Minggu adalah hari libur yang ditunggu kaum rebahan, malas beraktivitas.
Ada yang hanya ingin rebahan di rumah menghilangkan penat selama satu minggu beraktivitas dan ada pula yang berencana akan berlibur.
Junaedi memilih opsi pertama, Junaedi memilih bersantai rebahan di rumah, dan parahnya Junaedi aka selalu merasa kurang dengan liburnya.
“Junaedi bangun sudah siang, nanti kamu terlambat.” Tanya ibunya.
“Bu Junaedi masih capek, Junaedi bolos sehari ya.” Junaedi memelas pada ibunya.
“ Jangan begitu, bayaran sekolahmu mahal jangan menyepelekan menuntut ilmu” Jawab ibunya menyanggah.
“Sehari saja bu, Junaedi tidur lagi.”
Melihat kelakuan Junaedi Ibunya geram, hingga ibunya mengajak Junaedi melihat anak keterbelakangan di suatu panti asuhan.
“Nah sekarang coba kamu buka mata kamu, mereka ingin sekolah sepertimu, namun tidak ada orang tua yang akan membiayai mereka bersekolah” Jelas ibunya, mereka masih di dalam mobil.
Dengan kejadian itu Junaedi tersadar dan mau berangkat sekolah walau terlambat.
Di perjalanan menuju sekolah Junaedi melihat seorang anak yang pincang berseragam sekolah sama dengannya, dalam hati Junaedi berkata, aku bersyukur masih punya fisik yang sempurna untuk bisa menuntut ilmu.