Dia adalah sosok gadis ceria yang tak pernah menunjukkan kesedihan nya
Dia adalah sosok gadis yang sangat hebat ketika diterjang hujan ia masih tetap berdiri kokoh sungguh hebat bukan?? Dia adalah kayra adinda Oktavia
•
•
Pagi ini mentari menyapa gadis yang masih terlelap tidur itu harus bangun karena cahaya matahari masuk disela sela jendela.
"Enguh" Lenguh gadis itu yang belum menyadari jarum jam menunjukkan pukul berapa pagi ini
"Astaga,kenapa aku bisa telat bangun lagi" Gerutu gadis itu yang bergegas membersihkan diri
"Duh gimn ini aku belum kerjain tugas lagi,mana dikumpul hari ini lagi"
"Hmm,, gak papa deh dihukum untuk hari ini aja" Ucap nya pasrah. "Lagian aku kok bisa teledor gini sihh" Kesalnya
"Mending aku turun siapain bekal, aku juga udah siap"ucap nya yang kemudian beranjak turun kedapur
"Bagus nonya sudah bangun rupanya" Ucap nya sinis
"Kamu lama lama ngelunjak ya mentang mentang papah kamu keluar kota,, kmu jadi seenaknya gini hah"
"Kamu lupa sama tugas kamu hah anak manja,, kenapa bukan kmu yang ngerjain kerjaan rumah mau jadi ratu iya??"
"Kalau saya ngomong itu dijawab,, bisu kmu,, sampai gak bisa jawab saya?? " Geramnya
"Perlu saya ajari ngomong?? Supaya gak bisu??" Bentak nya sambil menyeret sosok gadis yang masih menundukkan kepala itu
"Mau saya hukum lagi, yang lebih dari minggu kemarin iya, JAWAB SAYA SIALAN!!" bentaknya sambil membanting sosok gadis itu ke tembok, dan membenturkan kepala gadis itu berkali-kali ke tembok
Sungguh ia ingin sekali berteriak "hentikan itu sangat menyakitkan" tapi apa daya ia tak bisa melawan, menatap ibu tiri saja membuat dirinya gemeteran tak sanggup menopang tubuhnya sendiri. SUNGGUH ia benar-benar lelah, Tuhan kenapa engkau begitu kejam kepada ku? Tak bisa kah kau biarkan aku bahagia walaupun hanya sebentar
"Bunda boleh kah aku menyusul mu? Aku sungguh lelah hidup dengan kekerasan ini sungguh itu sangat menyakitkan ketika kepalanya dibenturkan ke tembok berulang kali, ketika kaki dan punggungnya menjadi sasaran cambukan nya ketika ia melawan sedikit wajahnya ditendang dan diinjak injak bagaikan kotoran yang harus dimusnahkan. SUNGGUH AKU LELAH SANGAT mau mengadu keluh kesahnya kesiapa? Ia bahkan tak punya siapa siapa selain Ayah nya yang dlu begitu menyayangi sebelum ibu tiri nya yang jahat itu merebutnya Ayah dan menyebabkan Ibunda nya meninggal dunia
"Ampun ibu hiks hiks,, ini sakit ibu" Rintihannya yang tak mendapatkan belah kasih dari ibu tiri nya itu dan Ibu tiri nya itu semakin menjadi jadi mengambil sebuah besi kecil dan memukul tepat dibibir mungil gadis itu
••••
"Non bangun non" Ucap bisa Ijah sambil menggoyang-goyangkan tubuh Calista yang penuh dengan luka lebam
"Non caca bangun non, nyonya lagi pergi arisan. bangun non,, bibi obatin luka nya" Ucap bisa Ijah yang masih terus berusaha membangunkan majikan nya itu
"Engh bii, bibi kok bisa ada disini?" Tanya gadis itu yang baru saja bangun yang tak lain adalah caca
"Udah non nanti aja tanya-tanya nya ya, kita obatin dulu luka nya". jawab bi Ijah yang meringis ngilu melihat luka lebam ditubuh majikannya itu.
" Tapi bii, nanti kalo sampai ketauan ibu gimn bii"tanya caca "aku takut bibi dimarahin sama ibu. Lagian Aku udah biasa kok bii sama luka luka ini kn ini makan aku sehari-hari hehehe" Lanjut nya sambil cengegesan
"Ya Allah non bibi bangga sama non caca,, hebat banget gak pernah ngeluh. Andai aja tuan gak nikah sama yana pasti non bakal bahagia punya keluarga lengkap".
"Heheh iya bii,, Andai aja papah gak nikah sama ibu yana pasti caca gak bakalan gini hehehh"
"Iya non,, klo non butuh sesuatu datang ke bibi ya bi Ijah bakal bantu sebisa mungkin non". Ucap bi Ijah sambil mengelus surai rambut majikan nya itu
Dengan tatapan sedu
"Non caca udah makan?" Tanya bi Ijah.
"Belum bii,, tadi rencananya mau bikin bekal buat ke sekolah tapi gak jadi"
"Iya non bibi lagi masak rendang kesukaan non caca,, bibi ambilin dulu ya"
"Eh bi gak usah,, pasti rendang nya pedes kan bii itu kesuksesan nya caca tapi maaf ya bii caca gak bisa makan soal nya bakal perih apa lagi bibr caca bengkak gini gak bisa makan pedes"