AKU SEBUAH BUKU
setiap kisah memiliki awal ceritanya sendiri membingkai kenangan manis tak mungkin dilupakan, waktu pun berlalu, meski musim berganti dan cuaca twrus berubah. Tetapi ada satu hal yang harus tetap abadi dalam hidupku, setidakny dalam hatiku.
Ini adalah kisa persahabatanku dengan sebuah buku dan para muslimah yang Allah kirimkan dalam kehidupanku dan kini izinkanaku menceritakan awal kisah ini kepadamu.
Beberapa tahun sebelumnya ....
Aku duduk bersama kakak dan kakak ipar di halaman rumah sambil berbicara tentang masa depan ku.
"Kamu udah mulai bersiap-siapkan Mal?." Kakak bertanya pada mala
Mala terdiam sambil mengelengkan kepala.
"Hmm ... kakak tau kamu masih sedih dengan kepergian ibu, tepi tidak baik berlarut-larut seperti ini," kakak Mala sudah tau isi hati Mala.
"Iya mala kamu tau kan ini amanah dari ibu, ibu lo yang mau kamu meneruskan pendidikan di sana." Kakak ipar mengingatkan ini karena amanah dari ibu.
"Tapi Mala ragu, Mala juga takut kak, kalau harus tinggal diasrama." Hati Mala pun gelisah.
"Sayang asrama itu gak sememyeramkan yang kamunbayangin, nanti kamu akan bertemu demgan sahabat-sahabat kamu yang asyik, percaya deh." Kata kakak ipar menyemagati Mala.
"Iya kalau asyik kak, kalah ndak." Kata Mala ragu.
"Kan kamu belum coba, coba aja dulu, nanti juga kamu bakal tau, siapa tau cocok." Kata kakak ipar yang kembali menyemangati Mala.
"Hmm ... Mala pikir-pikir dulu ya kak." Hati Mala pun gelisah.
"Sudah tidak ada waktu lagi Mal, Kan kakak udah daftarin kamu dan kamu udah lihat kan perkenalannya seperti apa, lagi pula bulan depan sudah mulai lo perkuliahannya kamu harus meneruskan hidup kamu, move on." Kakak mengingatkanku untuk tidak larut dalam kesedihan.
"Ya ..., pokoknya kita support kamu Mala." Kata kakak ipar baik padaku.
Abang dan kakak ipar selalu menyemangatiku untuk meneruskan pendidikan di asrama selama, sambil menunggu perkuliahan bulan depan. Aku mulai mencari referensi di internet untuk menambah wawasan di asrama nanti, dan waktu yang ditunggu itu telah tiba. Aku mempersiapkan buku alat tulis, buku harian, dan lain sebagainya di dalam tas koper. Sesampainya aku di sana, Aku melihat nama asrama itu "Sekolah Tinggi Muslimah". Kemudian aku masuk untuk mencari kamar serta nomornya dan aku melihat langsung kamar yang aku cari.
"Tok ... Tok ... Assalamualaikum," aku mengetuk kamar.
"Waalaikumsalam, Kamu ... Mala ya, iya ... kamu Mala yuk masuk,gue Dina." Sambil menutup pintu kamar dan memperkenalkan namanya adalah Dina.
"Kok kamu tahu aku Mala," aku bertanya kepada Dina.
"Gue jago nebak lo, kamu pasti bintangnya Virgo iya kan." Dina mulai bercanda pada Mala.
"Kok bisa tahu." Mala kaget sambil bertanya pada Dina lagi.
"Iya dong gue kan bisa membaca pikiran." Dina tersenyum.
"Aku juga tahu kamu Mala, kamu lahir tanggal 12 September kan, Kenalin aku Rara, Kelihatannya kamu wanita yang baik dan hebat deh." Rara memuji dan memperkenalkan diri.
"Hai Mala anak Jakarta ya ... kenalin Siska, hmm masih bingung ya, hmm tuh cek dinding." Menunjukan dinding bahwa namany sudah ditempel.
Mala pun langsung melihat ke dinding. Ternyata di dinding sudah ditempel foto, nama tanggal lahir, dan asal daerah kami masing-masing, di setiap kamar ada empat orang.
"Selamat datang Mala, semoga kamu betah ya tinggal sama kita." Rara menyambutku sambil tersenyum.
*maaf ceritanya terpotong besok ahtor lanjut lagi*