Tap...tap...tap...
Suara langkah kaki yang lambat diiringi nafas kelelahan. Seorang pria berjalan berpegangan pada sebuah tembok didalam gang kecil.
"Aku harus lari..."
Suara tangisan yang tertahan terdengar dari pria itu. Pria berumur paruh baya itu berjalan dengan tertatih-tatih. Tangisannya tak terlalu terdengar ditengah hujan yang membasahi jalan.
Sembari tetap waspada terhadap sesuatu. Sesuatu yang sedang mengejarnya.
Sebuah sirine khas dari mobil kepolisian terdengar, memaksa pria itu untuk berjalan lebih cepat.
Tentu itu sangat menyakitkan, tubuhnya sekarang sudah penuh dengan luka yang beragam jenisnya. Dimulai dari luka lebam didaerah wajah, tusukan senjata tajam didaerah perut, serta kaki dan tangan yang habis dipukul benda keras.
Suara langkah kaki disertai gemericik air yang terdengar cukup keras semakin mendekat.
"Apa aku menyerahkan diri saja?"
Pria itu memegangi perutnya yang terikat sobekan kain dari bajunya. Berpikir apakah melawan dalam kondisi ini dapat ia menangkan.
Ditengah keadaan berpikir, suara langkah kaki itu semakin cepat dan semakin mendekat hingga...
Tangan pria itu terpelintir kebelakang, membuatnya terkunci dan tak bisa bergerak dalam posisi duduk satu kaki.
"Target tertangkap, meminta bantuan."
Suara yang lebih kecil dan berat menyusul
"Akan segara dikirim kelokasi"
Memanfaatkan kelengahannya, ia mengambil taser gun dari ikat pinggang pria misterius itu.
Menyetrumnya dengan tegangan tinggi, membuat dia juga ikut tersetrum.
Mereka berdua terjatuh dijalan yang dipenuhi genangan air. Membuat mereka pingsan secara bersamaan.
Pria paruh baya bangun terlebih dahulu, hendak melarikan diri lagi. Keluar dari gang, beberapa mobil polisi datang mengepung.
Pria paruh baya hanya bisa pasrah dengan mengangkat tangannya keatas. Membiarkan dirinya tertangkap untuk dipaksa mengakui kesalahan yang tidak ia lakukan disebuah negeri bernama Wakanda.
Sekian...