Ana tidak ingin mendekati Zen karena apa? Ana masih enggan untuk mengatakan pada Zen tentang kekasihnya. Akan runyam jika hal ini sampai timbul dan apasih yang membuat orang di sebelahnya ini memihak pada sepupunya? Apa mungkin ada niat yang tidak baik pada Zen atau sebaliknya? Tapi setidaknya Ana harus mencari tahu sendiri jangan sampai karena Yanto memintanya untuk jujur dia malah yang akan menjadi tersangka utamanya dan Yanto pria ini akan kabur dan menyelamatkan sepupu nya dari jeratan pidana.
"Kenapa kamu menatap diriku? " Yanto terdiam bagaimana mungkin orang yang ada di sebelahnya akan tahu jika dia juga ikut dalam pembunuhan ini. Semoga Ana tidak akan mengetahui rencana nya.
" Ah, tidak!"
𝙿𝚛𝚒𝚊 𝚒𝚗𝚒 𝚝𝚊𝚖𝚙𝚊𝚔 𝚜𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚗𝚌𝚞𝚛𝚒𝚐𝚊𝚔𝚊𝚗, 𝚝𝚎𝚗𝚊𝚗𝚐 𝙰𝚗𝚊 𝚔𝚊𝚖𝚞 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚋𝚘𝚕𝚎𝚑 𝚝𝚎𝚛𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚊𝚠𝚊𝚕 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚖𝚋𝚒𝚕 𝚔𝚎𝚙𝚞𝚝𝚞𝚜𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚛𝚎𝚗𝚊 𝚔𝚊𝚖𝚞 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚔𝚎𝚓𝚊𝚑𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚔𝚊𝚖𝚞 𝚕𝚊𝚔𝚞𝚔𝚊𝚗, 𝚌𝚊𝚛𝚒𝚕𝚊𝚑 𝚍𝚞𝚕𝚞 𝚋𝚞𝚔𝚝𝚒𝚗𝚢𝚊 𝚋𝚊𝚛𝚞 𝚔𝚊𝚖𝚞 𝚋𝚒𝚜𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚙 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚕𝚒𝚌𝚒𝚔 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚖𝚊𝚛 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚔𝚘𝚛𝚋𝚊𝚗.
Ana tersenyum tapi dari tatapan matanya dan tingkah laku Yanto tampaknya dia harus sangat berhati hati apalagi dalam menyampaikan informasi.
Zen segera melangkah meninggal kan tempat itu dia melihat Yanto yang berdiri bersebelahan dengan seorang wanita cantik berambut pirang dan di sebelah nya seakan dia melihat orang yang dia cintai. Namun tampaknya dia harus bersabar kepergian Cassandra memang mendadak tapi jangan sampai membuat dia juga gila, wajah Cassandra muncul dimana pun.
" Dia.... "
" Aku.... " Zen hanya mengangguk sedangkan aruah Cassandra tersenyum ketika pacarnya bisa melihat kehadiran dirinya di samping Ana.
" Apakah Zen, kekasihku melihat ku? hah tampaknya iya, tapi bagaimana cara ku meyakinkan jika Zen benar -benar melihat ku?" Ana hanya mendengarkan ucapan Cassandra tanpa menjawab yang ada jika dia menjawab pria licik ini akan bertanya, dan kali ini dia tidak mau mengatakan apa pun.
" Yanto.... Siapa yang kamu bawa? " Yanto melirik dan ingin mengatakan jika dia adalah orang yang akan mengungkap siapa orang yang telah mencelakai kekasih hatinya.
" Zen kamu bisa mendengar ku? " Zen tersenyum bahagia tapi tidak di ekspresi kan mungkin Cassandra akan bicara padanya jika hanya ada dirinya saja. Dan tanpa ada seseorang yang mengikuti nya.
" Zen tolong aku!! "Zen berteriak ketika arwah Cassandra berhasil merasuki tubuh Zen.