Dua bulan sudah wati dan yono mengarungi bahterah rumah tangga,tetapi belum juga ada tanda-tanda kehamilan dalam diri wati,kerinduan kedua orang tua Yono untuk cepat -cepat menimang cucu mereka sia-sia, waktu berjalan terus tapi Wati pun belum hamil juga, Tiba -tiba ibu yono datang di rumah mereka dan berkata,
" Wati kamu koh, belum hamil juga ya,? Jangan -jangan rahim kamu itu ada masalah ny,? Wati hanya mendengar ungkapan ibu mertua ny itu ,dengan penuh sabar tapi di dalam hati ny sangat sakit sekali mendengar tekanan kata-kata ibu mertua ny itu, dan ibu yono itu terus berkata lagi," cepat lah berkemas wati karena hari ini ibu akan mengantar kamu ke dokter untk memeriksa rahim kamu itu, dan wati pun hanya bisa menerima dan memaklumi semua ajakan Ibu mertua nya itu,padahal satu bulan menikah wati pernah mengajak yono ke dokter untk memeriksa kesehatan mereka, ternyata mereka itu di nyatakan sehat -sehat aja, dan wati pun bergegas berangkat mengikuti ajakan ibu mertua ny itu, sesampai ny di rumah sakit setelah selesai pemeriksaan wati,dokter memanggil ibu yono dan berkata," bu, putri ibu ini rahim nya sehat ,bu, tidak ada masalah dengan rahim ,ny, mungkin karena faktor kecapaian dan sering stres maka pembuahan sel telur dalam rahim ny lambat,tadi aku sdh memberikan juga vitamin untuk di bawah pulang minum di rumah,kata dokter itu ,trus meninggal kan ibu yono krn masih ada pasien lagi yang dia tangani, terus ibu yono mengajak wati pulang ke rumah,dan sesampai di rumah ibu yono menyuruh wati meminum vitamin dari dokter tadi ,dan dia berkata lagi kepada wati," seandai nya tahun ini kamu belum hamil juga,saya akan menyuruh yono untuk mencari istri lagi yang bisa memberi saya cucu, dan sembari berkata ,ibu itu beranjak meninggal kan wati dan kembali ke rumah nya .sementara yono, setiap hari pulang di rumah dalam keadaan bau alkohol ,dan mabuk -mabukan, sementara dengan susah payah wati menafkai hidup mereka dengan berjualan kue-kue di depan rumah mereka .
Tok,..tok ..tok ..pintu rumah di ketok yono dengan keras ny, tapi karena masih dalam keadaan ngantuk dan cape,wati lambat membuka kan pintu rumah mereka, tiba-tiba suara tendangan pintu terdengar lagi dan wati berlari membuka pintu rumah itu, alangkah terkejut setelah pintu rumah di buka, tamparan keras menghantam pipi wati,dan dengan merasa kaget dan sakit,wati menangis terisak-isak, dan keluar lah kata-kata kotor laki-laki itu,dan berkata,"Dasar kamu wati,istri pemalas kamu hanya enak-enak tidur suami pulang saja tidak di bukan kan pintu dasar kamu wanita mandul, bagaikan petir menyambar hati wati, dengan sakit tamparan yono dan kata- kata suami nya itu sungguh menyiksa diri ny, sampai-sampai terkadang dia ingin mengakhiri hidup ny itu karena tekanan batin yang dia rasa kan, rumah tangga yang dia bangun selama ini tidak ada lagi kebahagian yang dia dapati hanya pukulan ,cucian maki,dan air mata,dan belum lagi keluarga yono yang sering menekan wati agar segera puny anak, berapa tersiksa ny wati saat ini.
Dan yono pun berani kan diri membawa seorang wanita di rumah mereka dan memperkenal kan kepada wati ,calon istri ny,dan berkata,"wati aku ingin memperkenal kan ke pada mu calon istri aku yang akan memberi keturunan buat ku,lalu wati menjawab suami ny itu ,
" Mas ,aku rela di madu,kalo memang itu yang membuat mas bahagia ,aku iklas mas,! Sambil menetes air mata wati menjawab omongan suami nya itu,akhir ny setelah beberapa bulan kemudia yono pun menikahi wanita itu, dan setelah pernikahan mereka berjalan wanita tadi pun tidak di karunia anak juga, dan yono semakin hidup dalam kekesalan melihat kehidupan nya yang sudah dua kali menikah pun tidak di beri keturunan,kekesalan yono pun berdampak pada diri wati, dan wati sering di pukul dan di permalu kan oleh suami nya itu, akhir nya dengan keadaan tak berdaya lagi wati menceritra kan semua kejadian itu pada orang tua ny,dan orang tua wati sangat kecewa dan meminta anak nya itu untuk mencerai kan yono,akhir ny wati menerima keputusan dan dia pun mengajukan perceraian ,akhir pengadilan agama merestui mereka dan mereka bercerai dan kini wati pun telah sah bercerai dengan yono. Kesendirian ny wati menjalani kehidupan nya, akhir nya wati memutus kan untuk berangkat keluar daerah untk mencari pekerjaan, dan sampai di sana wati di terima bekerja di toko roti, dan wati pun bekerja dengan semangat nya untuk menafkai hidup nya di rantauan ,dengan kembali menghirup udara bebas tanpa hidup dengan seorang suami yang arogan. dan melihat gesit dan keuletan yang di miliki wati ,sangat senang pemilik toko itu kepada wati, tiba- tiba pemilik toko itu memangil wati dan berkata," Nak makasih yea kamu sudah banyak membantu di toko kami dan banyak membantu memajukan usaha kami,boleh kah ,aku meminta sesuatu dari mu ,nak,,? Lalu jawab wati," emang nya ,itu sudah kewajiban ku ,karena aku bekerja di sini,pak, lalu wati bertanya lagi ,emang bapak mo ,minta apa pak,? Lalu jawab pemilik toko itu," saya ingin menikah kan mu dengan putra saya satu-satu nya,karena saya ingin toko roti ini kalian berdua yang mengelola ny,karena sekarang bapak ini sudah tua nak,! Jawab pemilik toko itu dengan penuh harap dari wati.
Akhir ny dengan segala pertimbangan dan restu kedua orang tua nya,dan wati pun menerima lamaran anak pemilik toko itu, dan tak pernah tersangka pun oleh wati takdir pun berkata lain ,wati sudah menikah dengan anak pemilik toko roti itu dan wati pun sekarang sedang mengandung, anak dari suami nya itu.
terdengar lah di teliga yono dan keluarga nya bahwa wati sekarang sudah menikah dan sedang hamil, betapa kecewa nya hati yono dan keluarga nya mendengar bahwa sekarang wati sudah menikah dan sedang mengandung , dan yono pun menyesali selama ini perbuatan nya, kepada wati, karena dia sering menyiksa wati, tapi apa mau dikatakan ,penyesalan tidak bisa merubah takdir, karena wati sekarang telah bahagia dengan suami nya, lagi menanti kan kelahiran anak pertama mereka.