Kereta berlalu lalang; aku dan kamu sibuk mengeja kita dalam bait bait yang hilang.
Mungkin ada benarnya yang dibilang orang-orang. Beberapa manusia bertemu di waktu yang tidak tepat, akhirnya menabrak berbagai sisi dan kita berakhir saling menyakiti. Akhirnya, kita hancur bersamaan.
Manusia selalu mencoba, kita sedang mencoba. Tapi sampai hari berganti dan kita berakhir kehilangan diri sendiri, baiknya variabel apa yang mesti dikorbankan dari kita berdua?
Aku ingin mengikhlaskanmu pada pukul dua pagi. Ketika manusia berada pada taraf paling jujur untuk berucap secara gamblang mengenai perasaannya, kita justru jadi pembohong yang tak tahu malu. Untuk pertama kalinya; pergi akan jadi keahlian kita.
Aku izin pamit lebih dulu.