Langkah kaki lembut terdengar oleh indra telinga diiringi oleh alunan irama lonceng yang mengalir di setiap gerakan kakinya
Baju putihnya menutupi kulit seputih giok miliknya. Kaki-kaki mungil putihnya sangat kontras di atas rerumputan hijau.
Gelang kakinya melilit erat di kaki jejangnya. Tangannya terulur untuk mengambil mawar putih nan indah yang berada dihadapannya dengan perlahan.
Rambut panjang berwarna putih seperti salju menutupi punggung rampingnya. Pipinya bersemu merah merona seperti musim semi yang dipadukam dengan bibir merah seperti bunga mawar.
Helai-helai rambutnya menempel di pipinya seolah sedang membingkai wajah cantik itu. Bulu mata tebal itu berkedip seperti sayap kupu kupu yang sedang terbang ke ladang bunga.
Mata berair berwarna biru laut itu bersinar seperti mengandung jutaan bintang. Tetapi bola mata indah yang berair itu entah mengapa tersirat akan rasa sedih yang sangat menyesakkan.
Bibir merahnya menekuk ke bawah. Mawar putih yang bermain di tangannya itu di bawa ke dalam pelukannya, seolah-olah ia sedang memeluk seseorang.
Setetes kristal bening meluncur ke pipinya tanpa pemberitahuan. Mawar putih yang berada di dekapanya menjadi basah karena air mata.
Perlahan ia mengangkat mata yang berair itu mengarah ke langit malam yang dipenuhi oleh berjuta bintang yang bersinar di atas sana.
Bibir merahnya bergerak seolah sedang mengumamkan sesuatu.
"Aku merindukan mu."