Cerpen"NILAM AKU PERGI" [ part3 ]
"ATAS nama keluarga, aku minta maaf sama kamu..Dan selamat atas keberhasilanmu mencapai cita-cìta,dari aku sendiri.."
Dari tempat duduk aku bangkit. Ternyata Nilam ada hadir di acara wisudaku.
"Minta maaf untuk apa maksud kamu..?" Tanyaku setelah sadar dari lamunan.
"Dulu keluargaku sebetulnya sedang menjalankan ritual yang sudah menjadi tradisi dari leluhur. Ketentuannya adalah;Apabila dari keluarga ada memiliki anak kembar identik, setelah menginjak remaja salah satunya harus dijauhkan karena kalau tidak, akan membawa kesialan pada salah satunya..Selama ini papaku kesana kemari mencari tempat yang statrgis untuk membangun sebuah rumah untuk mengasingkanku..Setelah sekian lama mencari, akhirnya papa membeli tanah yang di Desa kamu..Untuk cerita selanjutnya kamu sudah tahu. Yang pasti ketika kamu membuktikan rasa cinta yang begitu besar itu,dulu bukan sama aku yang selama ini kamu pacari,melainkan kepada saudara kembarku yang waktu itu sedang liburan disana..Tapi sekarang kamu jangan menanyakannya karena dia sudah pergi untuk srlamanya pada saat sedang percobaan aborsi..Dan darah daging kamu telah dibawa ketempat peritirahatan raganya yang terakhir..Dulu kami menguburkan mereka di pemakaman umum yang tidak jauh dari rumah.."
Beberapa butir air mata jatuh keatas topi sarjana yang sedang kupegang.Ternyata selama ini aku sudah jadi korban ritual mereka. Untung aku masih punya masa depan meskipun banyak kendala.
"Rob,andai sekarang kamu bingung dengan topi kesarjanaanmu itu,mengapa tidak sama mereka saja kamu pertama-tama berbagi kebahagiaan di pemakamannya? Kalau sama aku jangan berlebihan karena sebentar lagi akan ada yang menjemput"
"Nilam..Meskipun kamu tidak mengatakan siapa yang akan menjemput..? Dan meskipun kamu tidak menuntut apa-apa setelah apa yang sudah kulakukan terhadap saudara kembar kamu? Tapi aku tidak lupa dengan satu keinginan kamu sewaktu kita masih jadi sepasang kekasih..Lihat Nilam, topi sarjananya sekarang sudah kupakai lagi..Dulu kamu ingin melihat aku berpakaian seperti ini kan..? Janji aku kepada kamu hari ini sudah lunas..Sekarang aku mau pergi"
"Robi, kamu jangan dulu pergi aku masih ingin bicara..Robi,sebenarnya aku masih mencintai kamu..! Robi..!Robiii...!"
Ketika aku memutuskan pergi setelah memakai kembali topi sarjanaku,Nilam ternyata histeris dan mengaku bahwa dia masih mencintaiku. Tapi aku terus menahan diri supaya tidak terpengaruh kata-katanya..Aku teus menahan perssaanku sendiri dan tidak balik..Biarlah Nilam yang masih menginginkanku di jemput oleh laki-laki yang masih suci.. Selain mereka sangat fanatik dengan tradisi leluhurnya, aku juga masih punya orangtua yang harus kubahagiakan. Dan kalau silaturahmi yang putus dengan mereka bisa tersambung lagi, hidipku pasti akan lebih tentram dan bahagia.
"Robiii...!"
Dan aku tetap pada keputusan.
"NILAM AKU PERGI"
Pengarang: Siti Mariamm