#Gadis_Nakal_Incaran_Sang_Ketos
#prolog || ketos ganteng ||
Pagi hari yang cerah. Matahari menyinari bumi, terlihat gadis cantik yang masih tertidur pulas di ranjang.
Ceklek!
"Arin, bangun Nak udah pagi," tutur Ara sambil mengelus surai rambut Arin.
"Eughh ... Iyh, Mah." jawab Arin lalu
memposisikan dirinya duduk.
"Yaudah, mamah sama Papah tunggu kamu dibawah."
Arin hanya merespon dengan anggukan.
Skip! Setelah selesai mandi.
Arin turun kebawah dan melihat Mamah, Papah nya yang sudah menunggu dirinya.
"Sini, Nak!" Fadli menyuruh Arin untuk duduk di samping nya.
"Iyh, Pah!" Arin mengangguk lalu duduk di samping Fadli.
15 menit kemudian, mereka sudah selesai sarapan. Arin berpamitan ke Ara untuk pergi ke sekolah, sedangkan Fadli pergi ke kantor.
"Sayang, kamu di sekolah jangan nakal yah!" peringat Fadli.
"Siap, Pah!" tukas Arin memberi hormat kepada Fadli.
"Yasudah, Papah berangkat dulu yah. Ara jaga rumah baik-baik yah istri ku,"
"Iyh, Sayang!"
Cup!
Satu kecupan mendarat di kening Ara, setelah itupun Fadli berangkat ke kantor.
"Kalau gitu, Arin juga berangkat, Mah!" pamit Arin sambil menyalimi punggung tangan Ara.
"Iyh, Arin hati-hati jangan ngebut bawa motor nya!" titah Ara.
Arin mengangguk lalu melajukan motor ninja nya dengan kecepatan stabil.
"Za, Do, andai lo masih hidup pasti lo bakal senang liat Arin udh tumbuh besar dan jadi anak yang pemberani." gumam Ara kembali teringat pada Aldo dan Zaura.
***
Saat ditengah jalan Arin melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, sesampainya di sekolah ia memarkirkan motornya.
"Ririn!" teriak nya
"Ape?" Arin menatap ketiga sahabatnya itu sambil mengunyah permen karet.
"Rin, lo tau gak sih tadi gue liat cogan!" girang Xella_Anak Alexa dan Syakir.
"Iyh sumpah ganteng banget!" timpal Syafira_anak Fahira dan Fahmi.
"Kia, maksud mereka apasih?" ketus Arin.
"Biasa Rin, tadi mereka liat muka ketos yang bagi mereka ganteng banget, tapi emang ganteng sih!" ucap Askia_anak Rama dan Kesya.