Hari demi hari kulewati demi serangkaian mimpi. Kuterjang tinggi perkataan setajam pisau yang kutemui setiap langkah ku berjalan. Sakit, jatuh, tersungkur tak berdaya ..., namun ku tegakkan diri ini berdiri di tengah kekacauan yang ada.
Setiap teman sekelasku sudah wisuda tapi aku masih mengulang hingga 12 tahun mendatang. Rasanya sudah berbeda tak lagi sama seperti dulu yang selalu bersenda gurau hingga rasa resah menghampiri juga, hingga sesosok teman memberi uluran tangan. Ku buang rasa resah ini dan menggapai uluran tangannya ia memberikan harapan baru, mimpi baru, plan baru untuk diriku yang lugu dan bodoh.
Sampai aku menemukannya sesuatu yang aku suka, sesuatu yang ingin aku coba, dan sesuatu yang ingin ku pelajari serta kerjakan. Semua perkataan, perbuatannya mengubah jalan pikir ke arah designer bukan komunikasi lintas bahasa. Sehingga aku berpikir untuk mundur dari kampus saat ini untuk pindah kursus UI dan UX design.
Ku mulai semuanya dengan belajar otodidak coreldraw, photoshop, ibis paint, adobe illustrator, excel, word, power point, canva, sketsa, pixel art, dll. Lalu ku jadi memiliki banyak ide kerja online maupun offline mengajak teman-teman untuk bekerja membuat jasa design dengan tarif harga lebih murah dari aslinya, mungkin kedengarannya sangat tidak profesional akan tetapi saat ini tidak ada orang yang menyukai harga mahal lebih suka yang gratis.