Dahulu kalau ada sekelompok keluarga yang hidup bahagia terdiri dari sang ayah, sang ibu serta putri mereka.
Tetapi kebahagiaan mereka tidak bertahan langsung lama ketika putri mereka meninggal dalam kecelakaan.
Kematian putri mereka membuat mereka sedih dan putus asa dan setelah acara pemakaman seorang nenek tua datang untuk menghibur sang ayah dan sang ibu dengan memberikannya sebuah amplop.
Isi amplop itu terdapat sebuah biji tanaman serta catatan keterangannya yang berjudul..
"Bibit Kebangkitan"
"Apa-apaan ini!!? sungguh omong kosong!!" Kata sang ayah
Sang ayah yang tidak percaya langsung memasukkan biji dan catatan itu ke dalam amplop dan melemparkannya ke tong sampah.
"Ayo kita pergi!" Kata sang ayah
Sebelum pergi sang ibu diam-diam mengambil amplop itu dan memasukkannya ke dalam tas.
Malam itu suasana keluarga menjadi semakin suram sejak kematian putri mereka lalu sang ibu diam-diam menuju ke gudang dan membaca isi keterangan dari amplop itu.
"Pertama campurkan abu seseorang yang sudah mati ke dalam pupuk kemudian masukkan pupuk dan tanah ke dalam pot, kemudian buat sebuah lubang di tengah pot dan masukkan bibit itu kedalam lubang tersebur setelah itu tutupi permukaan lubang tanah pot dan anda akan segera menyiramnya sampai bibit itu tumbuh seutuhnya sehingga jiwa yang mati akan segera terlahir kembali"
Setiap hari kerjaan sang ibu di gudang hanyalah menyiram pot tanaman yang berisi bibit kebangkitan itu dan membuat sang ayah merasa khawatir dengan perilaku sang ibu.
Setelah beberapa hari sang ayah berencana untuk mengunjungi sang ibu yang sedak sibuk bekerja.
Lalu sang ibu menemui sang ayah dengan wajah gembira nan seram.
"Sayang syukurlah kau pulang aku punya sesuatu untukmu" Sang ibu
"Istriku dengar aku.. " Kata sang ayah
"Ayolah sini masuk kau pasti akan segera terkejut" Kata sang ibu
Sang ibu pun memperlihatkan sebuah pot tanaman yang berisikan sebuah bunga dengan kepala seorang anak balita yang berwajah menyeramkan dan cara berbicara yang aneh.
"Apa-apaan ini!?" Kata sang ayah
"Aku tahu kamu tidak percaya tetapi perkataan nenek tua tentang bibit itu benar, bunga ini adalah putri kita" Kata snag ibu
"Ma... Ma.... " Kata bunga berkepala manusia itu
Sang ayah pun hanya terdiam dan syok melihat wujud putri mereka yang sudah lahir kembali dengan sosok yang berbeda dan sudah bukan manusia.
"Dengan begini kita sudah bertiga lagi sekarang kita bisa hidup bahagia selamanya" Kata sang ibu
Sang ayah yang tidak tahan melihat wujud yang menyerupai putri mereka langsung menjatuhkan pot beserta bunga berkepala manusia itu secara bersamaan sehingga sebuah darah hijau bercipratan ke mana-mana dari pot sampai bunga berkepala manusia itu menjerit dengan sang ibu yang berteriak histeris secara bersamaan.
AIIIIEEEEE!!!!!!!!!
TIIDDDAAAAKKKKK!!!!!!!!!!!
"Dan satu lagi jangan beri dia air sebanyak mungkin, itu bisa merusak perubahannya ..."