Setelah berpisah dengan pewaris York Group selama waktu yang lama, dia sudah memiliki kekasih baru.
Dia mengambil-alih semua kepunyaanku, merebut peran yang telah aku siapkan selama setengah tahun untuk memberi jalan bagi kekasih barunya.
Saat aku meraih gelar Aktris Terbaik, pembawa acara bertanya kepadaku ....
"Lagu debut Anda yang berjudul 'Doa', kabarnya terinspirasi dari nama seseorang yang Anda cintai. Benarkah demikian?"
Verdoa yang berada di bawah panggung, tiba-tiba mengangkat kepalanya. Ekspresinya penuh ketidakpercayaan.
Hanya sedikit orang yang tahu bahwa pewaris York Group bernama Verdoa York.
Hingga saat ini, dia baru menyadari kalau aku pernah sangat mencintainya dengan sepenuh hati.
Menyembunyikan namanya dalam laguku.
Tetapi sekarang, aku hanya menggelengkan kepala, tertawa sembari membantah.
"Itu semua hanya masa lalu."
1
Di perjalanan menuju Festival Film, Manajerku, kak Syahnaz memberitahuku dengan ekspresi yang tak menyenangkan.
"Peran wanita utama dalam film baru Leonard yang sudah kamu siapkan selama setengah tahun, yang kamu bahkan mengambil cuti selama satu tahun, menaikkan berat badan sebanyak sepuluh kilogram lalu menurunkannya, sudah mulai syuting, tapi malah langsung digantikan oleh orang lain."
Tak masalah kehilangan sponsor-sponsor dan iklan. Aku hanya tak bisa merelakan peran dalam film itu. Aku meraih rokok dari ujung jari Kak Syahnaz, dengan tatapan miris, aku berkata, "Kak Syahnaz, aku sudah pasrah."
Karena Candy memiliki Verdoa, pewaris York Group di belakangnya. York Group memiliki banyak saham dalam industri hiburan domestik.
Candy adalah kekasih satu-satunya yang diumumkan di publik oleh Verdoa. Padahal baru satu tahun sejak debutnya, dia sudah membintangi karya sutradara terkenal. Kali ini kami berdua dinominasikan dalam kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik di Festival Film. Jika Verdoa ingin memenangkan hati seseorang, dia pasti akan memberikan yang terbaik untuk orang itu.
Aku memulai karierku dari figuran ganda dan akhirnya menjadi seorang aktris terkenal dalam beberapa tahun terakhir, sering dinominasikan, tetapi selalu gagal. Para pembenciku mengejekku dengan julukan "Hampir Aktris Terbaik".
Jika kondisiku terus seperti ini, situasiku akan semakin sulit.
"Miki, bukankah kamu pernah berpacaran dengan Verdoa? Kenapa dia tidak membantumu pada saat itu?"
Aku mengalihkan pandangan aku dari jendela, diam sejenak dan melihat Kak Syahnaz.
Dengan suara pelan ....
"Kak Syahnaz. Aku murni hanya berpacaran dengannya."
Bukan karena statusnya sebagai konglomerat. Aku murni mencintainya. Hanya itu.
Tetapi tidak ada seorang pun yang berpikir seperti itu.
2
Karena kami tidak berada pada kelas yang sama.
Tidak pernah berada di level yang setara sejak awal.
Sebenarnya, Verdoa juga pernah melakukan hal yang sama untukku, tapi tidak sering, hanya sekali saja.
"Verdoa, yang kamu berikan terlalu berharga. Jangan seperti ini lagi kelak."
Verdoa tertawa dan mendekat, ujung hidung kami bersentuhan, napasnya yang hangat jatuh di wajahku. "Dibandingkan dengan hatiku, bukankah ini tak ada harganya? Kita 'kan sedang berkencan, apa salah jika aku baik padamu? Aku hanya khawatir kalau apa yang aku berikan padamu tidak cukup."
Jika suatu hari nanti kamu tidak lagi menyukaiku, lantas bagaimana dengan semua ini?
Jika hatimu diberikan kepada orang lain, apa yang akan kamu lakukan? Jawabannya sudah ada sekarang.
Meskipun dia memberikannya ....
Dia bisa mengambilnya kembali.
3
Saat penghargaan untuk Aktris Terbaik diumumkan, pembawa acara membacakan namaku dua kali dan baru saat itu aku berdiri dalam kebimbangan.
Adeganku dalam film diputar di layar besar di atas panggung, sorak sorai terdengar di sekeliling. Pada saat menerima piala, aku baru sadar, aku memenangkan penghargaan.
Verdoa dan Candy duduk di barisan depan, wajah Candy yang kalah terlihat pucat.
Pidato terima kasih dariku cukup panjang, satu per satu nama kusebut dari mulutku. Pada akhirnya, tidak ada nama Verdoa. Nama orang yang dulunya aku tuliskan ke dalam pidato ucapan terima kasihku sudah kuhapus.
Pembawa acara adalah seorang komedian terkenal di industri ini.
Saat suasana riuh, pembawa acara pun berkata dengan ringan, "Miki, para netizen sudah menggali ceritamu. Aku mendengar bahwa kala itu, pada saat debutmu, kamu memberikan judul 'Doa' untuk lagu tema suatu drama TV. Apa benar nama itu diambil dari orang yang kamu cintai?"
Saat itu aku tidak hanya menyanyikan lagunya, aku juga menyembunyikan namanya di dalam liriknya. Aku memang egois, aku menaruh nama orang yang paling kucintai dalam judul lagu.
Aku melihat Verdoa di bawah panggung, dia tiba-tiba mengangkat kepalanya, wajahnya penuh ketidakpercayaan.
Baru sekarang, dia tahu bahwa aku pernah, sungguh-sungguh mencintainya dengan sepenuh hatiku.
Aku tersenyum dan membantah ....
"Itu semua hanya masa lalu."
4
Setelah menerima penghargaan dan kembali ke tempat duduk, tanganku dan hatiku terasa panas, aku berusaha keras menahan tangis. Sebelum festival film ini, orang-orang di industri ini tidak yakin bahwa aku akan memenangkan penghargaan. Sebab kandidat teratas adalah Candy, pemeran utama wanita dalam film Leonardo. Tetapi, secara tidak terduga aku malah memenangkannya.
Tiba-tiba ada sebuah tisu yang disodorkan ke tanganku. Kemudian, terdengar suara yang rendah.
"Sekarang, kamera tidak mengarah ke sini. Hapuslah air matamu." Tempat dudukku bersebelahan dengan Rupert, pemenang aktor utama yang memenangkan banyak penghargaan. Dia adalah seorang aktor yang benar-benar berbakat, dia juga aktor hebat yang berperan sebagai pemeran utama pria di film yang memenangkan penghargaan ini.
Jika bukan karena rekomendasinya, sutradara tidak akan mempertimbangkan aku untuk audisi. Jika bukan karena aktingnya, aku tidak mungkin akan begitu jatuh cinta akan ssni berperan hingga memperlihatkan kemampuan yang belum pernah aku tunjukkan sebelumnya.
Saat aku melihat tisu di hadapanku, aku merenggangkan jari-jariku sebelum mengambilnya. Kemudian, dengan pelan aku berkata, "Terima kasih."
Rupert tidak berkata apa-apa lagi, dia hanya mengeluarkan suara 'hm' dari tenggorokannya. Matanya terpaku ke atas panggung, sama seperti yang dirumorkan, dia sangat tertutup dan sulit didekati.
Seakan-akan ....
Dia tak pernah mengungkapkan perasaannya kepadaku di hari terakhir syuting film, saat kami berjalan di tepi pantai, di saat sinar rembulan terpantul di lautan yang luas.
5
Ketika aku naik panggung, suasana di tim berubah total. Manajerku, Kak Syahnaz, terlihat berseri-seri, jejak awan kelam sebelumnya pun sirna sepenuhnya.
Sebelum aku naik ke mobil, Verdoa berseru di belakangku, "Miki."
Aku menunduk, seolah-olah tidak mendengarnya. Asistenku sudah membantuku mengangkat ujung gaunku sampai masuk ke dalam mobil.
Verdoa berdiri sendirian. Matanya yang selama ini mengeluarkan pesona, sudah tidak lagi bercahaya. Dia hanya terdiam mematung menatapku. Terakhir kali dia memanggil namaku adalah pada hari perpisahan kami.
Saat itu, dia sangat kecewa, hingga air mata memenuhi pelupuk matanya, dia berkata ....
"Miki, kamu bilang kamu mencintaiku, tapi kenapa aku tidak pernah merasakan cintamu padaku?"
Verdoa, carilah.
Jika kamu memang mau.
Mungkin dalam kenangan yang usang itu, ada jawaban yang kamu cari.
Tapi semuanya adalah masa lalu.
6
Setelah kembali, aku membersihkan riasan wajahku.
Asistenku mahir berselancar di internet, dia berseru lalu memberikan ponselnya kepadaku, "Kak Miki, berita terbaru tentang masa lalumu sedang trending."
"Aktris Terbaik, Miki dan Musim Panas yang Didoakannya."
"Doa" adalah sebuah lagu yang terinspirasi dari kisah ini.
Bibirku bergetar saat membaca seluruh postingan yang panjang itu. Ada beberapa hal yang telah kulupakan. Beberapa tahun yang lalu, ketika aku sedang syuting di Gunung Yule, ternyata aku pernah mendaki puncak bersalju dan menggantungkan plakat merah berisi doa milik Verdoa di sana. Stasiun TV setempat melakukan wawancara acak kepada wisatawan setempat dan turis, memberikan kesempatan untuk menyampaikan pesan keberuntungan mereka.
Aku tertawa dengan masker di wajah, "Doa, di sini sangat dingin."
Keakuratan postingan itu cukup mengerikan, bahkan ada wawancara lamaku. Ketika itu wajahku masih muda, tersenyum dan menceritakan impianku, "Jika suatu hari aku bisa memenangkan penghargaan, dia pasti akan menjadi yang pertama yang kusebut dalam pidato penghargaaanku."
Wartawan pun bertanya, "Siapakah orang itu?"
Di video itu, aku tersenyum dengan amat lebar, tapi aku tidak menjawab.
Namun dalam orang-orang dalam daftar pidato ucapan terima kasihku malam ini, yang pertama kusebut adalah sutradara film terakhirku. Aku berterima kasih atas kesempatan yang diberikannya.
Bukan orang yang telah aku janjikan dahulu.
Hubungan kami sudah berakhir dengan buruk, sudah kandas sejak dahulu.
Para penggemar pasti dapat menebak bahwa hubunganku sudah berakhir, tapi mereka tetap saja tergila-gila pada kenangan masa laluku yang manis.
Mereka menebak-nebak semua aktor pria yang pernah berakting bersamaku, tapi tidak ada petunjuk yang jelas. Nama Verdoa tidak pernah muncul sama sekali, saat itulah aku merasa lega.
7
Setelah mendapatkan penghargaan, aku mendapat banyak tawaran skrip dari sutradara ternama. Aku dan manajerku masih memilih-milih skrip yang bagus. Ada jeda beberapa waktu sebelum memulai syuting film.
Oleh karena itu, Kak Syahnaz, membantuku untuk menerima tawaran acara varietas "Warna Asli Para Aktor". Tim program mengundangku sebagai juri.
Aku hanya perlu merekam satu episode saja dan selesai.
Namun aku tidak menyangka kalau aku akan bertemu dengan beberapa wajah yang tak asing. Di antara juri ternyata juga ada aktor terkenal Rupert yang baru saja bekerja sama denganku.
Saat tiba di lokasi, aku bertemu langsung dengan Candy.
Baru kali ini aku tahu bahwa dia akan berpartisipasi dalam acara ini sebagai peserta.
Sangat mengejutkan bahwa kali ini aku tidak melihat Verdoa menemani Candy ke lokasi syuting. Kudengar dia sangat memperhatikan Candy, setiap kali Candy memasuki lokasi syuting, Verdoa akan memastikan semua fasilitas keamanan dan lingkungan tempat tinggalnya. Dalam industri ini, kabar bahwa Verdoa adalah pacar yang sangat baik sudah tersebar.
Ketika, acara ini masih belum mulai direkam ....
Candy memanggilku, "Kak Miki, aku belum mengucapkan selamat atas penghargaan Aktris Terbaik untukmu."
Aku berhenti sejenak, kemudian berbalik.
Candy tetap berdiri di tempatnya, sambil menyunggingkan seulas senyum ke arahku, "Awalnya pacarku mengira bahwa aku yang akan memenangkan penghargaan itu. Dia memaksaku menghafal pidato ucapan terima kasih yang panjang untuknya sebelum festival film. Dia kekanakan sekali, bukan."
Aku melihatnya dengan tenang.
Menunggu kata-kata berikutnya.
"Mungkin kamu tidak tahu kalau pacarku adalah Verdoa. Dia mengatakan bahwa lagu yang kamu tulis sangat tidak enak didengar. Dia berharap agar kamu tidak lagi membuatnya merasa jijik kelak."
Aku tidak marah, setelah berpikir sejenak, aku memberi jawab dengan tenang.
"Kalau begitu kalian berdua sangat cocok. Pendapatnya dan aktingmu, sama-sama buruk."
8
Wajah Candy langsung memerah, dia belum pernah dia mendengar kritikan langsung seperti ini, wajahnya berkerut karena marah.