Aku adalah seorang mahasiswa di sebuah kampus swasta ternama di sebuah kota, namaku Amelia dan aku merupakan anak rantau dari daerah yang lumayan jauh. Berkuliah dan belajar mandiri adalah cita-citaku yang aku dambakan dari kecil. Namun dengan keadaan ekonomi keluarga yang kurang mendukung aku memaksa untuk pergi merantau sendirian tanpa tau tentang apapun dikota ini.sebenarnya aku seneng dengan belajar dan kuliah seperti anak normal pad umumnya, namun keadaan ekonomi ini memaksaku untuk berpikir keras untuk mencukupi kebutuhanku sehari-hari dan kuliahku. Sebagai anak yang bisa dikatakan melek dengan pelajaran aku sering kali mencari uang tambahan dengan mengerjakan tugas temen-temenku. Aku juga bekerja paruh waktu di salah satu rumah makan, cape si iya pasti. Kadang juga aku iri dengan teman-teman yang bisa kuliah aja dengan santainya tanpa harus memikirkan biaya, bisa main dan nongkrong di manapun dan kapanpun. Saat ini ditapiskan dulu pemikiran itu, aku yakin pasti bisa melewati ini. Ini juga kemauanku jadi aku harus bisa bertanggung jawab, lebih giat lagi bekerjanya dan semangat.
Pada suatu hari aku bertemu dengan seorang laki-laki yang lebih tua dari aku, umur laki-laki tersebut sekitar 28 tahun. Tapi menurut aku muka dan umur sangat berlawanan, dia seperti orang yang masih berumur 23 tahun. Dia sangat menyukaiku dan berkata inggin bertemu denganku, ajakan itu aku iyakan karena aku juga sebagai cewe inggin merasakan jalan dan ngobrol dengan seorang laki-laki. Malam ini adalah malam Minggu dia ngajak aku nongkrong disebuah kafe yang gak begitu jauh dari apartemennya. Oh ya kenalin nama laki-laki itu adalah Tama, dia bekerja di salah satu perusahaan sebagai spv. Singkat waktu aku udah selesai kerja, kebetulan aku lahi gak ada tugas Karena masih semester awal juga jadi gak terlalu banyak tugas. Dia jemput aku lalu kamipun pergi dengan manaiki sebuah mobil. Sampailah kami di kafe yang cukup fancy menurut aku Karen aku jarang banget pergi nongkrong cuma untuk ngobrol kayak gini, kadang aja nongkrong Karena mau ngerjain tugas aja, itu aja aku sering nolak ajakan teman- teman dengan alasan sibuk padahal lagi berhemat huhu. Sesampainya di kafe kami langsung ambil menu dan mencari tempat duduk. Setelah itu kami order dan dia membuka obrolan, menurut aku si ya dia orangnya banyak tanya dan agak menyebalkan. Tapi aku jawab aja seadanya, bukan hanya itu ternyata dia juga punya sifat kebapakan dan menurut aku untuk ukuran cowo dia sangat peka . Gak tau kenapa aku merasa nyaman banget sehingga tanpa aku sadari aku udah over shering sama dia, aku menceritakan tentang keluarga, kuliah hingga kegiatan aku sehari-hari. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam, aku pun berencana akan pulang, namun dia mengajakku untuk pulang bareng, aku gak enak untuk nolak biasalah ya orang gak enakan emang kayak gini. Saat perjalanan pulang dia juga ngajak aku becanda dan aku merasa agak heran kenapa dia gak nanya arah jalan pulang, ah mungkin dia sudah tau dalam pikiranku. Hingga tibalah dipersimpangan ke apartemen nya dia langsung masuk sontak aku kaget, kenapa dia bawa aku kesini. Aku langsung nanya dan dia jawab dia mau ngambil sesuatu di apartemennya dan minta aku untuk ikut. Awalnya aku curiga namun dia berusaha meyakinkan aku kalau dia gak punya maksud apa-apa, aku pun setuju untuk mengantarnya. Apartemen nya ada di lantai 6, kami naik lift karena kalo pake tangga cape. Suasananya apartemen nya sepi ya mungkin karena udah malam juga kali ya, sampailah kami di depan kamar yang bernomor 607. Awalnya aku berniat untuk menunggu diluar aja namun dia mempersilahkan aku masuk, aku udah berusaha menolak namun dia dengan pandainya membujuk dan meyakinkanku kalau dia gak punya maksud apa-apa. Aku pun akhirnya menurut saja setelah aku masuk diikuti oleh Tama, tiba-tiba dia langsung mengunci pintu, aku kaget gak kepalang katanya dia inggin aku menghabiskan malam dan bersantai dengan dia. Aku berusaha untuk mencari cara supaya bisa keluar tapi gak bisa, pengen nangis tapi udah gede malu juga didepan orang. Lali-laki itu nyturuh aku minum dan aku menurut saja, setelah minum aku merasa agak pusing dan sangat mengantuk. Pandanganku kabur dan aku terlelap dan aku gak ingat apa-apa. Setelah pagi aku terbangun sekitar pukul sembilan pagi, aku melihat seseorang terbaring di sampingku. Aku langsung melotot dan mendapati diriku tidak mengenakan sehelai benang pun, aku gak ingat apa-apa, aku gak tau apa yang terjadi tadi malam. Aku langsung bergegas mencari baju-bajuku, aku menemukan baju-bajuku di lantai dan berceceran. Dengan pelan-pelan aku memakai kembali pakaianku, kulihat laki-laki itu masih terlelap dan tidak merasa terganggu sama sekali. Setelah selesai mencari barang-barangku, aku langsung menuju pintu aduhh kuncinya mana ya, aku coba cari-cari dan ketemu di dekat dompetnya si laki-laki itu. Aku ambil kuncinya lalu aku sangat berhati-hati membuka pintunya agar tidak menganggu, dan yupp berhasil akupun buru-buru keluar dan menutup kembali pintu kamar itu. Ternyata diapartement ini lumayan ramai penghuninya yang berlalu lalang ada yang lagi liburan, ada yang lagi beraktivitas seperti biasa. Akupun langsung menuju lift dan langsung keloby, untuk pulang aku memesan Goride, untung saja jarak antara apartemennya dengan kosku gak terlalu jauh. Setelah sampai kos aku langsung nangis histeris gak tau kenapa itu terjadi begitu saja bahkan sama orang yang baru beberapa bulan aku kenal.