Malam itu, jalanan nampak begitu padat dan ramai. Banyak kendaraan berlalu lalang tanpa henti dengan kecepatan sedang hingga minimum. Sayup-sayup aku mendengar suara seseorang berteriak memanggil namaku berulang kali. Aku mengedarkan pandangan ke segala arah, tetapi tak kunjung ku dapati seseorang itu. Hingga aku menyadari ada hawa tak enak di sebelah kananku. Bulu kudukku berdiri tegak tersorot lampu jalanan yang remang membasuh kota. Meski bias, aku masih bisa samar-samar melihat sesuatu di sampingku, bahwa dia bukanlah makhluk sejenisku. Badannya terbalut kain putih secara utuh. Beberapa saat aku termenung, hingga kedua mataku hanya bisa menatap gelap di tengah ketidaksadaranku.
#Cerita horor
Jangan lupa like dan beri komentar pada cerita ini ya. Terima kasih 🙏