Arial melihat ke dalam kaca dan melihat diri Arial sebagai seorang manusia. Arial memiliki rambut gelap yang panjang, kulit berwarna sedikit pucat, dan mata berwarna biru yang memancarkan kekuatan magis. Arial mengenakan jubah hitam yang berlapis emas, menandakan status sebagai seorang Mage.
Arial memilih profesi sebagai Mage, seorang ahli sihir yang menggunakan kekuatan magis untuk mengendalikan elemen dan melawan musuh. Sebagai Mage, Arial memiliki pengetahuan yang mendalam tentang mana dan mampu mengeluarkan mantra magis yang kuat.
Arial mendekati peti kayu dan membukanya. Di dalamnya, Arial menemukan beberapa barang yang menarik. Ada sebuah buku berkulit tua dengan simbol-simbol aneh yang terukir di permukaannya, sebuah tongkat sihir dengan inti kristal yang berkilauan, dan sepasang sarung tangan yang terbuat dari bahan yang terlihat kuat.
Arial pun mengambil semua barang dari peti kayu. Kini Arial memiliki buku berkulit tua dengan simbol-simbol aneh, tongkat sihir dengan inti kristal yang berkilauan, dan sepasang sarung tangan yang kokoh.
Setelah Arial mengambil barang barang dari peti kayu iapun melanjutkan perjalanan dan keluar dari kamarnya, Arial yang awalnya terbangun di tempat itu sangat bingung ia berada dimana dan ia sedang mencari tahu dimana keberadaan dirinya sekarang
Lorong ini memiliki dinding batu dengan lampu redup yang tergantung di langit-langit.
Arial melangkah pelan-pelan, mendengarkan desiran langkah kaki Arial yang memantul di sepanjang lorong yang sunyi. Setelah beberapa saat berjalan, Arial tiba di persimpangan yang memisahkan dua jalan. Di depan Anda, terdapat sebuah tangga menuju ke bawah yang terlihat misterius. Di sebelah kanan Arial, terdapat sebuah pintu berukuran besar dengan ukiran ajaib yang menghiasi permukaannya. Sementara itu, di sebelah kiri Arial, lorong tampak terus berlanjut ke dalam kegelapan.
Arial memilih untuk melanjutkan perjalanan di lorong yang masih terlihat gelap. Arial melangkah dengan hati-hati, membiarkan sarung tangan Arial menyentuh dinding dingin. Suara langkah kaki Arial bergema di sekitar lorong yang sepi.
Ketika Arial terus berjalan, Arial dapat melihat cahaya yang samar-samar di ujung lorong. Seperti api yang menyala redup. Perlahan-lahan, cahaya semakin terang dan Arial menyadari bahwa itu berasal dari sebuah obor yang terletak di dinding. Di sekitar obor, ada beberapa gambar-gambar aneh yang terukir di batu, tampak seperti simbol-simbol magis.
Saat Arial mendekati obor, ada suara gemerincing logam yang terdengar. Arial menoleh dan melihat sekelompok kobold kecil yang muncul di ujung lorong, senjata mereka bersiap untuk pertempuran!
Arial mengambil posisi bertempur dan mempersiapkan serangan terhadap kobold-kobold tersebut. Arial pun menggenggam kuat tongkat sihir dan melontarkan mantra sihir yang Arial pelajari. Energi magis memancar dari tongkat, membentuk bola api yang meluncur menuju kobold-kobold itu.
Bola api menghantam salah satu kobold, membakar pakaiannya dan melukainya. Namun, kobold yang lain segera membalas dengan melemparkan pisau mereka ke arah Arial. Insting cepat Arial memungkinkan Arial menghindar dari serangan pisau tersebut.
Kobold-kobold itu terus menyerang dengan gigih, namun keahlian dan sihir Arial membantu melawan mereka. Arial menggunakan mantra pelindung dari buku sihir dan mengirim serangan energi dari tongkat sihir. Secara bertahap, kobold-kobold itu menjadi lemah dan Arial berhasil mengalahkan mereka.
Setelah pertempuran berakhir, lorong menjadi sunyi. Arial melihat korban kobold yang tergeletak di lantai, tubuh mereka terbakar dan berlumuran darah. Namun, kobold-kobold ini tampaknya tidak memiliki harta yang berarti.