Sepuluh tahun pernikahan, selama ini Ryana tak menyangka jika pernikahannya akan terasa hambar seperti sekarang. Namun ternyata ada rahasia yang di sembunyikan oleh Farhan, suaminya.
Ya sebuah pengkhianatan
Ternyata suaminya begitu tega menduakan dirinya bersama wanita lain yang merupakan sekertaris dan sahabatnya sendiri.
Hati Ryana tentu saja hancur berkeping keping. Terlebih dirinya dan sang suami tekah di berikan satu anak perempuan lucu bernama Aresha Hendrawan.
"Kenapa mas Farhan begitu tega menyakiti hatiku dan putri kita mas? " sebuah pertanyaan yang sederhana namun mampu menghujam jantung Farhan. Pria itu saat ini terdiam mematung sambil menatap sang istri.
"Kalau ada kekurangan ataupun salah, harusnya mas Farhan berbicara padaku bukan malah melakukan hal menjijikan seperti itu mas. " pekik Ryana dengan tatapan kecewanya.
"Kau tak salah Rya, hanya saja aku bosan dan jenuh dengan pernikahan kita. " balas Farhan dengan tenangnya.
Ryana membulatkan mata mendengar jawaban dari suaminya ini. Wanita itu mengepalkan tangannya, lekas bangkit dan berjalan kearah sang suami.
Plak
Plak
"Ini balasan atas perbuatan kamu mas. Mungkin belum cukup untuk membalas rasa sakit hatiku padamu. " gumam Ryana.
"Apa kau tak pernah memikirkan perasaan Resha saat tahu papanya melakukanhal keji seperti ini? "
"Ayo jawab mas? " Ryana mengguncang tubuh suaminya sambil menangis. Rasanya pengabdiannya selama ini hanyalah sia sia. Sang suami justru menodai pernikahan mereka berdua.
Farhan menepis tangan Ryana. Dia hanya diam saja saat istrinya menangis histeris. Ryana sendiri benar benae hancur saat ini, suaminya benar benar sangat keterlaluan.
Beberapa saat berlalu, Ryana menghapus air mata nya dengan kasar. Wanita itu melepaskan cincin di jari manisnya lalu melemparnya kearah sang suami.
"Aku akan mengurus perceraian kita mas.Kukembalikan cincin itu padamu, aku harap setelah ini kau tak akan menyesalinya. " Ryana berjalan melewati suaminya. Wanita itu segera membereskan barang barang dirinya dan sang anak.
Farhan sendiri memungut cincin yang di buang sang istri. Dia memukul dadanya yang terasa sesak melihat bagaimaba istrinya menatapnya penuh kecewa.
Pria itu langsung ke luar, dia berusaha mencegah kepergian istri dan anaknya. Ryana tetap kekeh dengan tujuannya tanpa peduli dengan bujukan sang suami. Di dorongnya tubuh Farhan, lalu mengajak putrinya pergi meninggalkan kediaman Farhan.
Setelah beberapa bulan
Ryana dan Farhan resmi bercerai. Resmi tentu saja lega, meski rasa sakit itu masih ada dalam dirinya. Wanita itu telah menerima kenyataan yang dia terima. Tanpa menyapa sang mantan suami, Ryana lekas pergi begitu saja. Farhan hanya bisa menatap kepergiannya dengan penyesalannya.
Pria itu menyesal setelah perusahaan farhan di nyatakan gulung tikar.
End