Della dan suaminya Samuel adalah dosen, keluarga Della kaya raya, juga keluarga berpendidikan. Sementara Samuel datang dari desa, orang tuanya juga sudah bercerai, selama ini dia tinggal bersama ibunya. Awalnya dua orang yang tidak memiliki hubungan apa-apa, malah ada perasaan setelah kenal lama. Della bukanlah wanita kolot, dia yang duluan mengejar Samuel tanpa menanyakan asal usulnya, lalu keduanya segera jatuh cinta dan menikah.
Setelah menikah, karena ekonomi, mereka berdua untuk sementara waktu tinggal di asrama yang disediakan oleh sekolah. Della tahu kalau Samuel memiliki seorang ibu yang hebat, yang tidak pernah takut akan kesulitan, bekerja keras untuk mendapatkan uang dan selalu memberikan lingkungan yang baik bagi putranya. Pada awalnya, Della sangat menghormati dan mengagumi ibu mertuanya yang mandiri ini.
Namun tak lama kemudian, adanya konflik. Ibu mertua mengejar Samuel ke sekolah. Dia ingin pindah ke asrama sekolah untuk tinggal bersama putranya karena dia sudah lama tidak melihat putranya pulang menjenguknya.
Meskipun Della tidak setuju dengan pernyataan ini, dia tidak mengatakan apa-apa. Tak lama kemudian, dia menemukan bahwa ibu mertuanya memiliki kebiasaan buruk yaitu sering tidur dengan putranya. Bahkan menaruh tempat tidurnya di samping tempat tidur mereka. Della mencari suaminya untuk bernegosiasi, tetapi Samuel yang tumbuh bersama ibunya tidak tega, dia selalu merasa dirinya adalah satu-satunya penopang ibunya, jadi dia harus mengurus ibunya.
Tak lama kemudian, Della hamil dan keluarganya sangat senang dengan berita tersebut. Namun, tidak lama kemudian Della merasa sedih.
Ibu mertuanya adalah orang yang hemat. Suatu kali dia menemukan bahwa pipa air umum di luar asrama bocor, jadi untuk menghemat tagihan air, dia menggunakan baskom untuk menampung air di sana. Sementara Della yang dalam masa muntah, juga mudah bangun sering terbangun karena suara air yang menetes sering. Dia berulang kali mencari ibu mertuanya untuk bernegosiasi, tetapi berulang kali ditolak.
Suatu hari, ibu mertuanya meletakkan baskom air di tengah rumah, menyebabkan Della yang sedang hamil empat bulan jatuh.
Setelah hamil sepuluh bulan, Della akhirnya melahirkan seorang putra. Dia berpikir bahwa jika dia memiliki seorang cucu, dia akan dapat mengalihkan perhatian ibu mertuanya. Ternyata saat Della lagi masa nifas, ibu mertuanya mulai mengganggunya lagi. Ibu mertua memarahi Della yang sedang beristirahat di tempat tidur, "Hari kedua setelah melahirkan, aku sudah bisa bekerja, tapi lihatlah kamu, berbaring sepanjang hari, menurutku kamu ini tidak ingin bangun dari tempat tidur dan bekerja."
Ketika dia mendengar ibu mertuanya berkata seperti itu, Della langsung kembali ke rumah ibunya dengan marah. Setelah orang tua Della mengetahui hal tersebut, mereka juga menyatakan ketidaksetujuan mereka, tetapi mereka adalah orang yang berpendidikan, jadi mereka tidak mungkin bertengkar dengan besannya. Agar putri memiliki kehidupan yang lebih baik, orang tua Della mengambil tabungan mereka dan memutuskan untuk membelikan putri mereka rumah baru.
Berita tersebut merupakan hal baik bagi Samuel dan Della. Samuel tidak menyangka akan memiliki rumah secepat ini, sementara Della akhirnya memiliki tempat untuk bersama dengan suaminya.