Sore hari di sebuah desa terpencil ada dua anak kembar yang sudah berumur 16 tahun dan mereka sangat penakut , nama mereka adalah Yanto dan Santo
Mereka bertiga bersama sang ayah akan pergi mencari ikan menggunakan jaring atau jala, sebelum berangkat mereka makan gorengan terlebih dahulu, Yanto dan Santo mengantongkan sedikit gorengan di saku mereka, lalu mereka bertiga pun langsung berangkat setelah makan
Setiba nya di tempat tujuan, mereka bersiap siap untuk panen ikan, sang ayah pun melemparkan jala ke tengah danau
Setelah beberapa lama, ayah pun menarik kembali jala miliknya namun, ternyata ketika sedang menarik jala milik nya tersangkut , sang ayah pun menyuruh anak anak nya untuk memeriksa dan membebaskan jala yang tersangkut
" Santo! Jala kita nyangkut nih, buruan periksa " Pinta sang ayah
Santo yang penakut pun justru menyuruh sang adik ( Yanto ) untuk menyelam dan memeriksa jala tersebut
" Ah kamu! Padahal sudah tua! Begitu saja tidak berani! " Gerutu sang adik
Alhasil Yanto pun menyelam ke dalam danau untuk memeriksa jala yang tersangkut, disangka benar benar memeriksa ternyata diri nya hanya berdiam diri di bawah kapal milik mereka , sampai habis nafas diri nya baru keluar untuk memberi tahu sang ayah
" Waduh.... yah Jala kita tersangkut di warung kopi! " Ucap diri nya membuat raut wajah serius
" Hah? Tersangkut di warung kopi? Halah! Kamu main main saja!..." Ucap sang ayah mengerutkan kening nya mendengar perkataan anak bungsu nya itu
" Ini kalo ayah tidak percaya " Yanto mengeluarkan tahu goreng dan menyodorkan tangan nya kepada sang ayah
Ayah pun mengerutkan kening nya, bagaimana bisa ada warung kopi di dalam danau?
" Santo! Coba kamu yang periksa! " Perintah sang ayah
Santo pun menyelam ke dalam danau, setelah beberapa saat ternyata Santo juga tak berani memeriksa jala yang tersangkut itu, mereka berdua takut akan di tarik oleh hantu air , alhasil diri nya juga sama dengan sang adik, bersembunyi di bawah kapal milik merek dan keluar saat habis nafas
" Wah yah, ternyata benar jala nya tersangkut di warung kopi, nih buktinya ada pisang goreng " ucapnya melapor ke pada ayah dan menyodorkan tangan nya memperlihatkan pisang goreng dengan wajah serius
Alhasil ayah pun mengerutkan keningnya sambil menatap wajah anak anak nya itu, sekarang giliran sang ayah yang menyelam memeriksa jala yang tersangkut itu
Namun, ketika menyelam kepala ayah terbentur ke kayu runcing yang tertancap di dasar danau membuat dahi sang ayah berdarah , diri nya pun keluar dari air
" kalian tidak membayar gorengan yang kalian ambil ya?! nih jadinya ayah di pukul sama pemilik warung nya! " Ucap sang ayah sambil menunjukkan dahi nya yang terluka
Mereka pun tertawa bersama mendengar perkataan masing masing, mereka berdua pun meminta maaf kepada sang ayah dan mengobati dahi nya yang terluka
Sejak saat itu mereka tak penakut lagi, takut jika akan ada yang terluka lagi
Begitulah kisah Yanto dan Santo, jadi Teman teman jangan terlalu penakut agar orang lain tidak terluka, jika sudah kelewatan orang lain akan menjauh jika ketakutan kalian sudah berlebihan dan akan menganggap kalian aneh.