"Aku harap ,aku bisa berhasil menjadi dokter... Dengan hanyut nya dan tenggelam nya boneka ini aku harap aku bisa mencapai Cita-cita ku. "
"Mirnaa pulaang mirr.... " Ucap seorang wanita paruh baya diujung sungai.
Seketika itu lamunanku buyar dan aku menoleh ternyata itu adalah ibuku yang tengah memakai sarung diatas kepalanya dan ia tampak kesal karna kelakuan ku.
"Iyaa ibu... " aku segera menyusul beliau dan menghampiri beliau serta menciun tangan beliau.
"Mirnaa kamu dicariin sama bapaa... Astaga mirnaa...kamu pasti main sama cowo lagi yaa... Awas aja yaa." Ucap ibuku sambil mencubit gemas di telinga ku dan dipinggang ku.
"Maaf ibu, aku tadi di sana cuman main sama boneka buuu... Aku gak main ama cowo ibuu..." aku yang meringis dan mencoba tidak menangis karna cubitan itu hampir berwarna biru ke ungu-ungu an.
"Maaf-maaf... ibu nyerah kalo kelakuan kamu masih boong boong aja... " Ucap ibu ku sambil mempercepat langkah nya dan meninggalkan ku yang tertinggal jauh di belakang.
Aku pun hanya bisa tertunduk melihat kelakuan ibu ku yang tak ada habisnya untuk memarahi ku walaupun aku hanya bermain disungai bahkan pertemanan ku tak ada.
"Hahaha... Gede gede kok nangis
Suara ejekan itu terus di arahkan kepada ku, para anak anak kecil yang masih sebaya dengan adek ku mereka terus menerus mengoceh
sepanjang jalan.
Aku berlari cepat menuju kerumah dan sampai di depan pintu, ayah ku langsung menyambut ku dengan sebuah rotan dan rantai.
*Tashhh
"Paaak..." Aku mencoba melawan namun tenaga seorang anak kecil begitu lemah, aku hanya bisa menangis kejar, sampai akhirnya tetangga mulai merapat berkumpul di rumah ku.
"Bapak cukup paa kasian anak nyaa... " Kata seorang ibu sambul menarik lengan ku yang sudah me merah dan biru.
"Ngapain kalian kesini kesana... " Kata ibu ku yang menarik lengan ku dan menutup rapat pintu rumah ku.
Aku terus menangis, tangisan ky kini semakin nyaring dan tak dapat di tenang kan,Ayah ku mengambil kain pel dan mengganjal nya ke mulut ku.
"Kenapa kamu ngeyel ha!!
*Tashh
"Bugh
"Mirna gak main ama cowo..." Ucap ku dengan terpatah-patah dengan suara yang bercampur dengan tangisan.
*Tashh
"Boong boong ajaa mir.. " Ucap ayah ku dengan melambai kan rotan ke punggung ku.
Baju ku sudah terkoyak-koyak dengan hebatnya,karna pukulan rotan dan sapu lidi bahkan selang yang di pukul kan ke arah tubuh ku.
"Paaahhh...
Saat semuanya merasa prihatin dengan ku,aku yang sudah merasakan sakit dengan hebatnya itu pun tak dapat dipungkiri.
"Haaaaaaaggggg...
*Tash...
Dirasa ayah ku sudah puas hati dengan menyakiti ku, kali ini ibu ku yang sudah ingin bermain dengan sapu lidi nya dan sarung nya.
" Ibu sudah bilang, kamu cukup dirumah... "Ucap ibu kuu dengan pukulan sapu lidi ditangan ku.
" Aku... Cumaa.. Main di sungai ibu.."ucap ku dengan mata yang berkunang-kunang dan akhirnya aku pingsan karna merasa badan ku begitu lemah.
*bbrugkk
"alaah tadi ibu liaat ada cowo disamping kamuu... " Ucap ibuku dengan memukul ke arah ku dan mendendangkan kaki nya ke perut ku.
aku pun sudah pingsan dan aku membiarkan semuanya berlalu. Malam hari tiba ketika , aku sadar aku sudah di kandang ayam seperti biasa aku tidak di tempatkan yang layak seperti kaka dan adek-adek ku.
Aku bukan anak tiri tapi aku anak kedua yang di perlakukan seperti budak dan seperti pembantu.
Ketika rasa sakit menyerang, karna cambukan dan bahkan tendangan ,tamparan, aku hanya bisa berteriak-teriak karna kesakitan. Rasa sakit bahkan ada yang terluka di belakang punggungku mereka semua
"Mirna diaam... Sakit nih telinga" Ucap ayah ku dengan bentakan dan suara yang nyaring layaknya pakai pengeras suara.
Aku pun diam dan membiarkan rasa sakit ku yang begitu pedih dan berdenyut-denyut, aku tak bisa tidur karna rasa sakit yang begitu hebat, dan suara ayam yang begitu berisik.
"Ya allah kapaan bisa bebas... Pengen jugaa ngerasain ke temen-temen... " Ucap ku sambil mengadahkan tangan ku dan mencoba menutuo mata ku.
Aku mencoba menyenderkan punggung ku yang terluka parah,saat itu ada orang yang tak begitu aku kenal menarik lengan ku.
Aku merintih karna punggung tangan ku merah dan berdarah itu pun langsung ia akan tarik begitu kasar.
" Kamu gak papa kan, ayo ikut aku kita pergi dari sini... "Ajak
seorang ibu yang sore tadi menarik lengan ku dengan kuat nya.
Aku bergegas dan segera menghapus mata yang lebam karna menangis, dan berdiri walaupun kaki setengah pincang karna di injak oleh ibu ku.
" Ibuu yang tadi kan.. "Ucap ku dengan nada yang sesegukan.
" Iyaa ayo kita , ke rumah tante yaa.. "Ucap ibu tersebut sambil menarik lengan dengan penuh lembut dan kasih sayang.
" tapii tante nanti aku dimarahin papah... Sama ibu.. "Ucap ku sambil menarik lengan ku kembali dan memberhentikan langkah ku.
Aku berjalan kembali ke rumah ku dan ibu tersebut menarik kembali tangan ku duduk.
" Nak yu kita bicara sebentar, ayo kita pergi dulu kerumah tante... "
Ucap ibu tersebut sambil membujuk ku dan akhirnya aku mencoba mengalah." Kalo masalah papah dan mamah kamu udah tante proses ke pihak berwenang.. "Imbuh ibu tersebut.
" Tante jangann walaupun mereka begitu aku ikhlas.. "Kata ku sepanjang jalan sambil memohon-mohon.
Ibu tersebut tetap mendengarkan ku bahkan beliau merespon ku seperti anak nya sendiri.
" Mirnaa dengerin kata tante,gak seharusnya orang tua itu mendidik anak nya dengan cara keras seperti pukulan,sepatutnya dan sewajarnya para orang tua itu harus melihat dan harus memerhatikan kelakuan anak nya kalau anak nya kelewatan batas, mereka mungkin menegur nya dengan lembut... Kalau mirna ikhlas menerima perlakuan ibu bahkan papah kamu seperti itu, kamu bisa punya mental yang gak sehat pikiran kamu udah kemana mana." Nasehat ibu tersebut sambil mengelus pipi ku yang mengeluarkan air mata.
Aku hanya bisa terdiam dan menangis,ibu tersebut terus mengajak ku kedalam mobil dan membawa ku pergi dari tempat ini.
Aku berhasil melarikan diri karna kandang ayam jauh dari rumah ku dan karna ada ibu yang baik ini.
"Mirna dengerin kata tante,tante pengen kamu sehat yaa dan kamu itu cantik kamu bisa lanjutin sekolah kamu, besok kamu harus kerumah sakit dulu yaa buat obatin luka-luka yang ada di punggung bahkan di sekujur tubuh kamu.. " Ucap ibu tersebut sambil mengelus pipi ku
"Pa tolong berhenti di kedai.. " Kata ibu tersebut sambil mengarah kan pak sopir untuk membanting setir nya.
Kemudian kami sudah sampai di depan kedai yang buka 24 jam perhari. Akhirnya ibu turun dan mengambil beberapa snack dan membelikan ku sebuah es krim cone.
"Ini untuk kamu yaa, dan ini juga kamu makan yaa.. " Kata ibu tersebut sambil menyuapi ku roti dan aku memakan nya dengan lahap.
"Kamu udah berapa hari gak makan.." Kata ibu itu sambil mengambil air minum.
Aku tak menjawab pertanyaan ibu tersebut, tapi beliau melihat dengan jelas bahwa badan ku ini begitu kurus bahkan tulang tulang ku hampir tembus pandang.
"Kenapa diaam naak.. " Ucap ibu tersebut dengan tatapan memelas.
"gaak ibu.. Aku dikasih pakan ayam bu.. " Ucap ku dengan mulut yang penuh dengan roti.
"HAH!!!! Kamu makan ituu.. Sedangkan mereka makan yang enak." Ucap ibu tersebut tampak terkejut.
"Aku juga makan yang enak, namun hanya tulang dan sisa sisa, seperti ayaam, kuah,nasi sisa yang udah berjamur ibuu... " Ucap ku seperti orang yang sudah memakan makanan enak orang kaya.
"Kamu bener makan itu..," Ucap ibu itu sambil menangis.
Aku tampak kebingungan dengan tangisan ibu yang tumpah menjadi lebih menyedihkan.
Ibu tersebut menyeka air matanya dan menatap ku dengan mata yang basah.
"Ibu mau kamu ikut ibu selamanya yaa.. Ibu ingin punya anak cewe kek kamu.. " Ucap ibu itu sambuk mencium dahi ku dengan lembut.
Aku merasa rasa yang benar-benar hangat,rasanya kasih sayang seorang ibu telah ada di jiwa ku. Aku tak bisa mengungkapkan nya dengan kata-kata namun ini adalah rasa yang benar-benar tidak ada dua nya.
Kami telah tiba dirumah ibu tersebut yang sangat jauh dengan kampung ku.Bahkan ini sudah masuk kedalam denah perkotaan.
"Assalamu'alaikum anak anak ibu.. " Ucap ibu tersebut sambil membuka pintu rumah.
"Walaikumsalam... Ibuu ehh ibu bawa siapa ? " Ucap cowo yang di samping kursi.
"Kalian semua gak boleh pada deketin diaa, dia ibu rawat dulu terus menerus sampai dia bener-bener sembuh.. "Ucap ibu itu sambil menyuruh ku masuk." Ayo masuk jangan malu-malu... "
Aku pun masuk dan melihat ank ibu tersebut cowo semua,kelihatan umur mereka 19-25 tahun mereka semua bekerja kecuali yang 19 tahun.
"Haloo nama saya mirna Deojanin.. Umur saya 18 tahun.. " Ucap ku sambil melepas sendal ku di depan pintu rumah yang begitu mewah nyaa.
"Biar kita kita pada aja Buu ngerawat nyaa ? " Ucap Dani cowo yang tertua yaitu 25 tahun.
"Emang bisaa... " Ucap Ibu tersebut sambul meremehkan skill mereka.
"Bisaa ya kan guys... Anggap aja dia adek kitaa.. " Ucap dani sambil bercanda kepada adek-adek ny.
"Sekarang mirna kekamar atas dan mandi yaa nak, ibu tunggu dibawah ya.. "Ucap ibu tersebut mengarahkan ku ke kamar mandi yang paling atas.
" Aku gak bisa mandii Buu... Maaf soalnya luka nya sangat sakit.. " Kata ku dengan meminta maaf kepada ibu.
"Gak papa kamu bisa tidur aja yaa langsung, ibu anterin... " Ucap ibu tersebut sambil menarik lengan ku dengan lembut."ntar ibu kebawah lagi kita obrolin okee.. "Ucap ibu mengarah kepada para boys.
"Iyaa Buu... " Ucap Jaki yang berumur 23 tahun.
Saat sampai didepan kamar aku diperintah masuk kedalam dan ibu itu langsung menyuruh ku tidur.
"Tante aku sangaat berterimakasih kepada tante... " Ucap ku dengan memeluk ibu tersebut."Maaf ibu bau kandang ayaam... "Ucap ku yang disertai senyum.
Akhirnya aku mengecup punggung tangan ibu itu dan masuk kedalam kamar.
" Ibu juga sangat sayang sama kamu,
Aku harap kamu bisa tidur dengan nyenyak... "Ucao ibu itu membalas pelukan ku...
" Selamat tidur tante... "Ucap ku sambil memelankan suara pintu.
" Jangan tante doong , panggil ibu aja...