Arial memutuskan untuk membakar semua mayat kobold yang tergeletak di sana. Dengan menggunakan tongkat sihir Arial, Arial pun mengeluarkan api yang menyelimuti tubuh mereka. Mayat-mayat kobold terbakar dan menjadi abu di lorong yang sunyi ini.
Setelah selesai membakar mayat-mayat tersebut, Arial melanjutkan perjalanan di lorong ini. Arial berjalan lebih jauh dan menyadari bahwa lorong ini mulai melengkung ke kanan. Cahaya redup dari obor tetap siap menerangi langkahnya.
Setelah beberapa saat berjalan, Arial tiba di sebuah pintu yang terletak di ujung lorong. Pintu ini terbuat dari kayu tebal dengan ukiran simbol magis yang rumit. Ini tampak seperti pintu yang memiliki perlindungan sihir
Arial memutuskan untuk membuka pintu itu secara paksa. Ia menyentuh permukaan pintu dan mengucapkan mantra yang bertujuan untuk melawan perlindungan sihir yang mungkin ada di pintu ini. Energi magis memancar dari tangan Arial ke pintu, menyebabkannya bergetar sebentar sebelum akhirnya terbuka dengan cepat.
Setelah pintu terbuka, Arial melihat sebuah ruangan yang terang benderang. Ruangan ini terhias dengan indah, dindingnya dilapisi dengan kain berwarna-warni dan dihiasi dengan ornamen-ornamen mewah. Di tengah ruangan, ada meja ukiran yang dipenuhi dengan barang-barang berharga seperti permata dan emas.
Namun, saat Arial melangkah masuk ke ruangan, keadaan berubah dengan tiba-tiba. Kain-kain di dinding berubah menjadi semacam tangan bayangan yang mulai meraih ke arah Arial. Barang-barang di meja mulai berubah menjadi monster-monster terkecil yang bergelombang mendekati Arial.
---
Arial menyadari bahwa Arial harus mengeluarkan sihir terkuat untuk mengatasi ancaman dari bayangan dan monster-monster ini. Dengan tekad yang kuat, Arial mengumpulkan energi magis di dalam dirinya.
Ia pun mengucapkan mantra tertentu dan memfokuskan energi itu ke tongkat sihirnya. Begitu Arial merasa siap, Arial pun melepaskan ledakan energi yang dahsyat ke segala arah. Gelombang sihir menyapu ruangan, menghancurkan bayangan dan monster-monster kecil itu. Semuanya berubah menjadi asap dan menghilang.
Setelah kejadian itu, ruangan kembali ke keadaan semula. Dinding dan meja tidak lagi hidup dan bergerak. Arial melihat bahwa ada sesuatu yang menarik di ujung ruangan: sebuah peti kayu besar dengan ukiran yang rumit.
Arial mendekati peti kayu besar dengan hati-hati. Peti itu memiliki ukiran yang rumit dan terlihat sangat kuat. Setelah memeriksa, Arial pun melihat ada kunci di tasnya yang cocok dengan kunci yang mengunci peti kayu tersebut.
Arial perlahan memasukkan kunci itu ke lubang kunci dan memutar. Kunci itu bergeser dengan sempurna, dan dengan suara "klik", peti kayu terbuka.
Ketika peti terbuka, sinar cahaya memancar keluar, menerangi ruangan dengan keindahannya. Di dalam peti, terdapat harta karun yang berkilauan. Permata berwarna-warni, gulungan gulungan kertas bertuliskan mantra ajaib, dan gulungan peta yang menjanjikan petunjuk berharga.
Anda mengambil semua harta karun yang ada di dalam peti. Permata yang berkilauan, gulungan mantra ajaib, dan gulungan peta yang misterius, semuanya Anda letakkan dengan hati-hati di dalam tas petualangan Anda.
Setelah mengambil harta karun tersebut, Anda berniat melanjutkan perjalanan ke sebuah desa untuk membeli perbekalan yang sudah habis menggunakan teleportasi yang ia dapatkan dari hadiah di dalam peti tadi
ia mengeluarkan batu teleportasi dari dalam tas petualangannya. Setelah mengucapkan mantra teleportasi, Arial mengarahkan batu tersebut ke desa terdekat.
Sekejap mata, Arial tiba di desa dengan aman. Desa ini terletak di tepi hutan yang rimbun dan penuh dengan kehidupan. Penduduk desa menyambut Arial dengan ramah, menawarkan bantuan dan perlindungan.
Arial memutuskan untuk mengambil waktu sejenak untuk memulihkan diri dan merencanakan langkah berikutnya. Desa ini menawarkan toko peralatan, tukang sihir, dan mungkin peluang untuk menemukan kawan baru sebelum petualangan berlanjut.
Arial memutuskan untuk mencari informasi seputar Lorong yang ia lewati sebelumnya. Arial pun menemukan seorang tua yang sedang duduk di depan toko peralatan. Dengan sopan, Arial menyapa dan bertanya padanya tentang lorong tersebut. Tua itu menjawab dengan berhati-hati, "Ah, lorong yang gelap itu dikenal sebagai Lorong Kegelapan Abadi. Katanya, hanya mereka dengan keberanian sejati dan kemampuan bertahan yang kuat yang bisa melewatinya."
Dia melanjutkan, "Lorong itu penuh dengan jebakan mematikan, makhluk-makhluk yang ganas, dan rintangan yang sulit. Kabarnya, juga tersembunyi sebuah harta karun legendaris di dalamnya. Tetapi, sangat sedikit yang berhasil kembali dengan selamat."
Setelah mencari informasi seputar Lorong abadi itu Arial melanjutkan langkah berikutnya yaitu mengumpulkan Kawan yang kuat untuk menaklukkan Lorong Abadi tersebut
Arial bertanya kepada penduduk desa apakah ada petualang lain yang tertarik untuk bergabung dengan Arial.
Penduduk desa menunjuk ke arah seorang pria tegap yang berdiri di dekat tukang sihir. "Yang itu adalah Gaius, seorang prajurit yang terkenal dengan kekuatannya. Dia sering berpetualang di wilayah sekitar dan mungkin tertarik untuk bergabung dengan Anda," kata penduduk desa.
Arial mendekati Gaius dan memperkenalkan diri serta menjelaskan niatnya untuk menjelajahi Lorong Kegelapan Abadi. Gaius tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Saya tertarik dengan petualangan ini. Saya akan bergabung denganmu, tetapi pastikan kita sudah siap dengan perlengkapan dan kesiapan yang tepat."