Di sebuah desa kecil yang terpencil, tinggalah seorang wanita bernama Riri. Konon, ia memiliki kekuatan gaib yang menakutkan. Desa-desa sekitar pun berbicara tentang cerita misterius di balik rumahnya yang angker.
Suatu malam, sekelompok remaja iseng memutuskan untuk menguji keberanian mereka dengan mendekati rumah Riri. Mereka berempat, yaitu Udin, Ashep, Reonaldido, dan Marinah. Meski ketakutan, rasa ingin tahu lebih besar dari segalanya.
Mereka merangkak pelan-pelan menuju rumah tua itu. Lampu-lampu pelita menyala redup di tengah kegelapan. Semilir angin malam membuat dedaunan bergemericik menyeramkan. Saat mereka tiba di depan pintu, hati mereka berdegup kencang.
"Siapa yang pertama masuk?" bisik Udin dengan nada gugup.
Tak ada yang berani menjawab, hingga akhirnya Marinah dengan berani melangkah maju dan membuka pintu perlahan. Di dalam, mereka merasakan aura mistis yang memenuhi seluruh ruangan. Cobwebs menggantung di sudut-sudut, dan aroma rempah-rempah kuno bercampur dengan bau tanah lembab.
Tidak berapa lama, mereka mendengar suara gemerisik dari lantai atas. Jantung mereka berdegup lebih cepat. Udin yang penasaran, menaiki tangga perlahan. Saat tiba di atas, ia melihat bayangan misterius berjalan di koridor. Udin pun berteriak ketakutan.
"Hei, ada apa di sini?" Reonaldido bergabung bersama Ashep dan Marinah yang masih menunggu di bawah.
"Tadi ada bayangan di sana!" seru Udin sambil menunjuk koridor yang kosong.
Tak lama setelah itu, sebuah pintu bergeser dengan sendirinya. Mereka semua saling berpandangan, namun penasaran kembali menguasai perasaan mereka. Mereka masuk ke ruangan itu dan menemukan sebuah cermin besar berbingkai emas.
Ashep merasa aneh dan mendekati cermin tersebut. Di balik pantulan cermin, dia melihat bayangan wanita tua dengan senyum menakutkan. Namun, ketika Ashep menoleh, tidak ada siapa pun di belakangnya. Dia merasa ketakutan dan mengatakan hal tersebut kepada teman-temannya.
Mereka memutuskan untuk segera pergi, namun pintu-pintu mulai tertutup sendiri dan jendela-jendela berderik. Desiran angin semakin kencang, dan mereka merasa ada kekuatan mengerikan yang mengikat mereka di dalam ruangan itu.
"Diamkan diri kalian!" teriak suara serak dari sudut ruangan.
Mereka menoleh dan melihat Riri berdiri di sana dengan tatapan tajam. Rasa takut mereka semakin meningkat. Riri menggerakkan tangannya, dan tubuh remaja-remaja itu mengapung di udara, terangkat oleh kekuatan gaibnya.
"Sekarang kalian tahu rahasia saya," bisik Riri dengan suara serak. "Kalian tidak boleh menceritakan ini pada siapa pun, atau kutukan ini akan menimpa seluruh keturunan kalian!"
Mereka menangguk tunduk dan dengan cepat dibebaskan oleh Riri. Tanpa berbicara sepatah kata pun, mereka meninggalkan rumah tua itu dengan ketakutan yang menggelayuti hati. Setelah malam itu, mereka tidak pernah berani mendekati rumah Riri lagi, dan janji untuk tidak pernah mengungkapkan rahasia yang mereka temukan.
Sejak itu, cerita tentang rumah angker dan kekuatan Riri tersebar luas di desa, menjadi cerita misterius yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dan hingga kini, tak ada yang berani mendekati rumah itu lagi, takut akan kutukan yang bisa menimpa mereka.