Hidup dengan keluarga pas-pasan sudah bukan hal aneh lagi untuku. Sejak kecil, keluarga kami sangat kesulitan bahkan hanya untuk mencari makan.
Ayah dan ibu benar-benar bekerja keras untuk menghidupiku dan kakak, karena kami masih harus sekolah di 1 SMA yang sama.
Namun aku dan kakak rupanya sering membuat ayah dan ibu kesal, sebagai kakak beradik laki-laki, kami sering merasa tidak puas satu sama lain.
Tiada hari tanpa bertengkar, sampai ayah dan ibu pernah menangis melihat pertengkaran kami yang tidak pernah kunjung usai.
Suatu hari ketika kakak sudah lulus SMA dan akan kuliah, kebetulan aku harus pergi ke luar kota mengikuti study tour dari sekolah.
Kuliah dan mengikuti study tour tentu membutuhkan uang. Memang jumlah uang untuk study tour tidak begitu banyak.
Namun jika aku mengambilnya dari sebagian uang kuliah kakak, pasti kakak tidak bisa kuliah.
Aku sudah hampir mendebat kakak, karena dulu kakak sudah pernah ikut study tour. Menurutku study tour cukup penting.
Namun, ternyata kakak memberikan sebagian uang kuliahnya tanpa marah seperti biasanya.
Hal itu membuatku terharu karena ternyata kakak menyayangiku, tetapi aku akhirnya memutuskan tidak mengikuti study tour karena kuliah kakak jauh lebih penting.