Namaku adalah putri .. Aku seorang remaja berusia 17 tahun, sejak aku kecil tepatnya ketika usia ku 5 tahun aku telah tinggal bersama ayah ku! Lalu ibuku? Entahlah, aku tidak tau keberadaannya bahkan untuk mengenal wajahnya pun aku sudah tak ingat lagi karna ibu pergi meninggalkan ku 12 tahun lalu .. Semua terjadi karna perceraian mereka dan akulah yang menderita untuk semua kejadian ini ..
°°°°
Sore itu aku sedang tertidur lelap di kamarku tiba-tiba
*Prankkkkkkk* aku mendengar suara piring pecah yng membuatku terbangun .. Aku bergegas turun menemui mereka namun saat aku tepi di anak tangga terakhir aku melihat kedua orang tua ku yang sedang bertengkar hebat entah apa masalah mereka aku tidak tau yang jelas hatiku merasa hancur saat mama dan papa bertengkar di depan mataku sendiri, aku bingung harus berbuat apa karna usiaku masih 5 tahun saat itu yang aku bisa hanya menangis menangis dan menangis
"Cukup pah! Mamah cape papah kekang! Mamah ingin bebas, apa salahnya mamah kerja? Dan menjadi wanita karir! yang papah mau mamah hanya dirumah mengurus putri, putri, dan putri mamah butuh refresh pah" bentakan mamah kepada papah membuat aku tak tahan untuk meneteskan air mata bahkan mereka tak memperdulikan keberadaan ku disana
"Papah bukannya melarang mamah kerja! Tapi mamah mempunyai seorang anak untuk mamah urus, urusan kerja itu urusan papah , Mamah cukup dirumah mengurus putri" jawab papa lembut
"Alah mamah udah gakuat di kekang terus sama papah! Papah kekang mamah karna papah bisa bebas selingkuh kan! Tidak pah mamah tak sebodoh itu!"
"Apa maksudmu? Aku tak pernah selingkuh! Niatku membahagiakan kalian"
"Lalu siapa? Yang kamarin di cafe bersama papah itu!"
"Dia adalah sekretarisku mah, kami sedang menunggu klien"
"Alah ga usah bohong pah, mamah tau itu, pokonya kalo papah ga izinin mamah kerja! Kita Cerai!" Bentak mamah dengan suara lantang
'PERCERAIAN' Bahkan aku sendiri saat itu tidak tau betul apa artinya .. Namun sejak pertengkaran hebat itu mamah pergi dari rumah .. Ingin sekali aku ikut dengan mamah tapi mamah tak menginginkan ku untuk bersamanya
"Mamahhhhhhh, putri ikut mamah ya" Peluk ku kepada mamah dan merengek
"Kamu sama papah saja ya, mama mau kerja" Jawab mamah dengan senyum di bibirnya
"Tapi mah" belum sempat aku menyelesaikan pembicaraanku mamah sudah pergi meninggalku .. Saat itu aku hanya bisa menangis kepada papa.. Papa tidak bisa berbuat apa-apa karna itu adalah kesepakatan mereka yang memutuskan bercerai
Hari demi hari , minggu demi minggu, bulan demi bulan, tahun berganti tahun, mamah sudah tak ada di sampingku lagi .. Kini usiaku menginjak 15 tahun disinilah aku sedikit paham apa itu 'PERCERAIAN' Mamah tidak akan kembali bahkan untuk 1 detik saja dia telah memutuskan pergi untuk selamanya, dan saat itulah aku berniat untuk mengirimi surat walaupun ibu ku tak pernah tau isi bacaannya ~
•••••
Pagi itu aku tengah membereskan kamar tidur ku tiba-tiba papah memanggilku ..
"putriiiiiii?" Teriak papah dari lantai bawah
"Iya pah" jawabku berteriak
"Cepat turun, sarapan dulu nak" teriakan papah lagi
"Sebentar pah"
"Cepat putri, ini sudah siang bagaimana kalo kamu terlambat sekolah" celoteh paPah
"Iya pah, ini juga hampir selesai" ucap ku dan bergegas turun
°°°°°
"Anak itu, kebiasaan jam sarapan selalu saja terlambat, kalo begitu bagaimana jika ia tidak sarapan sebelum sekolah, Kalo sakit kan diaa juga yang repot ,, di kasih tau selalu ngeyel 'Aku tidak akan terlambat papah, jika terjadi ya sarapan dI sekolah saja' ( menirukan gaya putri)" aku melihat papa mengomel sendiri sambil membereskan meja makan
Aku yang berada tepat dibelakangannya pun tertawa kecil melihat tingkah papa yang mengomel sendiri
"papa, jika papa ingin memarahiku marahi saja jangan mengomel sendiri" ucap ku menghampiri papa
papa pun sepertinya menarik napas panjang "dan lagi lagi kamu mengagetkan papa" Jawab papa aku hanya bisa tersenyum menggoda papaku
"Ah sudahlah sekarang aku makan saja, dari pada mendengar celotehan papa" ucapku tersenyum dan memeluk papa .. Dan lagi lagi terlintas di kepala ku tentang mama ingin rasanya aku memeluk mama, makan bersama mama dan setiap hari bareng mama intinya aku rindu pelukan mu ma.. Aku hanya bisa membayangkan kehadiran mama disisiku walaupun hal yang mustahil bagiku ..
"putri" panggilan papa membuatku terbangun dari lamunanku
"Ia pah?"
"Ayo makan dulu, kamu malah melamun"
"Ehh iya pah"
Aku dan papa pun sarapan .. setelah usai aku berangkat sekolah lebih dulu, karna papa berangkat nya nanti siang
"Pah aku sekolah duluan ya" ucapku mencium kening papa
"Yaudah kalo begitu" papa tersenyum .. Aku pun bergegas pergi karna waktu telah menunjukan pukul 06.45
•••••
Sekolah, pukul 07.00
Jalanan macet sekali sehingga aku hampir terlambat datang ke sekolah , Akupun buru buru ke ruang kelas ku namun saat aku berjalan tibatiba ada yang memanggilku
"putri .. Tungguuu" seperti teriakan alvin yng berlari menghampiriku .. Aku pun berhenti sejenak
"Lohhhh...hhhh...kalauhhhh dipanggilllhhhh tuhhh jangannhhhh maennhhh hhh nyolonongghhhh ajahhhh napahhhh" ucap alviiii ngos-ngosan
"Iya sorry ,, ada apa?" tanya ku mengerutkan kening dan mengangkat kepalaku
"huuuuhhhhhh,, gue cuma mau kasih tau aja, sekolah kita mau adakan lomba menyanyi tingkat SMK/SMA, nah sekolah kita itu percaya sama loh, huh loh ikutan ya" ucap alviiii yng masih terlihat ngosngosan
"Hemmm" aku mengangkat satu alisku "Gimana ntar aja deh" jawabku
"Yah ikutan dong, dan katanya akan dihadiri oleh direktur utama sekolah kita, ibu siapa ya aku lupa, pokonya hadiahnya juga menarik deh, ikutan yah" Ucap alvi yng berusaha meyakinkan ku untuk mengikuti lomba tersebut
"Hemmm oke deh" jawabku datar
"Yasudah ayo kelas" ajak alvi padaku dan kebetulan bell telah berbunyi
••••
Semua murid telah berada di kelas, Pelajaran paling menyebalkan pun datang.. Ya pelajaran Miss.Selena yang membuat siswa mengantuk jika mendengar penjelasannya karna hampir semua siswa malas untuk belajar bahasa indonesia
"Sellaamat Pagi anak-anak" ucap miss.selena memasuki ruangan kelasku
"Pagi kembali miss"Semua murid menjawabnya dengan serentak
"Baiklah, Keluar kertas satu lembar, ibu mau kalian menulis surat pribadi, untuk siapa saja, sekarang" Ucap Miss.Selena dengan tegasnya
"Baik miss" semua murid menjawab namun wajah mereka terlihat kesal
Aku kembali memutuskan untuk menulis surat untuk mama ...
"Silahkan kumpulkan!" ucap miss.selena karna waktu yang berikan telah habis.
Semua murid mengumpulkan surat mereka termasuk aku .. Miss.Selena pun mulai membaca satu persatu surat itu dan saat ku lihat Miss.Selena tengah menangis ketika membaca salah satu surat entah surat siapa yang miss.selena baca ..
"putri?" Miss Selena memanggilku
"Apa benar ini?" Tanya miss.selena
"Maksudnya Miss?" tanyaku heran
"Coba bacakan surat ini"
Aku terkejut, aku takut jika itu surat ku yang ku tulis untuk mama .. Jika benar pasti aku akan menangis di hadapan teman-temanku .. Namun aku berusaha untuk maju ..
"Iya miss?" tanyaku gemetaran
"Bacalah" Ucap Miss.Selena menyerahkan sepucuk kertas kepadaku. Aku mengangguk pelan
' To ; Mama
Mah? Mamah tau ga? Kini aku sudah mulai remaja, kini aku bukan putri kecilmu lagi, kini aku telah mengerti arti sesungguhnya sebuah PERCERAIAN ,, dulu papa selalu bilang mama pergi hanya untuk beberapa saat, namun kini aku tau mama pergi untuk selamanya..
Mah? mamah tau ga, aku rindu mamah, 10 tahun aku tak merasakan kasih sayang mama, ciuman hangat mama, pelukan mama.. keinginan terbesar ku bertemu denganmu.. Namun aku tau itu hal mustahil untukku bahkan sepucuk surat pun tak bisa aku sampaikan untukmu
Orang bilang patah hati itu sakitnya luar biasa namun bagiku keluarga yang tak sempurna itu lebih sakit dikala aku melihat teman-temanku berbahagia bersama orang tuanya merasakan kasih sayang keduanya aku hanya bisa meneteskan air mataku karna aku tak sebahagia mereka ..
Ma? Aku harap mamah baik² saja di sana .. Aku harap mama memikirkan ku layaknya aku selalu memikirkan mama ..
Salam rindu putri kecilmu ~ putri'
Aku tak kuat lagi menahan tangis rindu yang mendalam terhadapa mama membuatku tak kuat lagi, air mataku mengalir deras namun aku harus tegar di hadapan semua orang termasuk miss.selena
Miss.Selena menghampiriku dan memelukku,
"Bersabarlah sayang, Miss Yakin suatu saat kamu akan bertemu dengan mama mu" ucapnya dan mengelus rambutku
"Terima kasih miss" aku membalas pelukannya
Miss selena pun melepas pelukan ku dengan tersenyum dan memutuskan untuk mengakhiri jam pelajaran
"Kalo begitu sampai disini pertemuan kita, permisi"
"Iya miss"
Miss.Selena pergi meninggalkan muridnya dan
Kringgggg....Kringggg....
bell istirahat pun berbunyi
Aku bergegas keluar kelas dan menuju kantin.. Tetapi lagi lagi alvi menghalangi jalanku
"Ada apa?" ucapku jutek
"Gimana?lo ikutan ya ya ya ya?" rengek alvi
"Ga ah males" jawabku meninggal alvi
Namun ia kembali mencegahku
"Ayolah, nyanyikan lagu kesukaan lo aja ,, genre bebas lo" ucapan alvi yang terus memintaku untuk mengikuti lomba itu
"Baiklah, kapan audisinya?" tanyaku
"Besok"
"Hah besok, lo apa²an sih gue belum siapin lagu nya" Ucapku kesal dan mendilakkan mataku padanya
"Audisi di sekolah besok, kalo antar sekolah minggu depan, jadi kalo lo lolos besok lo bakal menjadi perwakilan sekolah kita" alvi menjelaskan
"Hemm gitu ya, yaudah deh" jawab ku biasa saja
Akhirnya aku dan alvi pergi ke kantin bersama²
Bel pun kembali terdengar, kami masuk kelas kami masing- masing
••••
Akhirnya pelajaran hari telah usai ,, Aku kembali ke rumah dengan hati bahagia karna audisi besok .. Aku akan menyanyikan lagu Bunda kesukaanku
~Singkat Cerita~
Kini audisi itu telah selesai .. Jantungku berdebar kencang , antara sedih atau senang.. Aku takut tak terpilih .. Namun aku tetap percaya diri .. Akhirnya hasilnya keluar juga dan ternyata aku yang akan mewakili sekolah ku untuk lomba itu -
Aku dengan senangnya bergegas untuk pulang dan memberi tau ayahku seandainya mama ada bersama ku mungkin mama juga akan bahagia .. Namun saat diperjalanan pulang mobil yang akU tumpangi mengalami kecelakaan hebat .. Saat aku terbangun tubuhku terbujur kaku di kasur rumah sakit .. Aku di vonis mengalami kanker otak, karena benturan keras yang aku alami dan mataku mengalami kebutaan permanen karna terkena serpihan kaca .. Aku hanya bisa pasrah menerima semua ini .. Aku berharap mama yang berada disampingku memelukku dengan hangat tetapi ternyata papah lah yang menguatkan ku hingga pada akhirnya waktu audisi pun tiba aku tak bisa menghadiri audisi itu dengan keadaan seperti ini namun salah seorang guru menjemputku.. Ya itu adalah miss.selena ia berharap aku kuat dan ia terus menciumku .. Setidaknya rinduku terhadap mama sedikit terobati ..akhirnya aku pergi ke audisi itu ..
"Peserta terakhir Kita putri, jika tidak datang dalam hitungan ke 5 maka dinyatakan Diskualifikasi...1...2...3...4...5..." "Tunggu, aku disini" ucapku berjalan dengan kursi roda yang di dorong oleh papah
Aku tidak tau bagaimana reaksi orang orang.. Ayahku membawaku keatas panggung
..
"Sebelumnya , aku minta maaf karna aku mengikuti audisi dengan kondisi seperti ini.. Lagu ini aku persembahkan untuk ibuku yang sekarang entah dimana" ucapku meneteskan airmata
Musik pun sudah terdengar
Aku mulai bernyanyi
' kubuka album biru
Penuh debu dan usang
Kupandangi semua gambar diri
Kecil bersih, belum ternoda…Pikirkupun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang,
Tentang riwayatku…
Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu ditimang
Nada nada yang indah
Slalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku
Tak-kan jadi deritanya
Tangan halus dan suci
T’lah mengangkat tubuh ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Rela dia berikan…
Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu ditimang
Oh, bunda ada dan tiada dirimu
Kan selalu ada di
Dalam hatiku…'
Nyanyian itu membuatku menangis tanpa henti hingga kepalaku terasa berat sekali dan brugggggg saat aku terbangun papah bilang aku teNgah ada di rumah sakit, sebenarnya aku memiliki kanker otak dan kanker ku semakin parah umurku tiddak lama lagi .. Aku memutuskan untuk menulis surat terakhirku Dalam kondisiku yang buta aku meminta papah menuliskan nya untuk ku
••••
"Itulah isi diary buku putri mu rani .. Kini dia telah tiada meninggalkan kita semua .. Kau datang terlambat, putri mu begitu ingin bertemu denganmu di masa hidupnya namun tuhan berkehendak lain dia pergi begitu cepat meninggalkan kita semua karna kecelakaan yang dialaminya bahkan ia sendiri tak bisa melihat kemenangannya dalam audisi menyanyinya'' ucap arya ayah putri
"Aku menyesal, karna aku terlambat mengetahui semua ini ,, maafkan aku arya" ucap rani menangis
"Lantas mengapa kamu mengetahui bahwa putri telah pergi" tanya arya
"Aku mengetahuinya, karna aku adalah orang yang mengadakan acara itu, saat aku ingin memberikan hadiah nya kepada juri, ternyata anak itu sedang mengalami koma dan saat aku mendengar bahwa nama nya adalah putri parekh aku terkejut dan aku berusaha mencari allamatnya namun ternyata aku terlambat,, putri telah pergi" ucap rani menangis
"Mengapa?kamu tidak datang saat putrimu masih hidup?"
"Aku tinggal di singapore aku tak ada wakktu untuk ke indonesia"
"Semua nya telah terlambat rani ,, namun di saat² terakhir ia menitipkan surat ini mu" arya menyerahkan surat itu,, rani membaca nya
'Hallo Mama😘
Salam rindu ya dariku..
Mama? Mama tau ga kini aku sedang sakit, sakit yang begitu sakit, setiap hari kepalaku harus dikemo tapi ada loh mah yang lebih sakit dari ini .. Mama tau ga apa itu ?? Yaitu keinginanku bertemu mama namun aku tak bisa , karna mama entah dimana, dihari hari terakhirku aku ingin mama menemaniku, mama memelukku dengan penuh cinta, menciumku dengan penuh kasih sayang, namun itu hanyalah impian ku saja .. Satu pesan ku ya mah mamah baik-baik disana dan jika mamah baca surat ini disaat aku telah pergi, aku harap mamah datang ke tempat peristirahatan terakhir ku ya mah, aku sayang mama'
Surat itu begitu simple namun membuat rani menangis, akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke pemakaman terakhir putri sebagai permintaan terakhirnya ~