Kisah ini terjadi saat aku berada di kelas 2 SMP, pada saat itu aku dan adik ku yang berusia 5 tahun main di rumah mba may. Mba may adalah kakak kelas ku di SMP, kami sering main baik sore maupun malam.
Singkat cerita, waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam. Bagi ku yang tinggal di desa itu sudah lewat jam untuk pulang, di tambah lagi jarak rumah ku dengan rumah mba may cukup jauh. Tidak lupa dengan belukar yang harus ku lewati untuk pulang ke rumah, aku hanya berbekal senter dari hp dan payahnya saat itu listrik belum masuk di desa ku.
Aku lihat adik ku ternyata sudah mulai mengantuk, akhirnya aku pamit dengan mba may dan segera mengajak adik ku beranjak.
Pada saat aku ingin memakai sendal ku tiba-tiba sesosok bola api terbang dan menghilang di semak-semak yang akan ku lewati, aku yang melihatnya langsung memanggil mba may.
"Mba!! Mba!! Sini!!"
"Ada apa?!"
Mba mau terlihat bingung dengan sikap ku yang terlihat ketakutan.
"Aku tadi liat api terbang mbaa, dia menghilang di semak-semak itu!!"
Ucapku sambil keringat dingin, sementara adik ku hanya bingung mendengar kami bicara.
"Ah yang bener, mungkin itu cuma halusinasi kamu aja kali"
Mba mau seakan tak percaya dengan apa yang ku lihat.
"Mba aku takut loh mau pulang"
"Biar aku liatin dari sini, udah gk usah takut baca bismillah minta perlindungan sama Allah"
Mba may berusaha keras untuk meyakinkan ku bahwa tidak ada apa-apa di depan sana, akhirnya akupun memberanikan diriku untuk pulang lewat jalan utama walaupun lebih jauh dari jalan semak blukar itu.
Tidak lupa aku membaca ayat kursi dan memegang kuat tangan adik ku, sholawat dan surat pendek Al Qur'an tidak berhenti ku lantunkan secara bergantian.
Dan akhiyaku sampai rumah dengan kedua orang tua ku sedang menunggu kami pulang di depan rumah.
End~