Kalian pasti pernah dengar istilah cinta monyet kan? Iya, perasaan cinta yang dirasakan saat masih ABG, biasanya sih terjadi diusia-usia anak SMP, ya meskipun belakangan ini sering kita lihat anak yang masih SD sudah mengenal istilah cinta dan bahkan ada yang terang-terang bahwa mereka adalah sepasang kekasih dan kita yang sudah dewasa malah kalah sama mereka, hahaha mengelikan memang tapi, itulah yang terjadi saat ini.
Ngomong-ngomong soal cinta monyet, akupun pernah merasakannya disaat aku masih SMP, rasanya itu kagum, cinta, suka sampai gak karuan deh rasanya, dia itu cowok tampan, warna kulit dia itu sawo matang, hidung mancung, tinggi dia? Normallah untuk ukuran laki-laki seusianya waktu itu, pokoknya dia cowok populer disekolah pada masanya, banyak cewek yang suka dengan dia ditambah dengan dia jago makin bertambah pulalah cewek yang suka dia. Sedangkan aku, hanya diam dengan segala kagum ku sama dia, aku tak ingin seperti cewek-cewek lain yang begitu memperlihatkan ketertarikannya terhadap dia. Aku merasa insecure dengan wajahku yang mungkin tidak cantik, meskipun selalu ada yang bilang aku ini cantik tapi ntah kenapa tetap saja rasanya tidak.
Delapan tahun sudah berlalu, terkadang aku masih saja mengingat si dia, si cinta monyetku, di segala kesibukanku dengan tugas-tugas kampusku, apakah dia masih seperti dulu? Atau sudah berubah? Terkadang aku selalu senyum sendiri bila mengingatnya, betapa dekatnya kita karena kebetulan kita pun selalu satu kelas, tapi aku tak pernah ingin akrab dengan dia, padahal dengan teman-teman cowok lain aku selalu akrab, tapi entah kenapa dengan dia rasanya selalu tak bisa seakrab dengan yang lain, aku selalu menjawab seperlunya saja ketika bertanya kepadaku, tak seperti cewek lain yang akan senang jika ditanya olehnya, tapi tidak denganku yang selalu menampakkan biasa saja walaupun hatiku asli berlompatan karena kegirangan disapa, ditegur, ditanya oleh dia hahaha naif memang diriku ini.
"Hey, boleh aku ikut duduk disini? " Pinta seorang pria yang tiba-tiba datang dan menyadarkanku dari lamunan konyolku.
"Oh, ya...ya... Silahkan! " Tanpa menunggu lama orang itu pun langsung duduk.
"Sorry, sepertinya tadi aku mengagetkanmu ya? "
"Oh tidak sama sekali tidak kok" meskipun dalam hatiku berkata sebaliknya.
"Oh, kirain, loe lagi apa sendiri aja disini? sambil senyam-senyum lagi"
"Eh sorry gak papa kan kalau ngomongnya 'loe gue'" Ucapnya lagi.
"Oh gak papa santai aja, ini gue lagi baca novel online, ceritanya seru bikin gue jadi senyam-senyum sendiri deh" Padahal yang terjadi bukan seperti itu, tapi itu salah satu caraku jika lagi ngelamunin si dia biar orang gak ngagapku gila hahaha.
"Oh, kirain kesambet" Dengan entengnya
"Dih maksud L? "
"Eh, engga gitu engga gitu, maksudnya eumm" Jawabnya dengan kikuk sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Udahlah gak papa santai aja" Dia menghembuskan nafasnya lega. "Oh iya sepertinya, loe mahasiswa baru ya disini? " Karena memang aku tak pernah melihat dia sebelumnya.
"Iya, gue mahasiswa baru disini"
"Oh pantesan gak pernah lihat soalnya"
"Yap" Sambil terus menatapku dengan detail, seolah sedang menerka-nerka padaku.
"Emmm, loe Alya kan? " Tanyanya yang membuat ku kaget, "kok dia bisa tahu nama gue" Ucapku dalam hati.
"Iya, kok tahu sih, loe cenayan ya? "
"Hahaha bukan" Sambil tertawa, "Ini gue Ilham, teman SMP loe"
Seketika rasanya waktu seolah berhenti, apa aku gak salah dengar, pria yang dihadapanku saat ini adalah cowok yang selalu aku kagumi, aku sukai yang nama cinta monyetku itu namanya Ilham, dan sekarang dia ada di depan ku.
"Ilham? Yang jago basket itu? " Memastikan apakah benar itu dia.
"Iya Al, ini gue Ilham"
Oh Tuhan mimpi apa aku semalam, orang yang selalu datang kepikiranku tak pernah permisi itu kini ada di hadapanku. Kini dia berbeda, dia sekarang agak sedikit berewokan dan memakai kacamata yang membuatku tak mengenalnya.
"Oh ya, gue ingat, apa kabar Ham? Sudah lama ya tak bertemu? " Mungkin ini kali pertama dalam hidupku dan hidupnya, aku menanyakan kabarnya duluan.
"Ya, kita sudah tak bertemu semenjak lulus SMP dan untuk kabar gue seperti yang loe lihat, kalau loe pa kabar"
"Alhamdulillah baik-baik"
Akhirnya obrolan pun mengalir begitu saja, aku yang dulu terkesan biasa saja dihadapannya dan tak pernah banyak bicara, sekarang aku merasa nyaman dan enak ngobrol dengannya. Sampai dia pun keheranan sendiri.
Waktu teruslah berlalu, kita pun semakin dekat, tak seperti dulu aku yang terkesan sering menjauh dengannya, sekarang kita begitu dekat dan terkadang menghabiskan waktu berdua, meskipun kedekatan kita tidak lebih dari teman.
"Al, kamu mau tau gak? sesuatu yang tak pernah aku kasih tahu keorang lain? "
"Emang apa Ham? " Jawabku dengan begitu penasaran.
"Dulu tuh aku suka sama seorang cewek"
"Ah ela gue kira apaan Ham? " Potongku sambil ketawa.
"Ih, dengerin dulu napa! Jangan dipotong ok! " Bujuknya, aku pun hanya mengakat jari jempol ku dan menggukan kepalaku.
"Tapi nih ya Al, cewek ini tuh beda dengan cewek lain, menurut ku dia itu unik, dia itu susah buat aku deketin, dia bakal ngomong atau ngobrol sama aku kalau aku tegur duluan Al" Aku hanya mengaguk-ngaguk dengan semua cerita dia.
"Mau tau gak? Namanya siapa?" Dengan mengakat alisnya yang tebal.
"Emangnya siapa? " Sambil membuka tutup botol mineral.
"Kamu" Dengan entengnya, sedangkan aku kaget mendengarnya sampai tersedak untungnya airnya gak muncrat.
"Uhukk...uhukk...loe bercandakan? "
"Enggak aku gak bercanda" Dengan entengnya lagi, tapi matanya mengatakan bahwa dia benar-benar serius dengan ucapannya.
Aku? Saat mendengarnya gak karuan rasanya, senang, bingung campur aduk deh.
"Alya, aku tuh beneran suka sama kamu, dari jaman kita SMP, kamu tuh beda dari yang lain, disaat cewek lain selalu mendekatiku tapi kamu hanya diam dan melihat ku dari jauh, saat cewek lain selalu senang aku sapa, tapi kamu malah biasa saja, itulah yang membuat ku suka dan jatuh cinta sama kamu. " Sambil menggenggam kedua tanganku. "Al kamu tuh cinta monyetku yang berubah jadi cinta pertamaku" Sambil terus menggenggam tanganku.
Ternyata aku dan dia sama dan aku tersenyum geli mendengar pengakuannya itu.
"Kamu mau tau gak? Sesuatu yang orang gak tau tentang aku? "
"Emang apa Al? "
"Kamuu, adalah, cinta monyetku juga"
"Hahahaha"
"Hahahaha"
Tawa kita bersama setelah mendengar pengakuan kita masing-masing. Lucu memang.
"Jadi kamu mau gak? Cinta monyetmu itu jadi cinta pertamamu juga? Dan jadi teman hidupku selamanya?" Sambil mengeluarkan sebuah kota yang berisi cincin.
Aku menganga dengan tanganku menutup mulut ku, aku terkejut bukan main selain mengukapkan cintanya padaku ternyata dia juga melamar ku.
"Yaa aku mau" Dengan anggukan penuh keyakinan, dia pun langsung mengenakan cincin itu kepada jari manis ku yang ternyata pas. Kami berpelukan bahagia, rasanya yang sama-sama kami pendam selama bertahun-tahun itu berakhir bahagia.
Ternyata Cinta Monyetku berubah menjadi Cinta Pertamaku dan menjadi Cinta Sejati.