Demi melatihku, ayahku membiarkanku bekerja sebagai staf di pusat perbelanjaan milik keluarga. Aku kebetulan bertemu dengan mantanku dan pacarnya yang menempel dengannya.
Pacarnya memintaku berlutut untuk membantunya mengganti sepatu, lalu meminta mantanku membayarnya dengan manja.
"Komisi dari pesanan ini lebih banyak dari uang yang dia habiskan untukmu dulu, 'kan?"
Aku tersenyum.
"Ini bukan salahnya. Gaji yang aku berikan kepadanya terlalu sedikit."
1.
Alasan aku putus dengan Jacky Tendo sangat sederhana. Dia merasa aku tidak punya uang dan status sosial kami tidak seimbang.
Sebenarnya, kondisi keluarga Jacky hanya kelas menengah, tetapi dia orang yang sangat memedulikan citra. Dia ingin tampil mewah dalam hal makanan, pakaian, dan barang-barang bermerek terkenal.
Aku berbeda dengannya.
Ayahku termasuk orang yang sering muncul di berita keuangan. Untuk memberikan masa kecil yang bahagia dan sederhana, keluargaku selalu menyembunyikan identitasku dengan sangat ketat.
Namun, bagi Jacky, aku yang seperti itu sangat memalukannya. Dia bahkan tidak berani membawaku ke tempat-tempat umum.
Jadi, setelah satu tahun berkencan, dia meminta putus di hari kelulusan.
"Sharon, aku berbeda denganmu. Aku sudah mendapat tawaran kerja di Grup Fuhara. Aku akan tetap tinggal di sini. Kamu mengerti, 'kan?"
Aku mengerti.
Bagaimanapun, Grup Fuhara adalah milik ayahku. Jacky bekerja untuk ayahku, jadi ayahku akan menggajinya. Sementara itu, aku yang diturunkan ke posisi mendasar menjadi staf bahkan tidak bisa mendapatkan sepeser pun.
Melihat pengumuman di media sosialnya yang segera dia lakukan setelah putus, aku tidak banyak berbicara dengannya.
Perempuan itu adalah adik kelasnya yang satu jurusan. Sebelumnya, dia sering meminjam buku pada Jacky dan tak disangka, mereka berdua pun menjalin hubungan.
Di hari terakhirku sebagai kasir, aku kebetulan bertemu mereka berdua yang datang berbelanja.
Ketika Jacky melihatku, dia terkejut, kemudian mengernyit dengan ekspresi meremehkan.
"Kenapa kamu berjualan sepatu di tempat seperti ini? Meski kamu tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang baik, tapi ...."
Ini pusat perbelanjaan milik keluargaku. Kenapa aku tidak bisa bekerja di sini?
2.
"Kak Sharon, bisakah kamu membantuku untuk mencoba sepatu ini?"
Membantu pelanggan mencoba sepatu adalah hal yang wajar. Namun, di toko ini ada beberapa staf. Dia sengaja menyuruhku untuk melakukannya. Maksudnya jelas sekali.
"Sepatu ini harganya lima puluh enam juta. Apa kamu yakin ingin mencobanya?"
Jacky sangat memedulikan citra. Ditambah lagi, sekarang dia punya pekerjaan yang bagus. Dia langsung menyanggupi, "Kalau kamu suka, belilah!"
Rekan kerjaku, Marline yang tahu bahwa Jacky adalah mantan pacarku langsung dengan sukarela membelaku, "Bagaimana kalau aku yang membantu saja?"
"Kak Sharon, aku ingin membantu performamu. Komisi dari satu transaksi ini mungkin lebih tinggi daripada uang yang dia habiskan di tubuhmu selama setahun. Pria yang enggan menghabiskan uang untukmu, biasanya itu karena menurutnya, kamu hanya bernilai rendah. Kak Sharon, jangan menyalahkan Jacky. Pria memang seperti itu. Dia hanya bersedia mengeluarkan uang untuk wanita yang dicintainya. Kamu tidak bisa memaksakannya."
"Bagaimana mungkin?"
Yang patut disalahkan hanyalah diriku sendiri. Pada saat itu, ayah meminta pendapatku mengenai berapa upah yang harus diberikannya kepada Jacky. Aku menyebutkan nominal yang terlalu kecil. Itulah yang menyebabkan dia harus menahan diri selama tiga bulan hanya untuk membelikan sepasang sepatu untuk pacarnya.
Pada saat itu, aku belum putus dengan Jacky. Ayahku ingin memberinya gaji yang lebih tinggi karena menghormatiku.
Namun, aku merasa itu tidak pantas, jadi aku mengatakan bahwa dia harus diberi gaji seperti pegawai yang lain.
Ayah memberikan banyak pujian kepadaku.
Aku adalah putri tunggalnya. Dia selalu memanjakanku. Tentu saja, dia tidak ingin aku menjadi gadis yang terlalu berfokus pada percintaan.
Sekarang, tampaknya aku telah membuat keputusan yang bijaksana.
3.
"Sudah mencobanya?"
Jacky mengakhiri panggilan telepon dan bertanya demikian.
"Kak Sharon sepertinya tidak begitu bersedia melayaniku. Apakah lebih baik kita lupakan saja?"
"Pak Jacky, kalau aku tidak salah ingat, sepatu yang kamu berikan pada temanku untuk Hari Valentine adalah ukuran 38. Tapi, ukuran yang tersedia hanya ukuran 36. Jadi, menurutku tidak perlu dicoba."
Karena waktu itu aku masih berpacaran dengan Jacky. Dia beralasan bahwa Yulia tahu aku memiliki teman di luar negeri. Dia meminta bantuanku untuk membelikan sepatu. Pada saat itu, aku hanya menganggapnya sebagai pertolongan seorang teman biasa, jadi aku menyetujuinya. Tidak pernah terlintas dalam pikiranku bahwa dia juga ingin menginginkan pacarku.
Aku mengarahkan pandangan ke sepasang sepatu di sebelah sana. "Kebetulan, ini ada ukuran yang cocok. Harganya hanya seratus tiga puluh enam juta. Apa kamu mau mencobanya?"
Jacky terlihat terkejut. "Tadi, Manajer Sky meneleponku dan memintaku kembali ke kantor sekarang. Ada tugas mendadak yang harus dilakukan. Kerja jauh lebih penting, ya?"
Yulia mengerucutkan bibirnya.
"Kebetulan, Manajer Sky sepertinya bertanggung jawab atas pusat perbelanjaan ini, 'kan? Menurutku, pelayanan di sini kurang baik. Bisakah kamu sampaikan keluhanku kepadanya?"
"Baiklah. Kalau begitu, nanti aku suruh mereka melakukan pelatihan kembali."
Dia mengucapkan sambil sedikit memandangku.
Ponselku bergetar. Ini adalah pesan dari Manajer Sky.
"Nona Sharon, hari ini adalah hari terakhir Anda di kasir. Menurutmu, apakah kita perlu mengadakan rapat agar Anda bisa memberi kami masukan?"
Menurutku, ini ide yang bagus.
"Boleh. Jam 15.00 sore besok saja."
4.
Sky adalah salah satu dari sedikit orang yang tahu identitasku.
Dia telah bekerja dengan ayahku selama bertahun-tahun. Dapat dikatakan, dia adalah asisten yang andal bagi ayahku.
Oleh karena itu, aku sangat sopan padanya dan selalu memanggilnya Paman Sky secara pribadi.
Setelah selesai bekerja, aku bersiap-siap untuk pulang dengan menggunakan sepeda listrik kecil. Namun, aku menyadari ada sekrup yang menancap di ban sepeda tanpa kusadari, jadi sepedaku pun tidak bisa digunakan.
Sepeda ini khusus dipesan ibu untukku. Aku sangat suka mengendarainya saat pergi dan pulang kerja, tetapi aku tidak pernah menyangka ini bisa terjadi.
Tepat pada saat itu, sebuah mobil berhenti di sebelah saya dan Sky menjulurkan kepalanya.
Aku menjelaskan dengan singkat tentang kerusakan sepeda listrikku.
"Setelah kembali, saya akan meminta mereka untuk memeriksa rekaman kamera CCTV." Sky bertanya. "Tapi, apakah benar ada seseorang yang dengan sengaja mengganggu Anda di pusat perbelanjaan hari ini?"
"Hanya masalah kecil. Aku bisa menanganinya sendiri, tidak perlu merepotkan ayahku."
"Paman Sky, tolong bantu aku dengan pemeriksaan kamera. Sepeda ini adalah hadiah dari ibuku. Aku harus bertanggung jawab."
5.
Keesokan harinya, aku pergi ke pusat perbelanjaan.
Satu sisi, aku harus menyelesaikan prosedur pengunduran diri. Di sisi lainnya, aku harus menghadiri rapat sore hari ini.
Aku pergi ke kamar kecil dan mendengar orang-orang sedang berbicara di dalam.
"Tadi, itu Sharon Sonic, 'kan? Aku mendengar bahwa dia menjadi penjual terbaik selama tiga bulan sejak dia bergabung. Tim pimpinan mereka bahkan berencana untuk mempromosikannya, tapi siapa sangka dia secara sukarela mengundurkan diri. Sayang sekali."
"Sayang apanya? Dia memiliki orang kaya yang mendukungnya di belakang. Kenapa dia harus memedulikan jabatan seorang kasir?"
"Benar sekali. Seseorang bahkan melihatnya menaiki mobil Manajer Sky semalam! Sebelumnya, aku pikir dia memiliki kemampuan yang baik, tapi ternyata hasil pencapaiannya didapatkan dengan cara seperti itu ...."
Aku membuka pintu kamar kecil. Pembicaraan mereka terhenti dengan cepat dan menjadi sunyi.
Aku tersenyum pada mereka.
"Permisi, dari mana kalian mendengar kabar itu?"
Setelah menunggu sejenak, salah satu wanita berkata dengan canggung, "Kamu telah dilaporkan oleh seseorang. Apa kamu tidak tahu?"
6.
Ruangan rapat berada di lantai 26.
Tidak disangka, aku bertemu dengan Jacky ketika sedang menunggu lift.
"Sharon, meskipun kamu membutuhkan uang, kamu seharusnya masih tahu batasan. Apakah kamu sama sekali tidak memahami prinsip-prinsip dasar ini?"
"Sebaiknya, kamu memperbaiki dirimu sendiri sebelum memberikan nasihat kepada orang lain."
"Yulia adalah sosok yang naif dan baik hati. Dia tidak ingin melihatmu terpuruk. Tapi, kenapa kamu selalu berpikiran jahat terhadap orang lain?"
"Jadi, apa aku harus berterima kasih padanya?"
Berterima kasih padanya karena pada hari ulang tahunku, dia tersesat di tengah hujan yang menyebabkan Jacky meninggalkanku dan pergi menjemputnya?
Berterima kasih padanya karena terus mengingatkanku bahwa dia sekarang telah menjadi kekasih Jacky?
Berterima kasih padanya karena memberi tahu Jacky bahwa aku dilaporkan sehingga sekarang aku dipandang sebagai orang yang menggunakan segala cara untuk mencapai tujuan dan naik pangkat?
Jacky mengambil napas dalam-dalam. "Hari ini ,ada pejabat penting dari kantor pusat datang untuk melakukan pemeriksaan. Kalau mereka mengetahui tentang situasimu, nasibmu pasti buruk. Aku telah mengatakan semuanya, terserah kamu!"
7.
Jacky masih bingung saat memasuki ruang rapat. Namun, saat melihat atas meja rapat ada nampan dengan nama Sharon Sonic, dia akhirnya tak bisa menahan emosinya.
"Sharon, bagaimana, bagaimana bisa ada namamu di sini?"
Sku tampak mengerutkan kening, "Perhatikan panggilanmu! Ketua Sharon adalah perwakilan yang dikirim oleh kantor pusat. Dia yang akan memimpin rapat hari ini. Kalau namanya tidak ada di sini, apakah namamu bisa ada di sini?"
Jacky tampak membelalakkan matanya. Dia hampir mengira bahwa dia salah dengar. "Kantor pusat ...."
Wajah Jacky seketika berubah pucat.
"Kinerja kamu bagus di kuartal ini, tapi ada beberapa hal yang masih dapat diperbaiki." ucapku.