"Apa isi Laut? "
Itu pertanyaan yang selalu terbayang-bayang di kepalaku ketika aku sedang menaiki kapal hari ini. Ribuan ombak yang saling bertempur, menciptakan percikan air yang mendebur.
"Kamu sedang apa Andala? "
"Ah aku sedang melihat laut. "
"Hmm yaudah, sini masuk, diluar dingin. "
Hmm... Iya juga, diluar dingin. Lebih baik aku menghangatkan diri di dalam. Ketika berjalan, setiap langkah ku membawakan ku pada beberapa kata-kata puitis. Tetapi, ada satu kalimat yang membuat ku tenggelam pada setiap huruf nya.
"Netra Andala menatap sinis penghuni Bentala."
Pada dasarnya aku takut dengan laut. Ya, aku mengidap Thalassophobia. Pemandangan perairan luas yang ku tatap menciptakan imajinasi seram dan suasana yang suram kepada orang yang memiliki phobia ini. Takut terhadap makhluk yang ada di dalam nya, takut akan gelap nya, takut akan hilang dari daratan, takut tenggelam, takut mati pada kesunyian dan lain lain.
Netra yang artinya mata, Andala yang artinya laut yang dalam (ya itu juga termasuk nama ku. Tapi aku sendiri takut dengan laut yang dalam. ), sinis yang artinya memandang rendah, Bentala yang artinya bumi atau manusia . Jika ku terjemahkan jadinya,
"Mata laut yang dalam sedang menatap rendah manusia. "
Tunggu sebentar, Mengapa begitu? Tiba-tiba aku berlari menuju pinggir kapal dan melihat ke bawah. Ternyata sungguh benar. Ketakutan, sang mata laut yang dalam benar-benar ada. Mata ku membelalak. Bagaimana bisa semua orang tidak tahu jika benar-benar ada mata besar yang sedang melihat kapal ini.