Hah hari ini sangat cerah ya,aku harap hari ini adalah hari yang menyenangkan. Semoga aja. Hai nama ku Viona Thalita, aku sekarang sudah kelas 2 SMA. Hari ini hari yang cerah.
Saat jam pelajaran ke-4 aku merasakan rasa ngantuk sekali, aku mencoba untuk menahannya tapi sangat sulit untuk ditahan. Tapi karena aku tak tahan lagi maka dengan terpaksa aku tertidur.
Aku terbangun ketika mendengar bunyi bel istirahat berbunyi, hah rasanya langit begitu cerah sekali. Rasanya aku merasakan tenang sekali saat ini, ku harap aku tetap merasakan hal ini.
"Hei Vio, kenapa kamu terus tidur sihhh" Ujar teman ku yaitu Rita Syakilla.
"Oh kamu Kila, aku entah kenapa ngantuk banget lah" Jawab ku.
"Emangnya kamu bergadang semalaman hah?" Tanya nya.
"Hehe iya Kil, aku semalam nonton anime lah" Jawab ku sambil tertawa kecil.
"Owalah Vio Vio, emang kamu nonton anime apa?" Tanya nya lagi sambil menggeleng kan kepala sebentar.
"One Piece, habis seru banget sihhh" Jawab ku sambil tersenyum.
"Yaudah lah, lain kali jangan bergadang lagi" Jawab nya.
"Oiyah kamu mau ikut ga?" Tanya nya.
"Kemana?" Tanya ku balik.
"Kantin lah" Jawab nya.
"Engga lah, aku mau dikelas aja" Jawab ku.
"Yaudah lah, mau nitip ga?" Jawab dan tanya nya.
"Engga deh makasih" Jawab ku.
"Yaudah deh, aku pergi ya" Jawab nya.
Aku hanya mengangguk kepala ku saja,pada saat itu kelas sangat sepi sekali. Tidak ada suara satu pun, aku melihat gorden jendela tertiup angin. Rasanya tenang dan sejuk sekali, aku pun langsung berdiri menuju ke jendela.
Saat aku sudah sampai, aku melihat ada seorang lelaki yang berdiri disana sambil membaca buku. Entah kenapa tak sadar kalau aku sedang tersenyum, dan seseorang itu pun melihat ku sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.
Aku sangat terkejut karena hal itu, aku melihat sekitar tetapi tidak ada orang hanya aku yang ada disini.
Saat aku melihat orang itu, aku melihat ekspresi nya seperti bingung gitu. Apa karena aku tidak balas lambaian tangannya ya?
Aku pun balas lambaian tangannya, aku melihat dia sangat senang. Dan seseorang pun memanggil namaku.
"Vio!" Ujar seseorang itu yaitu rupanya teman ku dari kelas sebelah yaitu Hanny Karina.
"Oh kamu Han, ada apa?" Jawab ku.
"Aku mau balikkan buku nih" Jawab nya.
"Buku?" Tanya ku dengan bingung.
"Iya buku novel yang ku pinjam 3 hari yang lalu loh Vio" Jawab nya.
"Oiyah baru ingat" Jawab ku samb menerima buku itu.
"Makasih ya, aku balik ke kelas ya. Soalnya dah mau masuk nih tinggal 2 menit lagi" Jawab nya sambil membalikkan badannya.
Aku hanya tersenyum saja, dan tidak lama kemudian bel pun berbunyi. Semua murid buru-buru masuk ke kelas.
Dan aku ingin melihat orang tadi, rupanya orang tadi sudah tidak ada disana. Aku berpikir kalau orang itu kembali ke kelas nya.
Tapi aku kepikiran kenapa dia tersenyum dan melambaikan tangannya padahal kami tidak saling kenal satu sama lain.
Tapi aku tak menghiraukan hal itu lagi, guru mata pelajaran selanjutnya pun masun ke kelas. Dan pembelajaran sudah di mulai.
*Bel pulang pun berbunyi*
Hah akhirnya pulang, lelah nya.
"Vio!!! Tunggu akuu" Ujar Kila sambil berlari.
Aku pun berhenti berjalan, dan menunggu.
Kila pun sampai tempat dimana aku berhenti, lalu kami berjalan bersama.
Tapi tiba-tiba aa seseorang berbisik di telinga ku.
"Hai Vio, aku senang bisa melihat mu lagi" Ujar seseorang itu dengan suara yang lembut.
Aku pun langsung berhenti.
"Ada apa Vio?" Tanya Kila.
Aku hanya terdiam saja dan melihat ke depan, aku melihat laki-laki itu lagi tapi dari belakang nya saja. Aku hanya berdiri terdiam saja.
Kila menyadarkan ku dengan memegang bahu ku dan menggoyangkannya.
"Vio! Ada apa?!" Tanya nya.
Aku pun tersentak, dan langsung melihat Kila.
"Tidak apa-apa kok Kil, yuk kita lanjut jalan lagi. Nanti takutnya ketinggalan bus" Jawab ku sambil lanjut jalan lagi.
Aku melihat ekspresi Kila seperti heran dan kebingungan gitu, tapi aku masih penasaran siapa orang itu ya.
Kami pun sampai di halte bus, dan bus nya sudah sampai di halte lalu kami masuk dan duduk.
Kila turun duluan karena tempat pemberhentian kami berbeda. Aku melambaikan tangan ku ke Kila dan ia pun membalas lambaian tangan ku.
Bus nya pun bergerak lagi, dan akhirnya tempat pemberhentian ku sudah sampai. Lalu aku turun dan berjalan lagi.
Saat aku berjalan, aku merasakan bahwa ada seseorang mengikuti ku dari belakang. Aku pun panik dan berjalan dengan cepat, tapi aku penasaran siapa orang yang di belakang ku.
Saat aku berhenti dan aku melihat kebelakang bahwa orang itu adalah oang yang ku lihat saat istirahat itu. Dan juga orang yang berbisik pada ku.
Aku pun lega karena orang yang di belakang ku itu adalah orang yang satu sekolah dengan ku. Lalu aku lanjut berjalan dengan santai.
"Vio" Ujar orang itu.
Yup aku terkejut bahwa orang itu memanggil ku tiba-tiba.
Aku pun menoleh ke belakang, aku melihat seseorang itu seperti ingin menangis. Dan tiba-tiba ia berlari ke arah ku dan memeluk ku.
Aku terkejut akan hal itu, tapi saat aku tau dia menangis aku pun tidak melepaskan pelukan itu. Dan membalas pelukan itu.
"Ada apa? Kenapa menangis?" Tanya ku dengan lembut.
Tapi dia hanya diam saja, tapi tiba-tiba beberapa menit dia menjawabnya.
"Aku sangat merindukanmu" Jawab nya.
Hah merindukan ku, kenapa? Apa kami sering bertemu ?
Aku bingung dan heran ,tapi yasudah lah.
"Rindu?! Apakah kita pernah saling dekat?" Tanya ku.
"Kamu mungkin melupakan ku tapi, aku ingin kamu tau bahwa aku akan selalu mencintaimu dimana pun kamu berada" Jawab nya.
Hah maksudnya apa ya, aku bingung ada apa ini ya?
"Maksudnya?!" Tanya ku balik.
Ia pun melepaskan pelukan nya itu. Dan tersenyum lembut lalu berkata.
"Kumohon bangun lah, sayang ku" Jawabnya dengan lembut.
"Bangun?! Aku kan sudah bangun, dan kenapa kamu panggil aku sayang?" Tanya ku dengan heran.
"Karena kita adalah sebuah warna yang indah" Jawab nya.
Aku semakin bingung akan hal yang dia bicarakan.
"Kamu bingung ya, tapi saat kamu sudah bangun maka kamu tidak akan bingung lagi" Jawab nya.
"Kamu harus janji akan mengingat wajah ku ini, nama ku Haru" Lanjut nya lagi.
"Sampai jumpa lagi Vio" Ujar nya sambil pergi dan melambaikan tangan.
Aku masih terheran-heran akan hal itu, apa maksud perkataan nya ya?.
Aku pun langsung bergegas pulang ke rumah dan akhirnya sampai di rumah.
Aku makan malam bersama keluarga ku dan setelah makan aku pergi ke kamar. Tapi aku tidak bisa lupa perkataan nya itu.
Tapi karena aku lelah, aku pun langsung istirahat. Dan tertidur.
*Bangun*
Ahh badan ku kenapa sakit semua ya, padahal baru saja pulang sekolah. Aku terbangun dan melihat sekeliling.
Betapa terkejutnya aku bahwa aku sedang di rumah sakit, aku melihat keluarga ku sangat senang saat aku bangun.
Aku belum sempat bertanya kepada keluarga ku, apa yang sebenarnya terjadi. Dari kejadian kemarin dan tiba-tiba aku sudah ada disini.
*2 hari setelahnya*
Aku pun akhirnya di pulangkan ke rumah. Aku langsung pergi ke kamar. Aku masih mengingat orang yang bernama Haru dan perkataan nya.
Aku baru ingat kalau aku memiliki pacar yaitu Riandra, aku ingin sekali menelepon nya tapi aku punya ide untuk memberi kejutan padanya.
*Besoknya*
Aku pun ke sekolah, semua orang melihat ku. Dan saat aku ke kelas, aku melihat Kila disana. Dan aku menyapa nya.
"Hai Kila!!" Sapa ku
"Ha-hai Vio" Jawab nya dengan terkejut.
Aku melihat ekspresi Kila seperti takut dan terkejut, aku penasaran kenapa ia seperti ini ya padahal kemarin enggak deh.
Aku pun duduk di tempat duduk ku, sambil melihat ke jendela luar. Langit tidak secerah kemarin ya tapi tak apa lah yang penting semoga aja hari ini adalah hari menyenangkan.
Tapi tiba-tiba Andra pacarku masuk ke kelas.
"Sayang ku" Ujar nya.
Aku senang dan mau menjawab nya tapi semua orang terdiam saat itu. Aku bingung apa yang terjadi.
"Vi-Vio kamu sudah sadar ya" Ujar nya dengan takut.
"Iya sayang" Jawab ku sambil tersenyum.
"Oh i-itu selamat ya" Jawab nya.
"Iya" Jawab ku sambil tersenyum lebar.
*Bel berbunyi dan pembelajaran pun dimulai*
*Bel istirahat*
Aku seperti biasa tidak ingin ke kantin karena malas keluar. Tapi saat aku lihat Kila keluar kelas, tapi ada yang berbeda biasanya dia menawarkan ku ke kantin tapi kenapa sekarang tidak ya.
Karena rasa penasaran ini pun aku mengikuti nya. Saat mengikuti nya aku rasa ini bukan lah jalan menuju kantin.
Saat ia sampai aku bersembunyi, dan aku melihat Andra disana. Mereka berpelukan, aku masih merasakan bahwa mereka kan teman.
Saat aku ingin pergi dari situ, aku mendengar pembicaraan mereka.
"Sayang gimana dong Vio sudah sadar, ga bisa lagi kita berduaan" Ujar Kila.
"Tenang ya Sayang, besok aku putus darinya kok" Jawab Andra.
"Yang benar ya" Jawab Kila.
"Iya sayang" Jawab Andra.
Hati seperti ingin hancur dan menangis tapi aku bingung apa yang sebenarnya terjadi. Sahabat ku sendiri merebut pacar ku padahal aku sahabat nya.
Tapi saat ingin menangis, tiba-tiba ada seseorang yang meletakkan earphone di telinga ku. Aku mendengar lagu di earphone tersebut, saat aku melihat nya dia adalah Haru.
Dia pun memeluk ku dan membawa ku pergi dari situ, aku pun menangis dan dia masih memeluk ku.
Beberapa menit kemudian aku sudah tenang, lalu aku meminta maaf padanya.
"Tidak apa-apa kok, yang penting kamu mengingat ku Vio" Jawab nya dengan suara yang lembut dan sambil tersenyum lembut.
"Kamu tau apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya ku tanpa ragu.
Dia menganggukkan kepalanya.
"Kamu koma selama 4 bulan, kamu koma karena Andra dan Kila" Ceritanya.
"Mereka merencanakan hal itu, aku ingin menghentikannya tapi aku bingung."
"Mereka mendorong mu dari lantai 4 ke lantai 1, karena Kila adalah sahabat mu maka mereka menjadi sangat mudah melukai mu" Ceritanya.
Aku kesal dengar cerita itu, aku ingin menghampiri mereka berdua tapi Haru menahan ku.
"Tak apa-apa, jika ada masalah bilang ke aku aja ya" Ujar nya.
Aku hanya mengangguk saja, dan mengucapkan terima kasih. Besok nya Haru sering membantu ku di sekolah maupun di luar sekolah, kami sering bersama-sama di setiap waktu luang.
Dan dimana aku yang duluan yang memutuskan Andra.
Saat aku dan Haru di perpustakaan, Haru berkata sesuatu.
"Kamu ingat yang aku katakan padamu waktu itu?" Tanya nya.
"Hmm sebentar" Jawab ku sambil mengingat kembali.
Aku ingat bahwa dia pernah bilang dia mencintai ku, wajah seketika panas dan memerah.
"Jadi apa jawab mu?" Tanya nya sambil tersenyum.
Aku menutup muka ku, tapi ia membuka nya dan menahan tangan mu sambil tersenyum lebar.
"Bo-boleb ulang?" Tanya ku balik.
"Aku mencintaimu Vio, apakah kamu mau menjadi pacar ku?" Ujar nya.
"HM iya" Jawab ku.
Dia pun sangat senang, dan langsung memeluk ku.
Kami semakin sangat dekat, kemanapun kami selalu bersama hingga tamat sekolah. Kami melanjutkan kuliah yang sama.
Dan akhirnya kami menikah dan mempunyai 2 anak yang imut sekali. Anak laki-laki dan anak perempuan.
Note :
"Aku akan terus mencintaimu dimana pun dan kapanpun kamu berada. Aku akan selalu ada untuk mu dan menjaga mu"
-Haru & Viona