Terlahir kembali ke tahun ketika aku berusia enam tahun ....
Hal pertama yang aku lakukan adalah mengajak seluruh desa untuk memergoki ayahku dan kekasihnya di dalam rumah.
Pada saat itu, semua orang tampak sangat bersemangat.
1
Aku terlahir kembali, pada tahun ketika aku berusia enam tahun.
Aku menyaksikan ayahku menggendong Tante Katie, tetanggaku, masuk ke rumah.
Saat itu adalah malam tahun baru 1988 dan juga pesta pernikahan putra kepala desa.
Aku melangkah ke podium, merebut mikrofon dari tangan pembawa acara dan berteriak, "Kalian tolong selamatkan Bibi Katie. Ayahku melepas celananya dan memukulnya ...."
Setelah terdiam sejenak, pembawa acara segera menghampiri dan mengambil mikrofon dari tanganku.
Aku sama sekali tidak mau melepaskannya, lalu berteriak sekeras-kerasnya, "Tolong selamatkan Tante Katie. Dia terus memohon belas kasihan."
"Tapi, ayahku tidak mau melepaskannya. Ayahku terus memukulinya."
Pada saat itu, semua orang terlihat sangat bersemangat.
2
Orang-orang dari desa berlarian ke rumahku secara serempak.
Nenekku berteriak sekeras-kerasnya, "Jangan dengarkan perkataan cucuku. Itu tidak benar. Cepatlah kembali."
Namun, orang-orang yang sangat ingin melihat apa yang sedang terjadi, tidak menghiraukannya dan berlari lebih cepat daripada kelinci.
Beberapa bujangan muda dari desa menendang pintu rumahku dalam beberapa gerakan.
Pada saat aku menyelinap melalui paha orang dewasa, yang bisa aku lihat hanyalah tubuh ayahku dan Katie.
Ayahku panik dan mengambil celananya. Katie menarik selimut, lalu membungkusnya di sekeliling tubuhnya dengan berantakan.
Ibuku mengusir kerumunan, lalu menarik rambut Katie dan menyeretnya ke halaman.
Ibuku adalah seorang menantu yang terkenal berbudi luhur di desa. Dia tidak pernah macam-macam selama bertahun-tahun menikah.
Namun, saat ini dia sangat marah. Dia menampar wajah cantik Katie delapan kali berturut-turut, hingga membuatnya bengkak.
Rumah ibu Katie berada di sebelah rumahku. Ibunya yang merasa tertekan karena putrinya pun bergegas menghentikan ibuku.
Ibuku tidak memedulikannya. Akhirnya, ibuku pun menamparnya juga.
Lantaran sudah seperti ini, kepala desa dan istrinya yang merupakan kepala wanita desa tidak bisa tinggal diam. Mereka bergegas maju untuk membujuk ibuku.
Akibatnya, ayahku dan Katie, pasangan tidak tahu malu itu berlutut di halaman, tanpa busana, dan dengan tangan terikat di belakang punggung
Nenekku tidak tahu tentang hubungan ayahku dan Katie sampai hari ini.
Dia menunjuk ke arah Katie dan berteriak, "Pasti wanita jalang ini yang merayu putraku. Kepala Desa, hajar dia sampai mati."
3
Nenekku dan ibu Katie pun berkelahi. Mereka saling menarik rambut, menampar, dan memukul satu sama lain dengan keras.
Ibuku sudah tenang sekarang. Dia mengerutkan keningnya dan menatap mereka dengan dingin, tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Dia hanya menggenggam tanganku dengan sangat erat. Ibuku takut jika dia melepaskannya, dia akan kehilanganku.
Tiba-tiba, muncul dugaan di benakku. Itu adalah dugaan yang berani dan membuatku bersemangat.
Kepala desa memanggil beberapa orang orang yang kuat dan mengikat ayahku di rumahnya, lalu menguncinya di gudang kayu.
Di sisi lain, Katie dibawa oleh kepala wanita ke komite desa untuk dirawat.
Pada malam hari, ibuku memelukku dengan berlinang air mata dan terus menatapku.
"Ibu, apa kamu masih ingat dengan Pabrik Pakaian Scarlet Butterfly di Kota S?"
Begitu kata-kata itu keluar dari mulutku, ibuku langsung menatapku dengan mata yang lebar dan tidak percaya.
"Ibu, aku dilahirkan kembali sama sepertimu."
Benar saja, seperti yang aku duga, ibuku terlahir kembali hari ini sama sepertiku.
Malam itu, kami membahas peristiwa-peristiwa di kehidupan masa lalu.
Akhirnya, serangkaian rencana pun dikembangkan.
Hal ini diringkas dalam beberapa kata, yaitu membalas semua dendam yang ada.
4
Pada pagi hari di hari pertama tahun ini, aku dan ibuku tidur dengan nyenyak.
Biasanya, ibuku akan bangun pagi-pagi sekali, memasak, dan membersihkan halaman, lalu dengan penuh hormat 'mengundang' Nenek untuk sarapan.
Benar saja, setelah pukul 07.00, Nenek mulai menggedor-gedor pintu kamar kami. Kami menutupi kepala kami dan mengabaikannya.
Nenek, si pemarah, langsung mengambil palu godam, lalu mendobrak pintu kamar dalam tiga kali percobaan. Dia bergegas masuk dan mengangkat selimut secepat mungkin.
Aku dan ibuku mengabaikannya, lalu bergegas mandi.
Kemudian, ibuku memasakkan telur dadar yang harum.
Lantaran kesal, nenek bergegas menghampiriku dan menjatuhkan telur dadar dari tanganku.
"Dasar jalang! Pembawa sial."
Sudah saatnya aku mengambil alih panggung. Giliranku menjadi karakter utama.
5
Aku mengerahkan seluruh kemampuanku dan membenturkan kepalaku ke kepala nenek, lalu menangis tersedu-sedu.
"Aku memiliki orang tua yang lengkap, jadi bagaimana mungkin aku pembawa sial? Orang tuamu sudah meninggal, bahkan kakek juga sudah meninggal. Nenek yang pembawa sial."
Orang-orang di sekitarku tertawa dan mencibir. Mereka memujiku sangat pintar.
Aku mengambil kesempatan untuk memanas-manasi keadaan dan berkata dengan berpura-pura khawatir, "Kemarin, ayah memukuli Katie dan dia masih dikurung di rumah kepala desa. Nenek, kenapa Nenek masih bisa makan?"
Pada tahun1988, suasana masih kental dengan ketidakberadaban. Ayahku dan Katie berada di bawah teror senjata.
Secara hukum, mereka berdua seharusnya dihukum atas tuduhan "penjahat".
Katie dan ayahku sudah kenal sejak kecil. Awalnya, mereka berencana untuk menikah, tetapi nenekku melakukan ramalan sebelum pernikahan. Hasil ramalan mengatakan bahwa Katie akan membawa sial terhadap suaminya. Nenekku sangat tidak setuju dengan pernikahan ini.
Kemudian, ayahku menikahi ibuku, seorang gadis dari desa lain. Katie juga menikah dengan seorang pria dari desa lain.
Akhir tahun lalu, tepat seperti yang diramalkan, suami Katie meninggal dunia.
Dia masih muda dan enggan hidup sendiri, jadi dia kembali ke rumah orang tuanya dan kembali menghidupkan cinta lamanya dengan ayahku.
Ayahku mengambil proyek konstruksi dan menjadi seorang mandor kecil.
Ibuku sibuk mencuci pakaian dan memasak untuk para pekerja di proyek tersebut. Dia sama sekali tidak tahu bahwa ayahku sering kali berselingkuh.
6
"Sanny, menurutmu apa yang harus kita lakukan tentang ini?"
Kepala desa mengisap rokok dan bertanya kepada ibuku.
Istri kepala desa membantu menenangkannya. Saat itu, desa sedang bersaing dalam pemilihan "Desa Berbudaya" di kota. Dalam situasi ini, tidak boleh ada hal-hal yang merusak citra.
Aku pun tersenyum polos.
"Tante Katie sedang hamil. Dia mengandung adik laki-laki untukku!"
Semua orang di desa terkejut.
Namun, yang aku katakan adalah kenyataan.
Katie memang sedang hamil, baru dua bulan. Dia sendiri tidak menyadarinya.
Bayi laki-laki yang lahir dilahirkan Katie segera didiagnosis menderita Sindrom Down.
Ayahku menghabiskan uang hasil pekerjaannya sebagai mandor untuk biaya pengobatannya, tetapi hasilnya tidak sebanding.
Katie menghubungi seorang penyelundup, lalu secara diam-diam menjualku yang baru berusia enam tahun.
Nenekku benar-benar menyadari hal tersebut, tetapi tidak menghentikannya.
Dia butuh banyak uang untuk menyembuhkan cucu laki-lakinya yang tercinta.
Dokter dari puskesmas desa datang dan langsung memeriksa Katie.
Hasilnya membuktikan bahwa apa yang aku katakan adalah benar. Katie sudah hamil selama dua bulan.
Ibuku merebutku dari tangan nenekku dan memelukku.
Dia berkata dengan suara gemetar, "Aku tidak akan memaafkan mereka, aku ingin bercerai."
7
Ibuku cerdik. Dia membuat sebuah catatan kecil dan mencatat semua uang.
Setelah tujuh tahun pernikahan, total harta bersama mereka mencapai dua puluh empat juta.
Setelah catatan itu diungkapkan, semua orang di desa terkejut.
Pada masa itu, memiliki kekayaan puluhan juta masih sangat jarang.
"Silla ikut denganku, aku ambil dua puluh jutanya juga," ucap ibuku dengan suara lantang saat menyampaikan syarat perceraian.
Semua orang terkejut. Mereka merasa itu tidak adil dan nenekku sama sekali tidak setuju.
"Kalau begitu, aku akan pergi ke kota dan melaporkan putramu atas tuduhan poligami. Kamu yang sudah tua hidup saja sendirian dengan uang-uang itu!"
Melihat keadaan yang memburuk, kepala desa tidak punya pilihan selain menyarankan agar keluarga kami bersikap tenang dan baru memberinya jawaban setelah tahun baru berlalu.
Aku dan ibuku tidak lagi menjadi orang yang tunduk kepada nenek seperti sebelumnya.
Ibuku menendang nenekku dengan keras.
"Nenek tua sialan. Tutup mulutmu!"
Kemudian, dia mengangkat kapak yang ada di tangannya ke arah ayahku.
"Kalau kamu berani menyakiti Silla, aku akan membunuhmu dan ibumu."
Ayahku tidak percaya,. Dia meraih tugal dan berlari menghampiri ibuku.
Sambil mengayunkan kapak di tangan, ibuku dengan tidak segan-segan mengayunkannya ke arah nenekku.
Sisi tajamnya segera melintasi pipi nenekku.
Nenekku pingsan seketika.
8
Ibuku dalam keadaan hampir gila. Hal itu membuat ayah dan nenekku ketakutan.
Setelah nenekku sadar, dia menggertakkan giginya dan berkata kepada ayahku, "Kalau kamu ingin bercerai, ya sudahlah. Lagi pula, Katie sedang hamil. Kemungkinan besar, dia akan melahirkan seorang anak laki-laki."
"Sanny, tidak ada yang akan menerima jalang sepertimu di masa depan. Kasihan sekali, tidak ada putra yagn menjagamu di hari tua."
Aku berjalan mendekati nenekku, lalu mengatakan dengan pelan di telinganya, "Nenek, tidak semua anak laki-laki dapat melanjutkan keturunan, contohnya orang bodoh. Mereka juga tidak bisa, 'kan!"
Ayahku dan ibuku menerima sertifikat perceraian, lalu ibuku mendapatkan dua puluh juta.
Aku dan ibuku pergi dari rumah ini dengan membawa koper.
Tidak disangka, kami bertemu dengan keluarga nenek di pintu desa.
Di kehidupan sebelumnya, ibuku diperlakukan dengan kejam oleh keluarga yang mengutamakan anak laki-laki ini.