Alana adalah seorang siswi SMA, ia memiliki keluarga yang menyedihkan ia harus tinggal bersama ayah dan adik tirinya yang bernama Caca, kehidupan Alana berubah drastis ketika sang ibu meninggalkannya selamanya. Ditinggalkan seorang yang melahirkannya membuat Alana bersedih ia sangat merindukan sang ibu.
Malam yang dingin bintang berkelap-kelip di atas sana terlihat seorang gadis yang sedang menikmati angin malam di jendela kamarnya.
“ mah, Alana kangen sama mamah, Alana kangen sama senyum mamah".
Tangis Alana pecah ketika mengingat kebersamaan dengan keluarganya silam.
“ Alana mau ikut sama mamah, gak ada yang Sayang sama Alana". Iya sangat membenci kehidupan ini semua sangat memilukan.
Di pagi hari ini terdengar suara bising dari keluarga Lana
“ bangun kamu! dasar anak tak tau diri". Ucap papah Alana.
“ bangun dasar anak malas lihat adik kamu itu ". Bentaknya lagi sambil melempar selimut yang dikenakan Alana dan menarik paksa alanya dari tempat tidurnya, Alana yang belum sepenuhnya sadar merasakan sakit di kepala.
" Akhh... Pah sakit..". Ringis Alana ketika cengkraman ayahnya menjadi sangat kencang Alana mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman ayahnya.
“ cepat ikut, anak kayak kamu harus dikasih pelajaran."
Ayahnya terus menyeretnya ke arah kamar mandi, sesampainya di kamar mandi Alana dilempar ke dalam kamar mandi.
“ dasar anak pemalas, selalu saja menyusahkan orang tua tidak bisakah kamu meniru adikmu itu hah?". Ucap ayah Alana sesekali menyiram tubuh Alana dan memukulinya.
Alana terus menangis dalam diamnya meratapi kehidupannya.
Pagi ini Alana harus berangkat sekolah, Alana harus berlari dari rumahnya sampai sekolah. Alana sangat menderita terlebih lagi sudah ditinggalkan ibu yang dia sayangi selama 2 tahun.
Iya tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari sang ayah bahkan setiap hari Alana harus berlari untuk sampai ke sekolah lain dengan adiknya yang selalu dimanja diberikan apapun yang dia mau.
Ketika sampai sekolah Alana sudah disambut sahabatnya Alexa
“ Alana... temen gw yang paling....cantik, gimana kabarnya?". Sapa Alexa hangat
“ baik kok Lex". Jawab Alana sambil berjalan menuju mejanya
“ oh.. ya lan lo----". Ucap Alexa terhenti karena melihat arah pandangan Alana yang mengarah pada koridor melihat kekasih dan adik tirinya Caca berdua berjalan bersama.
“ lan gak papa kan Lo ". Tanya Alexa memegang pundak Alana
“ gak papa kok Lex,". Jawab Alana dengan nada pelan
Hari ini diadakan ulangan harian Alana sangat antusias untuk mengerjakannya berharap ayahnya bangga terhadapnya dan menerimanya sebagai keluarga.
“ ini kesempatan gw, gw bakal buktiin kalo gw bisa". Ucap Alana yang bersemangat.
“ gw yakin lan lo pasti bisa". Ucap Alexa memberi semangat
Caca yang mendengar itupun tersenyum semringi
“ elenottt... Elenot.. kasian banget sih Lo sampai segitunya hahaha".
Alexa yang melihat senyum cca yang menghina sahabatnya itupun langsung berteriak
“ kenapa Lo ngeliatin Alana kek gitu, Lo pasti ngehina dalam hati kan ". Ucap Alexa
“ kalo iya kenapa hah? Lo punya masalah?". Jawab Caca
“ Lo gak boleh gitu ca Alana kan kakak Lo ". Ucap Alexa tegas
“ iwwww... Gw gak akan pernah Sudi punya Kaka modelan kek dia, amit-amit". Ucap Caca sambil dan pergi meninggalkan ruang kelas
“ udah lan gak usah Lo dengerin adek Lo emang stresss kalo yaa?". Ucap Alexa kesal
“ udah lah Lex Caca emang kaya gitu, lebih baik kita belajar dulu supaya nanti kita gak kesusahan ngerjain nya". Ucap Alana
Beberapa jam pun berlalu jam istirahat pun akhirnya tiba, dikantin Alexa dan Alana tertawa karna melihat Deon teman sekelasnya dijaili oleh zio
Tiba-tiba dari arah belakang Alana terdengar suara yang familiar
“ lann...". Panggil vino pacar Alana dan Alana hanya menatap datar vino
“ lan.. sorry tentang pagi tadi, gw gak ada maksud buat jalan bareng sama caca, gw dipaksa ". Ucap vino menjelaskan karna dia melihat Alana merasa sedih melihat dirinya dan Caca jalan bersama
“ terus Lo mau gitu aja?, kalian emang gak ada bedanya!". Ucap Alana dan pergi meninggalkan vino sendiri
...........
Dirumah saat Alana menunjukkan hasil ulangan harian nya
“ tidak becus, apa-apaan ini apa kau ingin memperlihatkan ini kepada papah ”. Ucap papah sambil merobek kertas hasil ulangan Alana.
“ kau selalu saja mendapatkan nilai jelek, papah sangat kecewa tidak bisakah kamu meniru adikmu hah?".ucap ayah dengan Nada yang tinggi dan telapak tangan yang hampir mendarat dipipi Alana tiba-tiba terhenti
“ papah kenapa sih selalu banding-bandingin Alana sama Caca, Alana juga anak papah Alana juga berhak dapat kasih sayang dari papah, tapi kenapa papah selalu cari-cari kesalahan Alana ". Ucap Alana dengan nada semakin tinggi disertai tangis
“ Bernai kamu meninggalkan nada bicaramu hah ? ". Ucap papah ingin memukul Alana.
“ pukul Alana pah,pukul sampai Alana mati Alana cape pah,Alana cape... Selalu dapat luka lebam, Alana cape selalu dibanding-bandingin terus sama caca ". Ucap Alana dengan suara tangis yang menggema diruang keluarga
Ayah Alana pun pergi meninggalkan Alana sendirian.
“ makanya jangan pacaran terus ". Ucap caca yang sadari tadi memperhatikan pertengkaran ayah dan anak dan pergi meninggalkan Alana
Alana menangis di ruangan sejadi-jadinya ” mah.. Alana kangen sama mamah, Alana mau ikut mamah disini gak ada yang dukung alana, Alana sendirian Alana tidak punya tempat untuk bersandar". Ucap Alana
Malam yang dingin menjadi saksi bisu, dunia sangat tidak adil terhadap Alana, Alana sangat terpukul sehingga hidupnya sangat menyedihkan.
Alana pun berlari keluar rumah meningkatkan yang menurutnya selama ini rumah itu hanyalah kandang singa yang sejak dulu menyiksanya.
Alana terus berlari sesekali mengusap air matanya, dari kejauhan terdapat sebuah mobil yang melaju kencang, tanpa Alana sadari mobil itu terus mendekat dan menabrak tubuh Alana.
..........
Dirumah suara telpon berdering
Kring...kring...kring..
Papah pun mengangkat telpon tersebut terdapat suara perempuan yang memberitahu kan kabar bahwa anak nya yang bernama Alana mengalami kecelakaan dan tidak bisa tertolong.
Mendengar hal itu papah merasa terkejut dan menjatuhkan telponnya
Beberapa jam berlalu jasad Alana Tiba dirumah
Papah yang melihat anaknya terbaring tak bernyawa pun mulai meneteskan air mata
“ Alana anakku maafkan papah,papah menyesal melakukan mu seperti itu papah minta maaf nak".
Disusul sang adik yang merasa bersalah dan mengingat-ingat kembali hal yang sudah ia lakukan pada Alana sangat tidak baik dan Caca sangat menyesal untuk hal itu
“ Kaka maafin Caca yah.. , Caca janji gak akan deketin vino lagi, kaa aku mohon bangun kaaa jangan tinggalin Caca sendiri nanti Caca gak punya teman dirumah ini lagi ". Ucap Caca sambil menangis
Disisi lain ada vino yang menangis melihat kekasihnya itu terbaring
“ lannn Lo tega banget ninggalin gw, Lo bahkan terkahir ketemu Lo gak mau ngomong sama gw ". Ucap vino
Akhirnya Alana pun dimakamkan setelah dimakamkan sahabat nya ya itu Alexa datang ke pemakaman sambil menangis memegang batu nisan
“ lan Lo tega banget ninggalin gw lan.. Lo bilang di sekolah Lo baik-baik aja kenapa Lo bisa kaya gini ". Tangis Alexa
“ sekarang impian Lo udah tercapai, Lo gak akan ngeluh lagi lan sekarang Lo bebas gak ada yang ngekang atau nyakitin Lo lagi... Makasih untuk selama ini Lo jadi sahabat yang terbaik gw selama ini Lo tenang-tenang yah di sana ". Ucap Alexa sambil mengusap air matanya.
~ TAMAT ~