#CeritaFantasi
Judul "Dunia Mimpi"
Part 2
Selene menatap bocah di hadapannya. Matanya berkedip tiga kali, tanda masih tak paham dengan situasinya saat ini.
Anak perempuan itu berdecak kesal. Ia melambaikan tangannya, pergi menjauh meninggalkan Selene yang yang masih tak paham dengan situasinya.
"Temui aku di bagian administrasi kalau sudah!"
Selene mengalihkan perhatian nya kembali pada perpustakaan besar tempat ia berdiri.
Kakinya mulai melangkah menelusuri isi perpustakaan megah yang berisi anak kecil itu.
"Wah! Kau manusia ya!"
"Ih benar! Dia manusia loh!"
"Pasti keturunan Dewa!"
Ucapan dan pujian yang sama ia dapati setiap masuk ke ruangan perpustakaan yang berbeda. Selene menanggapi dengan senyum, tak ingin menjawab sebelum tau kebenarannya.
"Selene?"
Merasa dipanggil, Selene menoleh. Kaget dan terpaku kini Selene alami.
"Ya Tuhan!"
Pria tinggi, tampan dan berperawakan Asia itu langsung membawa Selene kedalam pelukan. Memberikan kecupan di puncak kepala gadis itu, tangannya mengelus surai hitam milik Selene.
Begitu pelukan selesai, Selene belum berbicara satu katapun. Matanya mengamati wajah tampan milik pria didepan nya, terkejut sadar si apa pria muda tampan yang memeluknya..
"Papa?"
Pria didepannya mengangguk mantap, menggenggam tangan Selene erat, tak mau melepas Selene walau sebentar.
"Apa yang kau lakukan disini? Situasi belum sepenuhnya membaik. Sebaiknya kau kembali, aku akan antar sampai rumah."
Hendak merangkul Selene, gadis itu menepis tangan sang ayah. Selene menggeleng, masih menatap wajah sang ayah yang tak ada kabar selama 5 tahun lamanya.
"Papa mau tinggalin Aku sama Mama sendiri lagi?," tanya Selene.
Eliot menatap putrinya sedih, tangannya yang hendak meraih Selene terhenti di udara. Ia meraih bahu putrinya, menatap penuh cinta pada gadis didepan nya.
"Selene, Papa belum bisa. Papa harus selesaikan masalah disini dulu."
"Aku tak bisa membuat kalian berdua menghadapi bahaya dengan tinggal disini..."
Bahaya apa? Ini cuma dunia fantasi yang indah! Cuma dunia yang selama ini Selene impikan! Cuma salah satu keinginan masa kecilnya.
Ia tahu! Ingatan itu bukan palsu! Itu bukan khayalan seperti yang Papa dan Mamanya katakan!