"Lariii!"
"Ha? Kenapa harus lari?"
"Cepattt!"
"Eh...
Dia menarik tanganku. Dia yang kumaksud adalah seorang anak laki-laki tampan berkulit putih, berambut hitam dan warna matanya biru sejernih biru air. Dia memakai pakaian yang berbeda denganku, seperti memakai jubah berwarna biru malam.
"Dimana aku? Apa aku sudah mati dan terlahir kembali ke dunia komik seperti cerita-cerita komik yang selalu aku baca? Sungguh konyol! Apa semua itu nyata?!" Pikirku saat kami terus berlari.
Dia terus menarik tanganku hingga kami tiba disebuah danau yang berada di tengah hutan yang tidak aku kenal. Hutan itu memiliki aura yang sangat cantik. Maksudku, walaupun sekarang sedang malam hari, tapi dihutan itu tidak terasa menakutkan sama sekali. Justru sebaliknya, rasanya seperti ada rasa nyaman saat kita sedang menikmati coklat panas ditengah derasnya hujan. Ya semacam itulah rasanya. Hutan itu ditumbuhi oleh tumbuhan berwarna warni. Tumbuhan disana ada yang bergerak, ada yang memiliki mata, bahkan ada juga yang berlalu-lalang. Dihutan itu tidak ada penerang selain cahaya bulan dan cahaya dari kunang-kunang.
Bukan hutan dan danau itu saja yang aku tidak kenal, bahkan dunia inipun aku juga tidak kenal!
Bersambung....