagi reinkarnasi-reinkarnasiku yang lain. Semuanya singkat dan menyedihkan. Semuanya membuatku bertanya-tanya, apa tujuan hidupku? Apa kesalahanku? Apa yang harus kulakukan?
Aku tidak pernah mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaanku itu. Aku hanya terus bereinkarnasi, tanpa tahu kapan akan berhenti. Aku hanya bisa berharap bahwa suatu hari nanti, aku akan mendapatkan reinkarnasi yang panjang dan bahagia. Reinkarnasi yang akan memberiku makna dan kepuasan.
Tapi harapan itu sepertinya tidak akan pernah terwujud. Karena sekarang, aku sedang mengalami reinkarnasiku yang paling singkat dari semua reinkarnasi-reinkarnasiku sebelumnya. Reinkarnasi yang hanya berlangsung satu kata.
Aku terlahir sebagai kata.
Kata ini:
Reinkarnasi.
Dan sekarang, aku mati.