Mesin Waktu
#Cerpen
Author: yupitrsaa
Hari-hari telah berlalu. Rasanya aku ingin kembali pada masa itu. Masa dimana awal aku bertemu dengan mu. Menanyakan siapa namamu dan bertanya lebih banyak mengenai dirimu.
Aku rindu ketika kamu menanyai "bagaimana kabarku?", aku rindu tawamu saat mendengarkan cerita ku dan aku rindu bagaimana senyumanmu yang membuat ku ingin terus berada di dekatmu.
Sayangnya itu tidak akan pernah terulang dalam hidup ku. Andai aku mempunyai mesin waktu, aku akan kembali pada masa itu. Andai...
Aku masih ingat saat awal kita bertemu. Di sore hari di dekat taman, aku sedang berjalan-jalan menikmati suasana di sore hari. Sambil mendengarkan musik dan menikmati hembusan angin yang bertiup.
Saat sedang asik mendengarkan musik tiba-tiba ada seorang gadis yang tidak sengaja menyenggol ku "Brukk.. aduh". Dia menatapku sekilas dan meminta maaf karna tidak sengaja menyenggol ku menabrak ku. "Maaf ya mass saya nggak sengaja, lagi buru-buru makanya gak hati-hati, sekali lagi saya minta maaf ya mas" ucap gadis itu. "I-iya mbak, gapapa" ucapku dengan gugup.
Aku kagum saat melihatnya. Matanya yang indah dan senyuman nya yang manis. Aku masih ingat jelas bagaimana senyumanmu yang manis itu saat meminta maaf padaku.
Setelah si gadis meminta maaf padaku ia pun pergi...
Aku melihat jedai rambutnya jatuh. Aku mengambilnya dan berinisiatif untuk mengembalikannya pada gadis itu. Tapi... aku tidak cukup berani untuk memanggilnya.
Aku melihat dia mulai menjauh. Dan bodohnya aku tidak mengembalikan jedai gadis tersebut. Ya, seharusnya aku harus sedikit berani untuk berbicara pada gadis itu. Aku harap kita bisa bertemu kembali, bukan hanya sekedar untuk mengembalikannya jedai ini tapi aku juga ingin mengenal kamu lebih jauh lagi.
Sampai di rumah aku terus saja memikirkan gadis itu. "Apakah ini yang dinamakan cinta?" monologku. Aku pun mengambil jedai yang tadi ku taruh dimeja. Sambil membolak-balikkan jedai tersebut. Tanpa ku sadari akupun tertidur dengan keadaan menggenggam jedai tersebut.
Pagi nya, aku bangun lebih awal untuk pergi ke pasar membeli keperluan dapur. Aku berangkat menggunakan iteungg. Motor yang sudah menemaniku selama kurang lebih 2 tahun. Aku menamainya iteung karna warnanya hitam hehhe.
Sampai disana ternyata pasar sudah dipadati oleh ibuk-ibuk yang ingin membeli keperluan dapur juga. Aku berjalan kedalam untuk membeli sayuran. Saat memilih-milih tanpa sengaja aku melihat gadis cantik yang pernah ku temui saat di taman.
"Apakah ini yang dinamakan jodoh?" batinku. Aku berjalan menghampiri nya. Sekarang aku sudah sedikit berani untuk memulai obrolan dengan nya. Aku berniat untuk mengembalikan jedainya. Untung saja tadi aku membawa jedai tersebut.
"Hai kamu gadis yang kemarin ditaman kan? masih ingat aku?" tanyaku. Dia menengok dan tersenyum ke arah ku. "Oh haii juga, iya kamu mas-mas yang kemarin kan?" tanya gadis tersebut.
Sejenak aku melamun. Ketika melihatnya secara dekat. Jantungku berdegup kencang. "Mas?"
"e-eh iya, saya yang kemarin ini mau ngembaliin jedai punyamu yang kemaren jatuh" jawabku. "oh iya mas ini punya saya, pantes saya cari kemana-mana kok gak ketemu" jawabnya. "Makasii ya mas"
Kami mengobrol cukup lama. Dan dari sini aku tau siapa namamu. "Jasmine" nama yang indah seperti orangnya.
Sesampainya di parkiran aku menawarkan tumpangan untuknya. Awalnya dia menolak untuk aku antar karna takut merepotkan ku katanya. Aku merasa tidak keberatan untuk mengantarnya justru aku malah senang. Setelah ku bujuk akhirnya dia mau.
Setelah perjalanan panjang akhirnya aku sampai dirumahnya. Aku turun dari motor dan menyalimi ibunya yang saat itu melihatku dan merasa terheran-heran denganku. Aku memperkenalkan diriku pada ibunya. Ibunya Jasmine ternyata asik orangnya. Aku sedikit mengobrol tadi dengan beliau.
Setelah selesai mengantarnya aku kembali ke rumah dengan perasaan senang. Aku tidak menyangka bisa bertemu dengan nya kembali. Aku juga terlihat begitu senang karna akhirnya aku bisa tau siapa namanya dan dimana rumahnya. Dan tidak hanya itu akhirnya aku tau nomer wa nya.
Seiring berjalannya waktu, aku mulai dekat dengan nya. Ternyata dia orang nya asik, baik dan ramah. Dan seiring berjalannya waktu pula kami menjalin hubungan lebih dari seorang teman.
~~~~~
Dengan gugup aku meminum air yang sudah aku pesan tadi. Kini aku berada di cafe yang tidak jauh dari rumah Jasmine. Aku sudah merasa nyaman dengan Jasmine dan memutuskan untuk melamarnya.
Akhirnya gadis yang sedari tadi aku tunggu datang. Dengan pakaian yang sederhana dan makeup tipis gadis itu berjalan mendekati meja yang telah ku pesan. "Haii maaf ya nunggu lama" ujarnya. "Iya gaoapa" jawabku.
"Emmm Aku mau ngomong sama kamu.." ujar Jasmine. Sejenak aku bingung dan akhirnya aku mengangguk dan mendengarkan apa yang mau dia bicarakan. "Mau ngomong apa?" tanya ku.
"Hubungan kita sampai disini aja ya, aku ngerasa kita gak cocok. Aku juga udah ada pasangan yang menurut aku cocok sama aku. Maaf tapi ini udah keputusan aku, tolong ngertiin aku ya, dan tolong muali hari ini jangan pernah hubungi aku lagi,,makasi" Jasmine. Degg..
Sebelum aku hendak mengeluarkan sepatah kata Jasmine pergi meninggalkan ku sendiri.
Aku masih terkejut dengan apa yang di bilang sama jasmine. "Apakah ini mimpi?" batin ku. Tanpa aku sadari air mataku keluar dan aku buru-buru untuk mengelap nya. Aku pergi meninggalkan cafe itu. Aku butuh waktu untuk sendiri dan berfikir mengapa Jasmine ingin mengakhiri hubungan ini, apakah aku ada salah dengan nya?.
Disini aku duduk di tepi danau menikmati hembusan angin di sore hari. Sejenak melupakan masalah yang sudah terjadi saat di cafe tadi. "Aku harus bisa melupakan Jasmine bagaimana pun itu keputusannya" ucapku menyemangati diriku yang malang ini.
Tak terasa sudah hampir 2 minggu Aku dan Jasmine putus. Aku tidak pernah ngechat atau sekedar menanyakan kabarnya lagi. Mungkin aku sudah bisa move on? hahahahh. Aku masih bingung dengan alasan Jasmine memutuskan hubungan nya dengan ku. Alasannya karna kita udah gak cocok tapi dia juga bilang 'aku udah ada cowok yang menurutnya cocok dengan nya' (???).
Tak apa. Aku pikir Jasmine adalah gadis yang baik dan bisa menerima semua kekurangan ku. Tapi... ternyata aku salah.
Saat sedang melamun tiba-tiba ada notice dari nomer yang tidak dikenal. Aku membaca isi pesan tersebut. Degg... "meninggal?" "Jasmine?" Apa aku tidak salah baca??. Dengan ragu aku pun membalas pesan tersebut.
Chat 08**********
Assalamualaikum, dengan nak Fajar? Ini ibuknya Jasmine nak. Maaf ibuk mau tanya apa kamu sudah tau kalau anak ibuk Jasmine sudah tidak ada?
Kenapa kamu tidak datang di pemakaman anak ibuk nak?
Ibuk berharap sekali kamu datang,,
Aku: Wa'alaikumsalam, maaf buk apakah benar kalo Jasmine sudah tidak ada?
Begini buk saya dengan Jasmine sudah putus sejak dua minggu yang lalu,,
Chat 08**********
Iya nak Jasmine sudah meninggal karena mengidap penyaki kanker. Owalah begitu ya nak, ibuk mewakili Jasmine mau minta kalau Jasmine ada salah sama kamu...
Degg.. setelah membaca pesan tersebut aku merasa tidak menyangka. Ternyata alasan Jasmine untuk mengakhiri hubungan nya dengan ku karna dia tau hidupnya udah gak lama lagi. Tanpa ku sadari air mataku jatuh tanpa aba-aba. Aku buru-buru menghapusnya dan bergegas menuju tempat pemakaman Jasmine.
Sesampainya disana, benar saja aku suguhi pemandangan seorang wanita paru baya yang sedang menangis diatas batu nisan seseorang. Tangis nya begitu pilu,, aku merasa iba saat melihatnya. Aku mendekat.. dan benar saja batu nisan tersebut bertuliskan nama Haura Jasmine. Dan wanita paru baya yang menangis tadi adalah ibunya Jasmine.
"Ibuk aku turut berduka cita ya buk atas meninggalnya Jasmine, iklaskan Jasmine ya buk" ujar ku. "iya nak.. hiks" jawab beliau dengan serak. Beliau pergi meninggalkan ku sendiri di makam Jasmine.
"Hahhahah lucu kamu mine, waktu itu kamu minta putus sama aku karna kamu pikir kita gak cocok. Kenapa si kamu bohong kek gtu. Aku sayang sama kamu mine... hiks. Maaf aku udah berfikiran buruk tentang kamu. Maaf juga aku jadi cowok gak baik buat kamu. maaff..
Yang tenang ya mine, aku selalu doain yang terbaik buat kamu.." ujar ku dengan terisak.
Aku gak nyangka ini adalah perpisahan terakhir kita. Makasii mine kamu udah selalu ada buat aku. Aku akan selalu ingat kenangan-kenangan kita waktu itu hhahahh. Kamu istirahat yang tenang disana yaa. I will never forget our memories. I will always love you Jasmine.
end.
maaf nek gak nyambung~~