Hallo buat kalian para reader sekalian. Saya sebagai penulis mendoakan kalian dimana pun kalian berada, yang terbaik untuk kalian.
Cerita horor yang akan saya bagikan kepada sahabat semua mengenai petaka bagi pemuja iblis demi harta duniawi. Cerita ini saya bawakan dari seorang gadis yang kini hidup sebatang kara.
Ya kalian tak salah baca, seorang anak yatim piatu. Serta kejadi memilukan ini terjadi ketika usianya masih remaja.
Sedikit info mengenai narasumber. Dia adalah anak tunggal dari pasangan suami istri yang kondisi finalsialnya pas-pasan. Tapi pada akhirnya hancur sehancur- hancurnya. Sebab salah satunya malah menyebab iblis hanya demi harta.
Baiklah tanpa berlama - lama, kita masuk keceritanya.
MULANYA BAIK - BAIK SAJA
Sebelumnya untuk melindungi narasumber. Maka semua hal yang berkaitan dengan narasumber akan writer samarkan.
Namanya adalah lisa anjani, seorang anak gadis remaja yang kini mengeyam pendidikan di SMP Kota semarang. Dia adalah anak tunggal dari pasangan suami-istri, kita sebut aja yang suami joko dan sang istri Ida.
Sedikit informasi mengenai latar belakang keluarga dari pasangan suami- istri ini. Sang suami joko lahir dari kaluarga yang terbilang mencukupi. Sang suami adalah anak ketiga dari 4 bersaudara dan mereka semua adalah anak laki- laki. Kalau diperbandingan secara finansial, joko merupakan yang paling rendah. Kakak dan adiknya mendapat penghasilan yang lebih baik darinya serta dirinya adalah anak yang terakhir menikah.
Sedangkan Ida adalah seorang yatim piatu alias sebatang kara. Kalau ada yang belum tahu arti, sebutan sebatang kara disandang bagi seorang yang ngak punya orangtua dan saudara.
Mereka berdua bertemu dan jatuh cinta di tempat kerja. Kala itu kedua bekerja di salah satu pabrik makanan yang berada di kota semarang. Setelah saling mengenai mereka pun memutuskan untuk berpacaran dan akhirnya menikah ditahun 1986.
Sekian tentang latar belakang orangtua narasumber.
Sesuai dengan cerita dari narasumber. Awalnya keluarganya sangat bahagia dan harmonis. Ayah dan ibu yang saling menyanyanyi dan mencintai. Sayang dan penuh cinta padanya. Ya walaupun pendapatan orangtuanya ngak besar, namun sudah terbilang " cukup" untuk menghidupi keluarga mereka.
Dulu sang ayah yang kita sebut joko adalah seorang yang sangat baik dan suka membantu. Pribadi yang sangat taat dan rajin beribadah. Apapun kegiatan yang diselenggarakan oleh pihak masjid. Joko akan selalu ikut andil mau itu sumbang tenaga atau sumbang uang, semuanya akan dilakukannya dengan iklas. Oleh kerena itulah dilingkungan masyarakat dia selalu disegani meski dirinya berasal dari kelurga yang tidak kaya.
Hal itu tak jauh berbeda dengan joko. Ida sang istri juga sama baiknya dengan sang suami. Pribadinya yang lembut, penyanyang dan punya rasa empati yang tinggi.
Memiliki orangtua seperti joko dan ida ini tentunya adalah keinginan semua anak.
Namun kebahagiaan lisa segera sirna sejak ayahnya di PHK dari tempat kerjanya. Sejak sang ayah dipecat, sikap dan kelakuannya berubah 180 derajat. Dulu pria yang dikenal penyanyang dan penuh kasih sayang. Kini sudah tidak ada lagi, malah sekarang suka marah- marah tanpa sebab.
Apalagi setelah ia dipecat, joko tak bisa mendapatkan pekerjaan baru walau sudah segudang surat lamaran yang dia buat. Hal itulah yang menjadi awal joko melakukan hal - hal melenceng dari dirinya dulu.
Joko jadi sering bertengkar dengan sang istri Ida tanpa ada alasan yang jelas. Bahkan lisa sering dimarahi, padahal lisa tidak merasa melakukan hal yang salah.
Sejujurnya dari di dalam lubuk hatinya yang paling dalam. Lisa tak mengambil kemarahan ayahnya kepada dirinya. Sebab ia sangat mengerti tentang kondisi ayahnya. Lisa tahu bahwa sang ayah sedang dilanda dilema. Dia berpikir sang ayah dalam keadaan stres sejak dia dipecat. Lisa tahu bahwa kebutuhan keluarga ini berada dalam tangan ayahnya.
" Mungkin ayah tengah pusing mencari nafkah untuk aku dan ibu" . Itulah yang selalu lisa tanamkan dalam benaknya dikala sang ayah marah- marah. Dan lisa tidak pernah ambil hati dengan perlakuan sang ayah. Lisa selalu berdoa setiap ada kesempatan, mendoakan ayahnya agar diberi pekerjaan dan ayah dikembalikan seperti sedia kala.
Namun apa dikata, manusia boleh berupaya sekeras mungkin. Akan tetapi keputusan mutlak ada pada sang pencipta.
Hari demi hari, bulan berganti bulan. Sikap ayahnya tak kunjung membaik, malah semakin meraja lela. Pasalnya sang ayah jadi sering keluar pagi dan pulang subuh. Itu pun dalam keadaan mabuk. Joko jadi sering adu mulut dengan sang istri. Bahkan sampai main tangab terhadap Ida. Lisa yang menyaksikannya hancur seketika. Bagaimana mungkin seorang dulunya baik dan perhatian berubah hanya karena tak bisa mendapat pekerjaan.
Lisa pernah menanyakan kepada sang mama mengapa ayahnya jadi seperti penjahat. Bahkan aku sempat menyarankan kepada ibu agar mereka berdua tinggal terpisah untuk sementara waktu. Sampai ayah bisa menenangkan diri dan sadar bahwa perlakuannya kepada ibu adalah hal yang salah. Menyatakan bahwa tindakan sang ayah sudah kelewatan.
Namun apalah daya lisa, cinta memang sesuatu hal yang sangat misterius. Ibuku menolak mentah - mentah saran dariku. Ida berkata bahwa suaminya joko berlaku demikian karena ia merasa malu dan prustasi sebab ia tak bisa lagi menjadi pencari nafkah untuk keluarga. Ida mengatakan joko merasa malu terhadap dirinya. Sebab sejak joko di PHK, iadalah yang mengambil peran sebagai pencari nafkah bagi keluarganya. Mendengar penuturan sang ibu membuat kisa kala itu membatalkan niatnya. Jujur ia juga merasa iba kepada ayahnya. Namun memukul istrinya karena hal itu tidak dapat dibenarkan dari segi manapun. Kala itu lisa hanya berharap seuatu hari nanti ayahnya akan berubah menjadi sosok ayah yang menyanyanyi istri dan anaknya.
MUNCULLAH SUATU KECURIGAAN
hari demi hari silih berganti, bulan demi bulan pun berganti dengan cepat. Akan tetapi hal yang lisa harapkan tak kunjung terwujud. Jangan mulai membaik, bahkan sekarang tingkah joko sudah amat diluar batas kewajaran.
Juga gerak-geriknya tiap hari makin aneh. Seperti ada suatu rahasia besar yang joko simpan dalam - dalam dihatinya. Kalau dulu joko pulang larut malam. Maka sekarang ini dia pulang subuh dan bahkan sering tak pulang ke rumah selama beberapa hari. Namun sekalinya pulang ke rumah, pasti ada saja kerjaan tak lazim diperbuatnya.
Di sisi lain, keadaan Ida saat ini benar-benar kasihan. Sejak dua tahub lalu kondisi tubuhnya menjadi sangat buruk.
Nah awalnya kondisi tubuh Ida sangat sehat serta bugar. Akan tetapi yang membuat Lisa kebingungan dan merasa janggal. Sebab setiap ibunya mengandung, ia akan mengalami keguguran 2 minggu sebelum waktunya bersalin. Yang membuat lisa heran adalah setiap ibunya keguguran. Tubuhnya akan mengalami penurunan berat badan secara drastis. Sistem imumnya juga ikut melemah membuat Ida sering jatuh sakit.
Hari berganti hari tubuh ibunya akan semakin kehilangan berat badan. Dulunya badan Ida termasuk berisi dan juga sehat. Tapi sekarang tubuhnya berubah jadi kurus seperti manusia yang kekurangan asupan.
Lisa yang mendapati bahwa ada suatu hal yang salah. Menyarankan kepada joko agar segera membawa ibunya berobat. Karena lisa tahu bahwa seseorang yang mengalami keguguran tidak akan mengalami hal demikian.
Tapi lagi - lagi lisa dibuat heran dan tak berani percaya bahwa ayahnya akan mengatakan kata yang membuat ia kesal. Jawaban ayahnya yaitu joko terkesan tidak peduli akan hidup dan mati istrinya.
" Sudahlah lisa, ibumu begitu karena ia mengalami keguguran. Ngak usah pergi kedokter, nanti akan berangsur pulih sendiri. Lagian kita pake apa bayar dokter, pake daun? Sadar kamu lisa ayah saja tengah kesulitan mencari uang untuk kasih makan kamu. Sudah pergi sana! Jangan buat ayah tambah pusing" begitulah katanya padaku waktu itu sambil berteriak kesal.
Mendengar perkataan itu dari ayah yang dulu sangat mencintainya. Lisa menjadi sangat sedih dan hancur lebur. Padahal dulu sang ayah lemah lembut ketika berbicara kepadanya. Sekarang dia menjadi begitu kasar dan terlihat tidak berperasaan.
Diposisi menyedihkan saat itu, lisa masih berpikir positif terhadap sang ayah. Mungkin perlakuannya terhadap ibunya adalah bentuk kekecewaan terhadap sang istri. Karena telah lalai sehingga menyebabkan anaknya meninggal dalam perut istrinya, alias keguguran. " Mungkin ayahku hanya merasa sedikit kecewa karena tidak jadi punya anak lagi" begitulah yang ada dalam benakku. Namun melihat ayahku seakan tak peduli dengan istrinya, membuatku sangat marah dan merutuki ayahku. Karena biar manapun keguguran itu bukanlah salah ibuku. Nasiblah yang mengharuskan bahwa semuanya itu sudah takdir yang telah digariskan sang pencipta.
Semenjak hari itu hubungan lisa dengan ayahnya semakin renggang. Bahkan lisa tak akan bersuara jika joko tak mengajaknya bicara. Serta jawaban lisa pun begitu singkat serta menunjukkan wajah tidak suka terhadap sang ayah.
Jika diingat - ingat lagi, joko akan meluangkan waktu untuk mengobrol dengannya. Meminta anaknya untuk menceritakan pengalaman yang dilalui Lisa hari itu. Keduaya berbincang ditemani canda tawa dan senyum manis terpatri di bibir mereka. Namun lihat sekarang, jangankan untuk mengajak sang ayah untuk mengobrol. Melihat wajah sang ayah sudah berhasil membuat lisa kesal dan muak.
Ingin tahu kisah selanjutnya...jangan lupa dukung ya😊😊😊
Biar aouthor makin semangat buat kisahnya.
Dahhh😘😘