Semalam Yanti tidak bisa tidur karena memikirkan ucapan sahabatnya yang berkata bahwa besok akan ada pria yang menunggunya di depan sekolah. Yanti tidak bisa menebak siapa sosok pria yang dimaksud sahabatnya itu. Selain itu, Yanti juga tidak tahu apa yang membuat pria itu menunggunya.
Yanti terus melihat langit kamarnya dan membiarkan pikirannya berkelana, tapi dia tidak kunjung menemukan jawabannya. Sampai jam dinding menunjukkan pukul 03:00 WIB, Yanti baru bisa terlelap dalam tidurnya.
Tak lama setelah itu terdengar suara alarm yang cukup kencang dan itu menunjukkan bahwa sekarang sudah pukul 06:00 dan Yanti harus segera bersiap-siap untuk pergi sekolah. Selang 30 menit kemudian, Yanti sudah siap untuk berangkat dan sekarang dia hanya perlu menunggu sahabatnya.
Yanti dan sahabatnya yang bernama Yuna memang selalu berangkat sekolah bersama-sama. Pada pukul 06:45, sosok Yuna mulai terlihat di depan rumah Yanti.
“Jangan takut, dia bukan pria jahat.” Bukan menenangkan, ucapan Yuna itu semakin membuat Yanti takut.
Namun, Yanti tidak mau banyak bicara dan hanya ingin mengikuti alurnya saja. Sesampainya di depan sekolah, Yanti tidak melihat ada sosok pria yang menunggunya di sana. Saat melihat Yuna pun dia terlihat seperti agak bingung.
Saat Yanti terus berjalan mendekat ke arah gerbang sekolah, tiba-tiba ada sosok pria yang sudah dikaguminya selama ini muncul di depan matanya. Dia adalah Tio yang merupakan kakak kelas Yanti dan Yuna.
Tio mengulurkan tangannya yang sedang memegang bunga dan mengutarakan perasaannya yang ternyata selama ini dia juga menyukai Yanti dari kejauhan. Yanti tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya, karena ini adalah momen yang tidak pernah disangkanya.
Dengan wajah yang malu-malu, Yanti menerima bunga dan perasaan Tio. Sontak murid-murid yang ada di depan gerbang sekolah langsung menyoraki mereka berdua, tak terkecuali Yuna.