Pagi hari yang begitu cerah,
Terdengar suara sound yang cukup memekakkan telinga dari arah sebuah sekolah negeri. Tepatnya di sebuah ruang kelas 8. Ya, ini libur sekolah dan beberapa ekskul mulai menyiapkan kabaret atau demo mereka masing-masing.
Andia, perempuan kelas 8 baru naik itu terduduk di lantai. Dia bersandar di dinding seraya menatap teman-temannya dan kakak kakak kelas 9 baru naik itu latihan.
Perhatiannya tertarik ke seseorang. Kakak itu bernama Keandre. Dia berambut ikal yang disisir rapi. Kemeja kotak-kotak berwarna coklat yang ia pakai sangat pas padanya.
" Kita istirahat sebentar ya! " seru seorang alumni yang mengajari mereka semua seraya menuju keluar kelas.
[ Andai saat itu, aku cukup berani untuk sekadar menyapa Kak Keandre.. ]
*****
Beberapa bulan setelah demo. Lebih tepatnya pada hari guru nasional.
Andia yang masih kagum dengan laki-laki bernama Keandre itu menatap dari tengah lapangan. Menatap ke lantai atas sekolahnya. Menatap kearah kelas sang kakak kelas idola.
" Ukh.. Sekarang atau tidak sama sekali, Andia.. " gumam Andia terus menerus.
Andia akhirnya membuka ponsel dan menekan kontak kakak kelas itu. Menanyakan apakah ia bisa berfoto bersama kakak kelas itu.
You : [Kak, kakak sibuk gak?]
Kak Kean : [Engga, kenapa?]
You : [Aku mau ajak kakak foto bareng.]
You : [Mau gak, kak?]
Kak Kean : [Boleh, mau di mana?]
You : [Mana pun asalkan jangan di atas]
You : [Aku malu kalo di kelas atas]
Kak Kean : [Sekarang ada di bawah ini]
Kak Kean : [Depan 8B]
Andia dengan cepat mencari keberadaan sang kakak kelas. Tak ingin membuat laki-laki itu menunggu lama.
" Kakak!! "
Andia menghampiri Kak Kean dengan cepat, beruntung Nisa teman Andia datang dan memotret Andia dan Kak Kean. Menjadi tukang foto dadakan.
Andia dan Kak Kean berfoto dengan jarak cukup dekat. Laki-laki itu berpose peace dengan sebelah matanya yang sedang wink. Sementara Andia yang pertama kali foto bersama yang hanya berdua kini kaku. Tangannya membentuk peace dengan senyum pelan tercetak.
" Makasih kak udah mau foto bareng. " ucap Andia ketika Kak Keandre hendak kembali ke kelasnya.
" Terima kasih kembali, Andia. " ucap Kak Keandre dengan senyuman manisnya.
Kak Keandre pun berjalan menjauh, menuju kelasnya yang berada di atas. Meninggalkan Andia yang senyum senyum sendiri.
[ Apakah seharusnya, aku tak terlalu dekat dengannya? ]
*****
Beberapa bulan setelah itu,
Andia yang masih mengagumi Kak Keandre kini berniat untuk mengajak laki-laki itu berfoto bersama lagi. Dalam event sekolah di akhir tahun. Event sebelum semester dua kelas 8.
Event itu cukup ramai, walaupun begitu panasnya matahari yang membakar kulit tak bisa dihindari.
Jam demi jam berlalu, tapi Andia belum berani mengajak Kak Kean untuk berfoto bersamanya lagi.
Hingga di saat penutupan acara, Andia memutuskan untuk mengajar Kak Kean lewat chat.
You : [Kak, foto bareng lagi yuk!]
You : [Engga maksa kok, kak..]
Kak Kean : [Dimana?]
You : [Aku? Aku di pinggir lapangan]
Kak Kean : [Oke, aku liat]
Ya, kejadian itu terulang lagi. Keduanya berhasil foto bersama lagi. Kak Kean masih berpose dengan tangan peace nya, begitupun dengan Andia.
" Makasih lagi kak.. " ucap Andia ketika Kak Kean tersenyum manis padanya.
" Yoi, makasih juga ya udah mau ajakin aku foto bareng. " ucap Kak Kean di sela senyum manisnya.
Ya, hari itu berakhir dengan Andia yang berbunga-bunga.
*****
Beberapa bulan berlalu setelah itu,
Kakak kelas 9, yaitu angkatan Kak Keandre telah lulus dari sekolah itu. Mereka mulai pergi dari sekolah dan mencari SMA mereka. Begitu juga dengan Kak Kean.
Andia hanya bisa menganggumi Kak Kean dari jauh. Ia juga berkomunikasi pelan dengan Kak Kean. Membahas SMA tujuan dan sebagainya.
[ Hanya dia.. Yang aku punya.. Yang aku anggap temanku, yang aku anggap sahabatku. ]
[ Kini aku kehilangan teman, sahabat, kakak, dan panutan ku. ]
[ Apa seharusnya, saat itu aku tidak terlalu dekat dengannya? ]
[ Kenapa kah harus telat sekali dekat dengannya? Jikalau saja aku kenal dengannya lebih awal.. ]
[ Tak ada lagi yang bisa di ubah. Hanya bisa berserah diri pada takdir dan Tuhan. ]
[ Aku hanya berharap... Aku bisa satu sekolah lagi dengannya. ]
- End -
Note : Based on true story👌