Ketika saudara perempuan ku Betsy dan Aku masih kecil, keluarga kami tinggal untuk sementara waktu di sebuah rumah pertanian tua yang indah.
Kami senang menjelajahi sudut-sudutnya yang berdebu dan memanjat pohon apel di halaman belakang. Tapi hal yang sangat kami sukai adalah hantu.
Kami selalu memanggilnya "Ibu", karena dia tampak begitu baik dan selalu mengurus kami.
Pada suatu pagi, Betsy dan aku terbangun, dan di atas nakas kami, kami akan menemukan sebuah cangkir yang sebelumnya tidak ada.
Ibu meninggalkan mereka di sana, mungkin ia khawatir kami akan kehausan di malam hari. Dia hanya ingin menjaga kami.
Di antara semua perabotan rumah adalah sebuah kursi kayu antik yang kami sembunyikan di dinding belakang ruang tamu.
Setiap kali kami sibuk, menonton TV atau bermain game, Ibu akan menggeser kursi itu ke depan, di seberang ruangan, ke arah kami. Terkadang dia berhasil memindahkannya sampai ke tengah ruangan. Kami selalu merasa heran dan meletakkannya kembali ke dinding.Mungkin, ibu hanya ingin berada di dekat kita.
*┈┈┈┈*┈┈┈┈*┈┈┈┈
Bertahun-tahun kemudian, lama setelah kami pindah, Kami menemukan sebuah artikel surat kabar lama tentang penghuni asli rumah pertanian itu, ia seorang janda.
Dia telah membunuh kedua anaknya dengan memberi mereka secangkir susu beracun sebelum mereka tidur. Lalu dia gantung diri. Artikel itu menyertakan foto ruang tamu rumah pertanian tersebut, dengan tubuh wanita yang menggantung di balok. Di bawahnya terguling kursi kayu tua itu, diletakkan tepat di tengah ruangan.
... Apakah semakin dingin di sini, atau hanya perasaanku saja?