Suara canda tawa mengisi salah satu kelas di SMPN 3, banyak siswa dan siswi membentuk gengnya untuk berbagai keseruan cerita. Hingga saatnya bel pulang sekolah berbunyi, semua siswapun mulai meninggalkan kelasnya masing-masing.
Seorang gadis tengah berjalan menuju ke rumahnya di saat teriknya matahari dia hanya berjalan dengan ringan bersama teman-temannya yang lain.
"Udah pulang aja ser" sapa seorang bapak-bapak berusia 35an.
"Iya om"
Gadis itu bernama Sera, terkenal dengan ketomboyannya namun tidak sombong dan murah senyum.
Sera memiliki seseorang yang di sukainya dari SMP, namun cowok itu tidak memahami perasaannya. Memang Sera tida pernah menyampaikan rasa sukanya itu,akan tetapi perhatian yang di tunjukannya tidak berarti bagi cowok itu.
Hingga Sera memendam perasaannya sampai di bangku SMA, dia sekelas dengan cowok yang di sukainya itu. Rasa sukanya pun belum memudar pada saat itu, namun Sera kembali dekat dengannya.
Nama cowok itu farel, seseorang yang di sukai oleh Sera. Pada saat Sera dan farel mulai dekat lagi datang seseorang gadis, dia berada di tengah-tengah hubungan mereka.
Sera yang melihat farel lebih dekat dengan gadis itupun segera mengambil langkah mundur, lambat laun farel dan Gadis itu mulai dekat terlebih lagi di kelas yang sama membuat keduanya sering menghabiskan waktu bersamaan.
Sakit, hati Sera sakit saat melihat mereka berdua. Apakah ini perbedaan dirinya dan gadis itu, sama-sama melemparkan kail namun kali gadis itu yang di makan ikan sementara kail Sera terseret arus dan akhirnya menghilang.
Sera semakin menjauhkan diri dari mereka berdua, samar-samar Sera merasakan bahwa farel merasa kehilangan sosok dirinya. Namun, itu hanya perasaan Sera. Bagi farel gadis yang saat ini bersamanya lebih dari sempurna dari pada Sera.
"Ah cinta pertama mengapa begitu sakit"
Ujar Sera sambil menatap pantulan dirinya di cermin, tanpa sadar buliran air mata saling berjatuhan membasahi pipinya.
Dia tidak sadar bahwa seseorang yang sangat mencintainya sedang menunggu Sera di depan sana, di waktu yang akan datang dan di waktu yang tepat.
Sampai di hari kelulusan, Sera akhirnya berdamai dengan perasaannya. Dia tampil di acara kelulusan dengan stelan kabaya berwarna maroon dan highless berwarna cream, hal itu membuat dirinya menjadi pusat perhatian di hati itu.
Banyak yang mengajak untuk mengambil foto dengannya dan Sera tidak menolak karena dia pikir ini akan menjadi kenang-kenangan di saat dirinya sudah di bangku kuliah.
"Ser, aku mau foto bareng kamu"
Ucap seorang cowok yang sudah Sera anggap sebagai sahabatnya sejak SMP.
"Ayok"
Setelah itu, acara kelulusan pun telah usai. Semua orang yang dulunya sekelas telah berpencar ke berbagai penjuru daerah, begitupun dengan Sera dia tengah masuk di bangku perkuliahan.
1 tahun berlalu. Waktu berjalan begitu cepat, namun covid melanda dan akhirnya kuliah di adakan secara daring. Hingga sampai semester 5, di waktu itu juga Sera mulai dekat dengan seseorang.
Devano, dia sahabat Sera dari SMP namun baru dekat lagi setelah 2 tahun last contact.
Semakin hari keduanya semakin dekat, namun Sera masih belum sadar akan perasaan sahabatnya ini.
"Aku menyukaimu sejak dulu Sera"
Ucap devano dari sebrang telepon sana, Sera yang mendengarnya tidak dapat berkata-kata lagi.
"Aku_"
"Aku tahu kamu butuh waktu untuk memikirkannya, akan ku tunggu"
"Terimakasih Van"
Sera mikikirkannya siang dan malam sebenarnya sejak kapan devano menyukainya, apa mungkin sejak SMA atau bahkan SMP. Tanpa Sera sadari waktu yang di berikan devano telah tiba, dia harus menjawab perasaan devano.
"Jadi jawaban kamu apa ser" ucap devano dengan perasaannya yang sedikit takut akan penolakan dari gadis pujaannya ini.
"Aku mau Van"
"Yes, makasih ser aku seneng banget. Aku pasti bakal jaga hubungan kita selamanya"
Sera hanya tersenyum melihat tingkah devano, hatinya yang dulu beku sekarang mulai menghangat secara perlahan.
Hingga hubungan mereka menginjak usia 3 tahun mereka masih bertahan dengan perasaan cinta yang semakin tumbuh dari hari ke hari, walaupun badai rintangan terus menerjang mereka saling membahu untuk menguatkan hubungan mereka.
Sera yang sempat pikir tidak ada seseorang yang diam-diam mencintainya, namun tuhan kirimkan seseorang itu.
Devano yang diam-diam mencintai sera dan memimpikan hidup bersama dengannya, akhirnya impiannya tercapai.
Kadang seseorang yang kita cari ada di dekat kita, kita tidak akan menyangkanya sebelum hal itu datang di kehidupan kita. Sama halnya seperti Sera dan devano, antara mencintai dan dicintai.
End~