*— Anggur — (shortpen)*
*Hari* ini, hari dimana, ariana menjalankan malam pertamanya setelah menjadi istri sah dari seorang pria miliader bernama Jaevan Harrison.
ariana memandang dirinya lewat cermin, dengan tatapan malas nya, ia akan berbaur dengan orang orang baru dirumah besar itu, jaevan, pria yang mencintai nya seperti sudah terobsesi, dengan perbedaan umur mereka yang terbilang hanya berbeda 2 tahun
pintu kamar terbuka, memperlihatkan seorang pria yang masih setia memakai jas hitam pernikahannya, tidak lain atau tidak bukan dialah jaevan harrison, pria yang sudah menjadi suami sah ariana avabella mulai hari ini, jaevan tersenyum memandang sang istri nya, ia berjalan sedikit lalu mengeluk kursi yang diduduki ariana
tersenyum gembira bahwa sekarang ariana, wanita yang sudah lama ia kagumi, menjadi istri secara sah nya sekarang, jika dihitung sudah cukup lama jaevan mengagumi ariana, dia, hanya dia, yang memiliki ariana saat ini.
" kau senang kan? "
pertanyaan yang dilontarkan oleh jaevan membuat ariana geram, pasalnya, ia membenci pria rupawan itu. setidaknya orang tua nya harus tau jika jaevan ini adalah pria pemain wanita di sebuah klub malam yang katanya sangat tersohor, pria rupawan nan gila itu bisa bisanya hanya mencintai dirinya setelah sudah berkali kali bermain buta bersama wanita lain.
" tutup mulut mu, jaevan. aku benci situasi seperti ini. "
ariana bangkit dari duduknya lalu berjalan kearah kasur, langkahnya terhenti, mendengar jawaban dari suami gila nya itu.
" apa? jaevan? kau ternyata terlalu berani ya?," jaevan menghampiri ariana, lalu memandangnya menyeramkan, ariana mengabaikan jaevan, sedangkan sang suami tetap mengunci tatapannya, drama apaan ini?
" tak ada wanita muda yang berani memanggilku jaevan dengan nada tegas, itu tanda dimana kau tidak suka dan membenci keberadaanku. " jelas jaevan yang membuat ariana menatapnya, pria gila! mengagumi hanyalah alasan agar ia sentiasa tenang tanpa merasa ketauan oleh orang tua nya!
" ya, itu benar, aku membenci keberadaanmu, dalam 3 bulan, bahagialah dengan keberadaanku disini, lalu selanjutnya, jangan harap aku bisa menjadi istri mu lagi. " gelak ariana, jaevan tersenyum lalu tertawa, lucu sekali omong kosong yang dibuat buat oleh ariana, seakan akan ia bisa lepas begitu saja dari dirinya.
" omong kosong! haha, kau mau lepas dariku? cobalah. aku akan diam memerhatikan gerak gerik mu, aku tau kok kelemahan mu, wanita adalah manusia yang gampang diamati, contohnya dirimu, ariana avabella. "
ariana memandang jijik kearah jaevan, apakah caranya begini? dengan menjatuhkan lawannya, ia dengan gampang bersenang senang tanpa takut, mengapa orang orang peduli dengannya? sangat sepercaya itu dengannya?
" dan dirimu juga.. "
ariana mengeluarkan pistol dari saku bajunya, lalu menodongkan nya tepat didepan kepala jaevan, pria itu smirk dan memandang ariana sembari tersenyum licik.
" laporan itu benar adanya, kepolisian akan gampang menyelidiki kasus ini, atas diriku yang saat ini bersama mu, tuan jaevan harrison. "
jaevan benar benar puas saat ini juga, bisa bisanya dia lupa, istri sah nya ini kan anggota kepolisian, lebih tepatnya diposisi sebagai intel, ia takkan takut dengannya, walau akan banyak musuh bertebaran diluar sana.
" ariana avabella. kau sudah tau ya? haha, anggap saja seri, adikku dihukum mati, dan pria sejati mu ikut mati karena aku membunuhnya, orang tua mu adalah anggaran mudah untuk dipercaya, pernikahan kita sudah sah, tak akan bisa kau lerai lagi, dengan cara apapun itu, aku akan menghadang mu dengan diam, dan lagi.. kau sudah memakan anggur itu kan? "
ariana memandang jaevan bingung, anggur? anggur yang disediakan saat acara pernikahan?
" ada apa? ada apa dengan anggur itu?! "
jaevan tertawa riang, bagus jika dirinya akan menjadi bagian darinya.
" anggur itu.. anggur yang menjadi saksi bisu saat adikku, dan pria sejatimu mati. anggur yang aku senangi, dengan wangi amis yang aku sukai, kau sudah memakan nya 5 buah, tandanya, jika kau memakannya, kau percaya dan bahagia jika kematian mu akan datang, sebagian sempel darah kekasihmu yang dulu, sudah ku masukkan kedalam anggur itu cukup lama. dengan cairan racun yang ku gabung dengan sempel darah nya, kau juga akan mati keracunan. "
ariana seketika merasa mual, tidak mungkin dia sudah dikecoh oleh pria jengkel itu! dengan cepat ariana semakin menodong pistolnya itu, sebelum menarik pelatuknya, jaevan sudah melempar pistol itu duluan dari tangan ariana
" hmm, kau sepertinya tak terima.. mau terlihat sama sama seri semuanya? "
jaevan berjalan mengambil 1 buah anggur dimeja didekat jendela besar, lalu memakannya, anggur yang ia sengaja masuki sempel darah milik dirinya sendiri dengan cairan racun yang sama dengan anggur yang dimakan ariana
" apa yang kau- "
" see? kita sama sama seri, nilai semuanya sama, tandanya memang kita sepasang kekasih, yang akan menikah bersama, dan mati bersama diwaktu yang sudah ditetapkan, jam 8 malam. "
ariana memperhatikan tindakan stress yang dilakukan jaevan, apa? apa maksud dari semua ini?!
" maksudmu? "
" maksudku, jika kau mati, dan aku mati, barang bukti tak akan ditemukan, karena barang bukti nya sudah ikut mati, iyakan, sayang?.. "
_*THE END*_
By : Nona Lee