> Putus
Suasana pagi ini begitu cerah nampak sepasang sejoli tengah duduk di sebuah bangku, keduanya seperti layaknya pasangan pasangan seusia mereka menikmati liburan akhir pekan. Keduanya saling pandang. Memang sejoli itu selalu berada di taman saat akhir pekan. Menghabiskan waktu mereka walau hanya sekedar menikmati pemandangan pagi.
"Tumben kamu ajakin aku kemari ada apa" pria yang sedari tadi memandang pasangannya pun hanya diam ia bingung harus memulai darimana.
"Sayang..... Kok diem sih..? Aku kan tanya kenapa kamu ngajakin aku kemari?" Pria itu menghembuskan napas dan membuangnya kasar.
"Sebenarnya....." Pria itu bingung harus mengatakan apa kepada kekasihnya. Pria itu tak tega jika harus mengakhiri hubungan ini karena ia tau wanita yang ada di sampingnya ini sangat amatlah berarti baginya.
"Sebenarnya..... Tapi janji kamu tidak akan marah padaku" wanita yang sedari tadi menerka nerka apa yang akan dibicarakan kekasihnya pun bingung apa yang sebenarnya ingin kekasihnya sampaikan hingga kekasihnya amat berat untuk mengatakan padanya. Padahal kekasihnya jika ada masalah seberat apapun pasti ia akan mengatakan padanya.
"Marah?" Wanita itu sedikit menaikan alisnya.
"Mengapa aku harus marah? Memang apa yang sebenarnya akan kau katakan padaku"
Pria itu kembali membuang napas kasar. Wanita itu makin bingung dibuatnya.
"Tapi janji kau jangan melupakan aku" wanita itu membulatkan bola matanya.
"Melupakanmu? Memangnya ada apa hingga aku harus melupakanmu. Bukankah kau janji akan selalu ada untukmu lalu mengapa aku harus melupakanmu"
Pria itu pun memegang tangan kekasihnya dan memandangnya dengan tatapan kesedihan.
"Kita sudahi saja hubungan ini" bola mata wanita itu pun kembali membulat . Wanita itu terkejut karena pria yang dia sayangi memutuskannya sepihak.
"Putus!" Tanya wanita itu sedikit tak percaya. Karena sebelumnya tidak ada masalah apapun lalu dengan tiba tiba kekasihnya memutuskannya tanpa sebab apapun. Apakah ia mempunyai kesalahan yang ia tidak sadari?.
Pria itu mengangguk.
"Tapi kenapa ? Kenapa kau mengakhiri hubungan ini ? Aku salah apa sama kamu ?"
Pria itu menggeleng dan melepaskan tangannya. Merangkul kekasihnya dan berdiri meninggalkan wanita yang masih tidak percaya bahwa kekasihnya telah memutuskan hubungannya.
Terlihat dari kejauhan seorang wanita berjalan menuju orang yang ia sayangi mengandeng mesra kekasihnya. Air mata wanita itu pun menetes . Ia tidak kuat melihat pemandangan yang membuat hatinya semakin hancur. Wanita itu segera berlari meninggalkan taman. Ia menangis sejadi jadinya. Mengapa terjadi lagi untuk kesekian kali ia harus ditinggalkan seperti ini.
Wanita itu terus menangis ia tidak menghiraukan orang orang yang lalu lalang. Ia masih tidak percaya kekasihnya yang selama ini dia anggap menyayanginya dengan tulus pergi meninggalkannya tanpa alasan yang jelas.
"Nggak boleh, aku nggak boleh nangis" ucap wanita itu yang segera menyapu air mata yang telah jatuh membasahi pipinya.
"Aku kuat. "Lanjutnya dengan berjalan menuju rumah yang tidak jauh dari taman.
Brakkkkk
Wanita itu menoleh ke arah sumber suara memastikan apa yang terjadi. Wanita itu berlari mengetahui ada kecelakaan tepat disisi jalan.
Ia berlari menuju sisi jalan nampak jalan terlihat sepi tidak ada kendaraan yang lalu lalang seperti biasanya.
"Heh ada orang di dalam?" Ucap wanita itu panik.
"Bersambung